You are Perfect

Judul postingan kali ini adalah judul dari sebuah talkshow yang saya hadiri beberapa waktu lalu, temans.

Jadi, walaupun saya jauh sekali dari istilah beauty blogger dan masalah kecantikan ini bukan-saya-banget, tapi bukan berarti saya tidak peduli dan tidak ingin tahu dong ya he he. Untuk itulah saya datang ke acara talkshow yang diselenggarakan oleh SATTO, sebuah merk yang memiliki rangkaian produk perawatan tubuh head to toe yang terbuat dari bahan alami berkualitas tinggi dari daratan Jepang, dan beberapa benua Eropa dan Amerika yang telah teruji klinis ini.

Talkshow diawali oleh Dr. Kardiana Purnama Dewi yang adalah seorang spesialis kulit dan kelamin. Bu dokter menjelaskan bahwa kulit yang sehat akan terlihat glowing alias tidak kusam. Contoh gampangnya lihat Beyonce kali yaa, kinclong bok! hihihi. Tips agar kulit sehat ini sebetulnya gampang sekali kok, misalnya: tidak merokok, tidak minum alkohol, tidur yang cukup, minum air putih yang banyak, hingga berolahraga yang rutin. Gampil kan ya?

Salah satu masalah kulit sehat adalah dark shadow, yang biasanya terjadi akibat pigmentasi yang berlebihan atau gesekan konstan yang terjadi antar kulit, hingga iritasi saat berkeringat. Biasanya si dark shadow ini banyak terlihat pada lipatan ketiak, bokong, leher, siku tangan dan lutut serta daerah selangkangan. Jadi memang tidak hanya terjadi pada wanita saja.

Nah, produk dari Satto di antaranya bisa menjadi solusi untuk masalah dark shadow ini. Ibu Lina selaku komisaris Satto menjelaskan bahwa SATTO Whitening C-Scrub mampu mengangkat sel kulit mati, melembutkan, melembabkan, sekaligus mencerahkan dark shadow, sehingga warna kulit tubuh tampak cerah merata. Sementara Pak Jacob yang adalah direktur Satto meyakinkan para peserta yang hadir produk ini juga bisa digunakan oleh para bapak-bapak, lelaki juga kan kulitnya harus sehat, yes?

Saya sudah mencoba si body scrub whitening yang stroberi itu. Ini dipakai sesaat sebelum mandi, dioleskan pada badan yang sudah basah, diamkan sebentar lantas bilas sambil digosok sedikit. Itu mah yaa, daki-daki langsung hanyut lho hahaha. Wangi stroberi pun, jadi saya serasa udah luluran di salon dan merasa tambah cantik *kibas jilbab*. Kalau ada yang tertarik mau coba, sila langsung ke Watson, Carrefour, Transmart dam toko-toko kosmetik lainnya yah, atau cek dulu di websitenya www.satto.co.id biar tambah yakin.

Psssttt … ada yang penasaran dengan bapak-bapak berkacamata dan tulisan di bawah keranjang berisi produk itu? Itu adalah Suhu Naga teman-teman, yang bisa membaca aura. Dan kertas itu penjelasan aura berdasarkan tanda tangan saya menurut penerawangan Suhu Naga. Jadi kemarin itu di meja registrasi setiap undangan diminta menuliskan nama dan tanda tangan. Suhu Naga akan membaca tanda tangan itu dan menjelaskan aura masing-masing orang. Mau tahu aura saya apa? Nggak yah? Yawdalah saya pulang ajah *urek-urek keyboard* hihihihi.

Jadi rupanya aura saya oranye/jingga. Lengkapnya begini :

Lively, seru, tetapi juga sangat toleran dan pengertian menjadikan Anda pribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang. Tetapi Anda kurang ambisius dan cenderung menerima keadaan dan mencari aman, sehingga kehidupan Anda sendiri terkesan monoton. Cobalah melakukan hal-hal baru dalam hidup Anda dan simak apa yang Anda rasakan setelahnya. Hidup menjadi lebih asik dengan pengalaman-pengalaman baru ini.

Errrr…. *dan kemudian hening* hihihihi.

Bukannya apa-apa, karena saya merasa saya nih cenderung nekat malah, sering banget hajar bleh aja yang jauh dari kata ‘mencari aman’, dan suka mencari-cari hal baru yang belum pernah dilakukan. Jadi agak-agak kontradiktif kan ya hihihihi. Tapi memang sih, entah kenapa banyak baju/kerudung saya yang berwarna oranye, bahkan jingga pada senja selalu membuat saya terpesona *ini apasih* hahaha.

