#FFRabu – The Bucket List

“Ada sebuah survey yang bertanya pada seribu orang apakah mereka ingin tahu kapan mereka mati.”

“Oh ya? Bagaimana hasilnya, Max?”

“96% menolak. Mereka tidak ingin tahu.”

“Berarti hanya 4%nya yang ingin tahu kapan mereka mati.”

“Begitulah, Lily.”

“Kau termasuk yang mana? Yang 4%?”

“Tadinya begitu. Tapi saat dokter berkata hidupku sekitar 6 bulan-an lagi karena si kanker, ternyata tidak terlalu menyenangkan menjadi orang-orang yang berada di golongan 4%.”

“Jangan percaya kata dokter, yang menentukan kapan hidupmu menemui titiknya hanyalah Tuhan.”

“Ya, aku tahu. Tapi aku harus segera melakukan nomor pertama di the bucket listku.”

“Apa itu?”

“Melamarmu.”

“Oh?!”

“Maukah kau menikah denganku, Lily?”

***

Note : 100 kata, untuk tantangan menulis #FFRabu di @MondayFF

PS : Terinspirasi dari film The Bucket List yang dibintangi Morgan Freeman dan Jack Nicholson

Ngebolang Berpassport

Ish, so iyeh banget yah judulnya hihihihi.

Jadi ceritanya minggu lalu saya dan Akang Matahari ngebolang berpassport, kali ini ke Bangkok lanjut ke Kuala Lumpur, berdua aja. Maka begitulah, foto-foto berduanya cuma selfie semata, nggak ada Neng Iqoh sahabat saya yang biasanya jadi tukang foto hihihihi.

Tapi dalam postingan ini saya tidak (atau belum) akan bercerita tentang acara ngebolang itu sendiri, tapi ingin sedikit curcol perihal judgement yang beberapa hari ini saya terima karena ngebolang ke luar negeri.

Label Horang Kayah (Aamiin…)

Tolong di-Amin-kan dulu saja ya teman-teman, terima kasiiih *biggrin*. Kalau indikator label ‘orang kaya’ ini cuma pernah ke luar negeri, ya baiklah saya rela-rela saja disebut orang kaya *apasih?!* Tapi faktanya kan tidak seperti itu yaa hehehe. Intinya sih, kami bukan (belum sih mudah-mudahan he he) orang kaya sama sekali. Biasa-biasa saja, punya cicilan ini itu, menahan diri dari keinginan membeli ini itu, menabung sekuat tenaga untuk rencana ini itu, semacam demikian.

Apalah di dunia ini yang tidak membutuhkan uang, yes? Tapi masalah uang ini memang cukup sensitif untuk dibahas, karena setiap individu-setiap pasangan-setiap keluarga pasti punya prinsip dan pandangan sendiri-sendiri, mari saling menghormati saja toh?

Saya -dan pak suami- suka sekali ngebolang (baca: traveling), sehingga dibuatlah anggaran khusus untuk kesukaan yang satu ini. Kami ini backpacker kere pun, begadang nyari tiket promo, browsing sana sini nyari hostel murah, dan sebagainya dan seterusnya yang memungkinkan acara ngebolang kami tidak mengakibatkan kebangkrutan yang merugikan. Bahkan nih ya, pas di Bangkok kami memilih naik bus yang ongkosnya cuma 6,5 baht daripada naik BTS bertarif 42 baht lho demi menghemat hahahaha.

Jadi begitulah, jangan suudzon dulu mereka-mereka yang bisa ke LN itu orang kaya ya, temans! hihihihi.

Bersenang-senang

Poin ini pengertiannya adalah bersenang-senang dalam hidup, atau bisa disebut nggak-ingat-mati. Maafkan kalau agak-agak menyeramkan ya :D. Rasanya entah di postingan yang mana saya pernah menyinggung hal ini juga, bahwa ada seorang teman yang menganggap sikap kami berdua ini terlalu ‘duniawi’, mengisi hidup dengan kesenangan belaka yang tidak bermakna, tanpa mengingat bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk bekal di akhirat nanti.

Duh.

Saya berpendapat bahwa hubungan manusia dengan Tuhannya adalah hubungan yang privat sekali. Jadi saya sulit mengerti kenapa teman saya ini merasa berhak menghakimi saya semacam demikian. Mari berpositive thinking saja bahwa maksud dia adalah mengingatkan saya ya :). Karena dengan ‘bekal’ judgement dari blio itu, saya tidak lupa bertasbih saat melihat segala hal yang menakjubkan, tidak meninggalkan sholat, hingga berhati-hati memilih makanan.

Lantas bagaimana dengan kematian?

