Menjadi Queenrider

Ceritanya, tanggal 19 Maret lalu (iyaaa, udah lama banget emang :P), saya bersama teman-teman KEB hadir di acara #ngopicantikqueenrides yang diselenggarakan di Hotel Sahid.

FYI, Queenrides ini adalah sebuah komunitas yang diperuntukkan bagi para pengendara perempuan. dengan tagline “Lifestyle community portal for women who ride in Safety, Style and Beauty”, Queenrides dibangun mbak Iim Fahima yang concern dengan para pengendara perempuan.

Pasti sudah sering lihatlah ya, meme-meme yang bertebaran di sosmed perihal ibu-ibu yang memberi sen kiri padahal belok ke kanan. Dari tulisan di belakang truk, sampai kartun dan foto pun ada. Saya agak-agak tersinggung sih, karena saya termasuk pengendara yang taat *tsaaah*, tapi fakta di lapangan memang demikianlah adanya. Atau stereotipe perempuan yang tidak bisa parkir mobil dengan benar. Pengendara perempuan yang sering dijadikan target kejahatan (misal: penjambretan). Belum lagi para perempuan tanpa helm yang berkendara di area komplek sambil membonceng anak. Dan sebagainya dan seterusnya.

Itulah kenapa Mbak Iim mendirikan Queenrides, harapannya para perempuan pengendara motor lebih aware dengan keselamatan berkendara. Malah Mbak Iim sempat menyinggung bahwa seharusnya pengendara yang mengajak anak kecil bermotor tanpa helm itu harusnya dikenai hukuman pembunuhan berencana, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan raya. Mungkin kita sudah berhati-hati dan berkendara dengan baik, tapi bagaimana dengan pengendara lainnya? Itulah kenapa kita harus ber-safety riding.

Tentang keselamatan berkendara ini dijelaskan lebih detail oleh Mbak Citra Ayu Lestari, dari Defensive Riding Instructure Rifat Drive Lab. Misalnya saja poin-poin berikut:

  • Tidak menunjukkan fisik keperempuanan kita saat berkendara, nggak usah pakai high heel segala kalau bawa motor, selain tidak safety riding, kan bukan mau fashion show, yes?
  • Perdalam ilmu berkendara (baca: sein kiri kalau mau belok kiri!), termasuk mengerti markah dan rambu lalu lintas
  • Tidak memakai perhiasan berlebihan yang bisa mengundang penjahat
  • Cek kendaraan sebelum pergi, untuk menghindari mogok di jalanan sepi
  • Siapkan alat bela diri (pepper spray, atau parfum juga bisa) dan speed dial untuk keadaan darurat

Dan masih banyaaaak tips aman saat berkendara lainnya, sila temans berkunjung ke queenrides.com yah, di sana super lengkap. Mulai dari pembahasan riding safety, tips merawat kendaraan, dan review-review motor dan mobil.

Pembicara berikutnya adalah Mbak @Rianaree owner dari belowcepek.com, yang kembali mengingatkan bahwa meskipun kita harus tetap stylish, tapi keselamatan harus jadi nomor satu. Boleh banget nyari jaket motor yang trendi misalnya, tapi jangan nekat pakai stiletto meskipun pakai motor matic!

Di #NgopiCantikQueenRides ini, ada make over komunitas juga. Maka kami, para emak-emak yang tidak semuanya beauty blogger, didandani tim make up Sari Ayu. Bahkan disediakan wardrobe khusus, dari belowcepek.com, Lennor, Duh, kecantikan kami jadi berkali-kali lipat deh hihihihi.

Dan rupanya, ada fotoshoot juga untuk kami. Horeeey, bisa narsis cantik bareng! 😀 😀

qr3 qr4

Untuk baca artikel lengkapnya, sila di postingan ini yaa.

Nah, kembali pada judul postingan ini, Alhamdulillah (ceritanya) saya dipilih menjadi salah satu queenrider. Jadi ada wawancara dan fotoshoot khusus. Berasa jadi seleb hahahaha. Sila baca di artikel ini ya kalau mau tahu *kedip-kedip*.

Terima kasih untuk mas @bismosatria, sang fotografer, yang sudah bersabar menghadapi model abal-abal macam saya. Untunglah saya tidak nekat ikutan Asia’sNext Top Model ya, kebayang deh itu YuTsai bakalan illfeel duluan lihat saya berpose hahahaha.

Eniho, terima kasih banyak untuk kakak-kakak cantik @queenrides. Safety. Style. Beauty. Bisalah ya, menjadi queenrider yang berkendara aman, tetap gaya, dan cantik ;).

14 thoughts on “Menjadi Queenrider

  1. nah setuju ada pelatihan seperti ini, berkendara itu nggk hanya soal bisa bawa aja ka, yang penting harus aman dan selamat

    Valentina Orin tetap cantik dengan YiB

    Like

  2. Ah Yu Tsai mah suka lebayatun Rin. Wkwkwkwkw. Malah salah fokes.
    Btw inisiatifnya keren! Pasal pembunuhan berencana ya… emang ngeri dengernya tapi kenyataannya kan memang gitu ya. Kelalaian yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa kan ya kalo gak safe driving gitu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s