Tapi intinya sih teman, apa pun auranya, saya sepakat dengan taglinya SATTO, bahwa you are perfect, walaupun apa pun, kita memang sempurna adanya bukan? :)

Ke Surabaya

Temans, ceritanya saya besok mau ngebolang ke Surabaya. Kali ini tidak bersama Akang Suami tercintah, tapi bersama emak KEB (MakPon Mira Sahid dan MakMin Icoel), naik kereta pula hihihihi. Akan jadi pengalaman baru bagi saya, karena sebelumnya perjalanan naik kereta saya hanya sampai Malang, sepertinya ke Surabaya lebih jauh (dan lama) kan ya? *siap-siap booking tukang pijat*.

Jadi bagi teman-teman di Surabaya dan sekitarnya, saya dan teman-teman KEB akan berkumpul di Kebun Bibit Bratang sejak pukul 8 pagi, ya barangkali ada yang kepengen ketemu saya *emang siapa lo, Rin? bhuahahaha*.

Juni 2013 lalu, saya sempat ke Surabaya setelah ngebolang ke Bromo. Sowan ke rumah Pakdhe Cholik, dan di sana bisa bertemu Kang Yayat, mas Insan, mas Ridwan dan mas Indra. Sebelum ke bandara pun Alhamdulillah bisa bertemu dulu dengan Mbak Yuni. Cerita kopdarnya bisa dibaca di sini.

Saya berharap ngebolang kali ini bisa lebih banyak lagi teman blogger yang bisa saya temui, jadi silaturahim kita tidak saja hanya di dunia maya, tapi bisa juga saling berjabat tangan dan berbincang langsung :).

Ya sudah begitu dulu. Doakan acara ngebolang saya lancar yaa. Hepi wikeeeen.

Tentang Teater AbNon

Mohon jangan ditertawakan ya, teman, tapi saya baru kali ini melangkahkan kaki di sebuah mal besar bernama Kota Kasablanka alias KoKas! *tebar konfeti* hihihihi. Terima kasih pada event Jakarta Marketing Week 2015, dan juga talkshow bertajuk “Cerdas, Berbudaya, dan Bermanfaat bersama Abang None-Jakarta” yang memungkinkan saya bisa datang ke sana.

Tentang apakah talkshownya? Mari saya ceritakan sedikit, temans.

dari kiri ke kanan : abang dan mpok MC - Bang Cucu - Mpok Mod - Bang Nana - Non Vina - Bang Zul

dari kiri ke kanan : mas dan mbak MC – Bang Cucu – Mpok Mod – Bang Nana – Non Vina – Bang Zul

Rupanya, pemilihan Abang-None Jakarta ini sudah berlangsung sejak tahun 1971 yang lalu. Hebat nggak sih bisa bertahan sampai sekarang? Salah satu alasannya adalah karena, seperti penuturan Bang Cucu (Abang jakarta tahun 1994) yang sekarang bertugas di Dinas Pariwisata DKI, pemilihan AbNon ini murni acara yang diselenggarakan pemerintah DKI, tidak disponsori swasta atau brand atau pihak-pihak lain. Jadi selama DKI ini punya pemerintahan, pastilah pemilihan AbNon diadakan setiap tahunnya.

Bang Nana selaku Ketua Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) periode 2014-2016 juga menambahkan, IANTA dibentuk untuk mewadahi para Abang dan None setelah pemilihan usai, karena merekalah ‘duta’ bagi Jakarta untuk mengangkat seluruh potensi yang ada. Sedikit sharing dari Non Vina dan Bang Zul sebagai pemenang AbNon 2014 lalu, bahwa mengikuti pemilihan AbNon adalah keputusan terbaik mereka. Ajang itu telah memberikan mereka pengalaman yang luar biasa, sekaligus memungkinkan pengembangan diri menjadi individu yang lebih baik.

Saya jadi sedikit bertanya-tanya, kenapa dulu saya nggak kepikiran ikut pemilihan AbNon ya? *abaikan!* hihihihi

Pak Hermawan Kertajaya yang telah beberapa kali menjadi juri Pemilihan AbNon berkata, sedikit kekurangan ajang pemilihan AbNon ini adalah kurangnya publikasi, padahal konsepnya sangat bagus, karena bukan hanya beauty-brain-behavior saja yang harus dimiliki setiap finalis AbNon, tapi juga harus  berbudaya dan bermanfaat. Mudah-mudahan saja, dengan tampilnya pagelaran seni dari perwakilan tiap daerah di JMW ini merupakan publikasi yang baik ya.