Ini sesungguhnya pertanyaan langsung dari Mamah saya sendiri. “Memangnya nggak takut naik pesawat yang pernah jatuh dan penumpangnya meninggal semua itu?” Demikian Mamah bertanya saat menelepon saya. Rasanya hanya manusia yang-bukan-manusia-betulan (atau manusia super, mungkin?) yang tidak memiliki rasa takut, dan karena saya manusia biasa yang biasa-biasa saja, rasa takut itu tentu saja ada. Tapi, berhubung waktu dan cara kematian saya dirahasiakan, ya sudahlah ya, pasrah aja :).

Sebetulnya masih ada beberapa hal lagi sih, tapi sudah terlalu panjang untuk sebuah postingan curcol belaka, jadi mari kita akhir saja di sini ya, temans. Niatnya sih nanti saya akan buat postingan tersendiri hari per hari dari acara ngebolang kemarin, meskipun kok saya jiper duluan nanti malah dianggap pamer *galau* hahahaha. Ya sudahlah ya, itu nanti saya pikirkan lagi :P.

Baiklaaah, ada bonus beberapa foto selama di sana. Enjoy :)

When I See You Again

Udah pada nonton Fast & Furious 7 kan ya? Kalau belum ya nggak apa-apa juga sih, santai aja he he.

Bukan, saya tidak akan mereview film kok. Film ini -menurut banyak review- memang sangat emosional, mungkin karena Paul Walkernya sudah meninggal ya, jadi drama-nya terasa lebih dalam. Tapi seperti judul postingan kali ini, lagu When I See You Again yang merupakan salah satu soundtrack film ini mengingatkan saya pada seorang sahabat yang telah pulang duluan.

Setiap mendengar lagu ini, langsung deh saya mengingat sahabat saya itu, kangen :). Ya sudahlah ya, daripada sedih-sedih, sila dengarkan lagunya saja temans.

Blogger Gathering di Beau Shop

Baru kali ini lho saya dapet doorprize, parfum pula, Sarah Jessica Parker pula, senanglah ya saya hohohoho.

Lovely

Kok bisa? Mari saya ceritakan temans.

25 Maret lalu (iyaaa…udah lama banget emang hihihihi), ada sebuah acara yang sebetulnya nggak-saya-banget. Apa itu? All in 1 Beauty Blogger Gathering! Duh, ini mah kebayang lah ya, diperuntukkan untuk para beauty blogger nan cantik jelita tralala semacam itu, hawong guest starnya saja Aurelia Justina pun, mbak cantik ini adalah make up artis yang ngeheits banget gitulah. Sementara saya? Eye liner sama eye shadow pun suka ketuker-tuker bhuahahahaha.

Jadi, penyelenggara acara ini, yaitu Beau Shop, sudah memiliki 10 gerai di Jabodetabek. Mereka menjual beauty product from head to toe dari berbagai merk, lokal maupun import (yang sudah lolos sertifikasi Indonesia tentu saja), jadi terjamin aman dan keasliannya. Untuk lebih lengkapnya, sila berkunjung ke website http://beaushop.co.id/ yaa. Salah satu lokasinya ada di Pondok Ungu Bekasi, paling lima belas menit lah dari rumah saya mah hihihihi. Meskipun namanya Beau Shop yang menjual beauty product, tapi ada juga kok untuk para pria, krim cukur dan semacamnya tersedia juga. Jadi jangan ragu untuk datang dan berbelanja ya, mbak-mbaknya helpful banget kalau kita mau bertanya ini itu.

Acaranya seru banget waktu itu, kami diminta belanja selama 15 menit (vouchernya dikasih dong ya, 100K hohoho), membeli produk kecantikan di Beau Shop, yang nantinya akan dipakai untuk lomba make up! Ampuuun deh, bingung saya kakaaaak, kagak bisa dandan hahahaha. Saya belanja eye shadow dan blush on-nya Silky Girl. Kenapa? Karena kepengen punya aja sih, meski nggak bisa makenya hahahaha.

Singkat cerita, pemenang lomba make up tentu saja bukan saya *yaiyalaaah :P*. Pemenang live twit pun bukan saya *apasih, Rin!*, tapi ya itu tadi, saya menang doorprize si parfum itu tuh di awal postingan *geje* hihihihi.

Tapi berkat mbak Aurel sang guest star, saya jadi belajar ilmu baru, yaitu berdandan he he. Nah, daripada saya salah menjelaskan karena soal make up ini saya sangat awam, sila ditonton saja nih videonya buibu, semoga bermanfaat yaa.