Maudy Koesnaedi yang kerap dipanggil Mpok Mod adalah None tahun 1993, etapi masih cantik dan langsing gitu yah dese #eeaa. Mpok Mod inilah yang memprakarsai terbentuknya Teater AbNon (@teaterAbNon), meskipun awalnya hanya beranggotakan para AbNon dari Jakarta Utara. Mpok Mod berkata, menjadi AbNon memang tidak melulu harus cantik atau ganteng, tahu banyak tentang Jakarta dan pintar berbahasa Inggris, tapi juga harus memberikan kontribusi nyata untuk melestarikan budaya Jakarta. Salah satunya dengan pertunjukan Teater khas Betawi ini.

Pertunjukan Teater AbNon ini ternyata sudah cukup banyak. Pentas berjudul “Cinta Dasima” merupakan pertunjukkan pertama di tahun 2009. Tahun 2010, “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” menyusul dipentaskan. Kemudian ada “Sangkala 9/10″ di 2011. “Soekma Djaja” dipentaskan pada tahun 2013 dengan animo masyarakat yang terlihat semakin meningkat. Maka sejak itu, teater ini terbuka untuk Abang-None di semua wilayah Jakarta.

Nah, Oktober 2015 nanti, pementasan bertajuk “JAWARA! Langgam Hati dari Marunda” akan menjadi produksi dari Teater AbNon berikutnya. Sandiwara musikal betawi ini akan berbeda, karena sesuai judulnya yang mengandung kata ‘jawara’, akan ada banyak silat khas Betawi di dalamnya. Ada perguruan Harimau Belut Putih, Sabeni dan Putra Betawi yang ikut terlibat dalam pementasan tersebut. Kebayang ya bakalan seru banget pementasan ini. Jawara akan dipentaskan tanggal 24-25 Oktober nanti di Gedung Kesenian Jakarta. Pantengin twitternya @teaterAbNon untuk ifo lebih lanjut ya, temans.

Saya jarang nonton teater sih, sekali-kalinya dulu waktu kuliah, nonton teater “Mengapa Kau Culik Anak Kami” yang naskahnya ditulis Seno Gumira Ajidarma dan salah satu pemerannya Ninik L. Karim. Berkali-kali mau nonton Monolog Inggit di Galeri Indonesia Kaya nggak jadi terus sampai Happy Salmanya cuti hamil dan melahirkan (jadi entah kapan si Monolog Inggit itu ada lagi di GIK hihihi). Dan pementasan teater di GKJ atau Salihara itu kan pasti malam ya, jadi begitulah, sampai sekarang belum kesampaian hiks.

Tapi mudah-mudahan saja saya bisa menyaksikan Jawara! Langgam Hati dari Marunda ini Oktober nanti, kangen sama suasananya. Pssst, waktu SMP-SMU saya ini anak teater lho, suka pentas drama di panggung gitulah hahahaha *tutup muka*.

Ya sudah, sekian dulu reportase saya kali ini teman, sebagai penutup saya mau pamer foto bareng Mpok Mod, yang rasanya jomplang banget ya, nggak pede saya berdiri di sebelahnya hihihihi.

Mpok Mod yang terlampau tjantik :)

Mpok Mod yang terlampau tjantik :)

Pada Suatu Senja

foto milik Mas Febriyan Lukito

 

Kautahu lelaki di meja sebelahmu tengah gelisah menunggu seseorang yang tak kunjung datang.

“Kekasihmu?” tanyamu menebak. Lelaki di sebelahmu hanya bergumam tidak jelas, kau seharusnya tahu itu semacam pertanda lelaki itu tak ingin diganggu, tapi tentu saja kau hanya tersenyum, dan tetap mengajaknya berbincang.

“Bukankah senja tetap indah meskipun kau menikmatinya sendirian?” tanyamu lagi. Kali ini lelaki di sebelahmu menghela napas panjang, seperti menyerah.

“Aku tidak suka menunggu,” jawabnya ketus.

“Maka tidak perlu kautunggu, kalau begitu.”

“Entah kenapa kekasihku itu suka sekali membuatku menunggu.”