Mungkin saya memang bukan beauty blogger, tapi nggak kapok kok datang ke acara semacam ini, jadi banyak belajar juga kan. Terima kasih banyak untuk Beau Shop yaa :)

Bersama emak-emak blogger yang semakin cantik

Sonia

“Kamu harus move on, Nak. Mau sampai kapan begitu terus?” Kau hanya geming, lantas tersenyum tipis, lalu menunduk menatap lantai.

“Iya, Bu,” jawabmu akhirnya, pendek. Meskipun itu hanyalah di bibirmu saja, karena hatimu terlanjur tenggelam di palung lautan cinta paling dalam. Tak bisa pergi, apalagi lari, kau selamanya akan memilih tetap tinggal di sana.

“Ibu cuma ingin kamu bahagia, perempuan kan banyak, bukan cuma dia aja. Kamu pasti bisa …” Ibumu tidak melanjutkan bicara, karena kau sudah berdiri marah menatap ibumu, matamu penuh luka.

“Dia punya nama, Bu,” katamu, dingin. Kemudian beranjak menuju pintu, berdiri di sana, mengusir ibumu tanpa kata.

Ibumu mengesah sebelumnya akhirnya menyerah. “Ibu tahu kamu kekasih yang baik untuk Sonia, tapi dia ….” Kalimat itu tak pernah selesai, ibumu memilih melangkah, meninggalkanmu kembali sendirian di kamar.

Kau menutup pintu, lantas membiarkan Sheryl Crow bernyanyi lebih lantang. Bergumam pelan melafalkan lirik demi lirik lagu Strong Enough seraya memandang keluar jendela, kau tersenyum teringat sebuah kenangan tentang Sonia, bahwa lagu itu adalah salah satu kesukaannya. ‘Cause you can’t change the way I am, kalimat itu membuatmu tersenyum, karena siapa pun -atau apa pun- tak bisa mengubah cintamu pada Sonia.

Kau menoleh pada sebingkai pigura di atas meja. Potret Sonia yang telah tiada. Aku tersenyum padamu yang tengah tersenyum menatapku. Berbahagialah, Sayang, karena aku akan menunggumu di surga.

***

Note: 217 kata, untuk Monday Flash Fiction Prompt #75: Are You Strong Enough

Sahabat Terbaik Wanita

Nah, mumpung tanggal 23 April adalah hari buku sedunia, saya mau cerita soal menstruasi ya.

Eh, jangan pingsan dulu temans, maksud saya gini lho, kalau sedang menstruasi, biasanya para wanita ini -sedikit atau banyak- cenderung merasakan sakit, kram perutlah, lemaslah, dan sebagainya dan seterusnya. Nah, kalau sudah begitu, manalah bisa kami ini membaca sebuah buku, betul? *iyain aja atuh biar cepet!* hihihihi.

Kemarin saya menghadiri Kiranti yang sedang berulang tahun ke-21. Barangkali ada yang belum tahu, Kiranti ini bukan siapa yaa bapak-bapak, tapi ‘apa’, dia ini minuman herbal tradisional yang bisa meredakan nyeri saat haid. Walaupun, minuman ini bisa-bisa saja kok diminum para lelaki, tidak akan membuat teman-teman jadi ikutan menstruasi lho he he. Kenapa? Karena minuman itu terbuat dari kunyit, asam dan gula jawa, jahe dan kencur. Atau, sekarang sudah ada varian baru Kiranti Pegal Linu yang kandungan jahe-nya lebih dominan sehingga bisa menyegarkan kembali tubuh yang lelah.

Berbicara tentang nyeri saat menstruasi, dr. Ardiansyah Dara, SpOG mengatakan bahwa dismenorea (nama medis dari nyeri haid) terjadi akibat tubuh sedang melepaskan hormon prostaglandin, yang fungsinya merangsang kontraksi otot untuk melahirkan dinding rahim. Seiring otot rahim berkonstraksi, rasa nyeri atau kram biasanya juga turut menyertasi. Hormon estrogen dan progesteron yang kadarnya berkurang saat  menstruasi, juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun, tubuh mudah lelah dan timbul mood swing. Nah, jadi kalau buibu ini suka marah nggak jelas atau semacamnya sebulan sekali, mengertilah ya sekarang alasannya, salahin aja itu si hormon-hormon! hahaha :P.

Sebagai bintang iklan Kiranti, Citra Kirana yang cantik juga hadir, menceritakan pengalamannya saat menstruasi yang biasanya terasa sakit saat hari-hari pertama. Ada juga dr. Sophia Hage, seorang dokter spesialis keolahragaan yang pernah mengalami nyeri hadi saat masih kuliah dulu, yang setelah ditelusuri penyebab itunya adalah karena terlalu lelah serta kurang istirahat dan olahraga. Jadi pola hidup sehat juga mempengaruhi temans, meskipun rasa nyeri itu pasti akan tetap ada, intensitas dan kadar sakitnya bisa dikurangi.