“Oh? Begitu.” Lelaki yang malang, lanjutmu dalam hati.

“Aku hanya ingin menikmati senja indah ini bersamanya. Itu saja.”

“Ah, sebuah keinginan sederhana yang rupanya sulit diwujudkan, betul?”

“Begitulah.”

Kau tersenyum mendengar suara lelaki itu yang terdengar sedih, sekaligus putus asa dan kesal di waktu yang sama. Lelaki itu menyesap anggurnya perlahan, seperti ingin menenangkan diri.

“Apakah kau juga tengah menunggu seseorang?” tanyanya setelah jeda merayap dalam senyap.

Kau menggelengkan kepala cepat. “Tidak, aku lebih suka sendiri.”

“Oh.” Lelaki itu seperti kehabisan kalimat basa basi, mungkin dia berpikir jawabanmu secara tidak langsung menyuruhnya diam.

“Tapi aku suka sekali berbincang,” lanjutmu lagi, tidak ingin kehilangan teman bercakap.

“Jika kau punya seorang kekasih, kau bisa mengajaknya berbincang kapan pun kau mau.”

“Mungkin benar. Tapi perempuan sepertinya terlalu merepotkan, setidaknya bagiku, mohon jangan tersinggung.”

Lelaki itu tergelak, seperti sepakat dengan pendapatmu meskipun enggan mengakuinya.

“Kau menyukai senja?” tanyamu setelah tawa si lelaki itu mereda.

“Selalu.”

“Oh? Ada alasan khusus?”

“Seseorang pernah memberitahuku, bahwa warna jingga pada senja adalah cara matahari mengucapkan selamat malam pada kita. Dan sejak itu aku memaknai senja dengan cara yang berbeda.”

Kau tertegun mendengarnya, kalimat seindah itu belum pernah kaudengar sebelumnya. Kau sudah lama menjadi pemuja senja, tapi kesimpulan sederhana seperti yang baru dikatakan lelaki itu tak pernah sekali pun melintas di benakmu. Lelaki itu benar, bahkan detik ini pun, kau memaknai senja di hadapanmu itu dengan cara yang berbeda.

“Kalimat yang indah,” katamu akhirnya. Lelaki di sebelahmu hanya mengangguk. Matamu diam-diam mengamati siluet wajahnya yang terlihat seperti pahatan patung Yunani yang sempurna dari tempatmu duduk. Lelaki yang rupawan.

Detik berikutnya kau dan dia asyik menatap ke arah senja yang jingganya kian meredup, menonton sang matahari yang perlahan namun pasti seperti bersembunyi di cakrawala, lantas berbisik dalam hati mengucapkan selamat datang pada malam.

“Kekasihmu sepertinya tidak datang,” katamu memecah sunyi. Senja yang menghubungkanmu dengan lelaki itu lenyap sudah. Kau harus bersiap kehilangan teman bercakap.

“Ya, kekasihku sepertinya tidak datang.”

“Kau akan tetap menunggunya?” tanyamu, sedikit cemas. Untungnya lelaki itu menggelengkan kepala.

“Tidak,” jawabnya pendek, namun dia tidak beranjak, tetap duduk di kursi di sebelahmu.

Kau tersenyum, memandang horizon yang kini telah pekat seluruhnya. Sepotong senja yang digantikan malam beserta seorang lelaki rupawan rasanya tetap sempurna.

“Izinkan aku menemanimu,” ujarmu seraya menggeser kursimu mendekati lelaki itu.

***

Note: 459 kata, untuk Monday Flash Fiction Prompt #78: Menikmati Senja

FOTILE Kini Hadir di Indonesia

Tanggal 7 Mei lalu saya menghadiri brand launching FOTILE yang diadakan di Hotel Indonesia Kempinski bersama emak-emak blogger. Ada yang sudah tahu tentang FOTILE? Mari saya ceritakan sedikit.

Suasana Launching

Suasana Launching

FOTILE ini merk perangkat dapur nomor 1 di Asia teman-teman, yang berfokus pada kombinasi perangkat dapur, misalnya saja rangehood, built-in hobs, built in steam oven, built in microwave oven, dan lainnya. FOTILE memang bukan merk Eropa, tapi produk dari China, tapi apa sih yang zaman sekarang tidak dibuat di China? iPhone saja dibuat di China kan? Ini bukan saya yang bilang lho, tapi Mr. Hansen yang merupakan Direktur FOTILE Indonesia dalam sambutannya. Kemarin ini bahkan mbak MCnya pun berbicara dengan bahasa Mandarin, ada juga Mr. Hu Guoqing (Product & Marketing Dept. Overseas Division) dan Ms. Jiang Yi (General Manager Overseas Division) yang menjelaskan langsung tentang keunggulan produk dan juga visi misi FOTILE.

foto dari web Fotile

contoh rangehood, hobs, dan microwave Fotile

Sebelum acara inti dimulai, kami disuguhi biskuit dan kue yang baru saja matang dari dapur berperangkat FOTILE, masih hangat! Dan saya bisa melihat langsung para chef yang memasak kue menggunakan peralatan masak nan canggih ini. Dan mulailah berandai-andai dapur saya bisa semacam demikian, alangkah menyenangkannya ya *mari berkhayal* :).

Masalah klasik buibu sesemesta raya -atau setidaknya, di Indonesia- perihal memasak di dapur biasanya sebagai berikut: dapur dan lemari yang bau akibat asap masakan, sisa bahan masak yang menempel dan sulit dibersihkan, ceceran minyak di kompor hingga ke lantai, api kompor yang tidak stabil hingga memboroskan gas, dan yang paling ekstrim mungkin sumbu kompor yang meledak. Duh, serem ya.

Nah, dengan pengalaman di industri dapur selama lebih dari 20 tahun, FOTILE menyadari bahwa karakteristik kuliner (dan cara memasak) negara-negara di Asia berbeda dengan masakan Eropa. Di Indonesia saja misalnya, masakan seperti rendang atau sate memerlukan api besar dan mengakibatkan asap yang banyak, belum lagi kalau menggoreng ikan asin, aroma yang kuat semacam ini bisa menjadi permasalahan tersendiri. Maka melalui riset yang mendalam, FOTILE berusaha memberikan solusi dari permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi di dapur orang Asia.

Rangehood dan EPS (Efficient Powerful Safety) burner dari Fotile misalnya, dirancang untuk menyerap asap dan bau yang kuat dari masakan di dapur, tapi suaranya tidak berisik sehingga tidak mengganggu pengguna dapur. Selain itu dapat menghemat energi gas dengan teknologi api FOTILE yang efisien. Jadi kegiatan masak memasak pun tetap menyenangkan, sehat, aman, dan bebas stres karena kondisi dapur yang tetap bersih dan tidak berbau.

Bahkan FOTILE menyediakan jaminan servis dan sparepart selama 3 tahun lho, buat saya hal ini menjadi indikator lain bahwa perangkat dapur high-end ini memang memiliki kualitas yang baik. Apalagi bertahun-tahun FOTILE rupanya telah memenangkan berbagai penghargaan international, seperti German IIF dan Red Dot Award.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Saat kami diberi kesempatan melihat lebih dekat setiap perangkat dapur yang ada, sebagai emak-emak sejati pertanyaan pertama saya tentu saja adalah: “harganya berapaan mas?” yang dijawab dengan “berkisar antara 3,5 juta hingga 50 juta, Bu”. FOTILE sudah tersedia di Best Denki, Electronic Solution, Rumahku, dan lain-lain. Ada teknisi khusus kok untuk membantu memasangkannya di rumah.

berpose dulu sebelum acara dimulai

bersama emak-emak KEB

#FFRabu – The Bucket List

“Ada sebuah survey yang bertanya pada seribu orang apakah mereka ingin tahu kapan mereka mati.”

“Oh ya? Bagaimana hasilnya, Max?”

“96% menolak. Mereka tidak ingin tahu.”

“Berarti hanya 4%nya yang ingin tahu kapan mereka mati.”

“Begitulah, Lily.”

“Kau termasuk yang mana? Yang 4%?”

“Tadinya begitu. Tapi saat dokter berkata hidupku sekitar 6 bulan-an lagi karena si kanker, ternyata tidak terlalu menyenangkan menjadi orang-orang yang berada di golongan 4%.”

“Jangan percaya kata dokter, yang menentukan kapan hidupmu menemui titiknya hanyalah Tuhan.”

“Ya, aku tahu. Tapi aku harus segera melakukan nomor pertama di the bucket listku.”

“Apa itu?”

“Melamarmu.”

“Oh?!”

“Maukah kau menikah denganku, Lily?”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF

PS : Terinspirasi dari film The Bucket List yang dibintangi Morgan Freeman dan Jack Nicholson