Tentang Kiranti yang bisa bertahan hingga 21 tahun lamanya, itu adalah karena selama wanita masih ada di semesta, rasa nyeri saat menstruasi pun tidak akan bisa hilang seluruhnya. Bahkan pak dokter sempat bercanda, jangan-jangan nanti di surga juga disediakan Kiranti lho :D. Kami sempat disuguhi iklan TV Kiranti dari tahun ke tahun. Tapi yang membuat saya sedikit syok, adalah saat mbak MC mengatakan bahwa Kiranti ini usianya bahkan sudah lebih tua daripada Citra Kirana. Apppah? Usiamu berapa, Dik? *cabutin uban*.

Mbak Yuna, MarCom dari OT Group menambahkan, minuman ini satu-satunya Obat Herbal Terstandar (OHT) dalam kategori minuman datang bulan. Sudah mendapat klasifikasi BPOM untuk obat tradisional setingkat di atas jamu, yang khasiatnya sudah melalui uji klinis dan praklinis, sehingga aman dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping apa pun. Dan tentu saja sudah tersertifikasi halal. Sering menerima Top Brand Award juga, wajarlah ya dia tetap dipercaya masyarakat umumnya, dan menjadi sahabat terbaik para wanita yang sedang datang bulan.

Ya sudah sebegitu dulu reportase saya kali ini temans. Saya cenderung suka meminum jamu, jadi ya memang lumayan sering meminum Kiranti, apalagi kalau dingin-dingin. Resmilah Kiranti jadi sahabat terbaik saya juga :).

Woman in You

Sepagian tadi saya pergi ke dua bank. Dan sedikit terheran-heran kenapa mbak-mbak teller-nya kok kebayaan. Ndilalah ini hari Kartini toh. Saya ingat kalau hari Kartini adalah tanggal 21 April, yang saya lupa adalah, 21 April itu ya hari ini. Begitulah. Sepertinya, sebagai emak-emak, tanggal dan hari yang saya ingat persis adalah saat suami gajian. Hihihihi.

Tidak, tidak, dalam postingan ini saya tidak akan ikut-ikutan nyinyir (kalau teman-teman menganggapnya sebagai sebuah kenyinyiran) perihal apa korelasi antara kebayaan dan Hari Kartini. Saya tidak akan pro atau pun kontra, biasa-biasa saja.  Yang mau memakai kebaya atau baju daerah ya silakan, yang nggak pun tak apa, bebaaaas, gua mah gitu orangnya, ga masalah, beneran! :)

Jadi saya mau cerita saja, boleh ya. Hari Sabtu lalu, untuk pertama kalinya saya pergi ke Alam Sutera. Tolong dipahami bahwa rumah saya di Bekasi, jadi yaa, perjalanan ke Tangerang Selatan itu semacam lintas kota lintas provinsi begitulah ya. Ampun deh ah, jauh dan lama banget kagak nyampe-nyampe hahahaha. Kenapa saya ke sana? Demi ‘bertemu’ Dewi Lestari sodara-sodara!

#WomanInYou with @deelestari

A photo posted by Rinrin Indrianie (@neng_orin) on

Bertempat di Flavor Blis, tempat hang out yang punya tag line “eat, play, shop” ini memang cucok dikunjungi saat akhir pekan bersama keluarga. Bapak-bapak bisa menunggu di banyak tenant restoran selagi menunggu para ibu-ibu shopping dan krucil bermain. Sedaap! hehehehe.

Kembali ke event Woman in You, talkshow yang dipandu mbak Ribka benar-benar hangat, mungkin karena Ibu Suri a.k.a Dee atau mbak Dewi Lestari ini betul-betul humble  dan juga ramah yaa, jadi kayak lagi nonton mereka ngerumpi hore gitu aja deh pokoknya. Dee bercerita tentang awal dia menulis dan menyanyi, tentang pengalaman ‘gila’ mencetak 7000 buku dengan uangnya sendiri, hingga tentang kembali nekat menjadi anak kos saat menulis Perahu Kertas untuk menemukan feel anak muda di saat dia sudah menjadi ibu satu anak. Banyak hal yang saya pelajari darinya, tapi yang paling saya ingat adalah “tulislah sesuatu yang ingin kamu baca”.

Pada para peserta yang memang hampir seluruhnya dari komunitas perempuan, Dee berkata bahwa hebatnya seorang wanita adalah dia dituntut menjadi multiperan. Tidak hanya multitasking saja ya buibu, tapi ya itu tadi, semacam EO untuk kelangsungan hidup seluruh keluarga dari hari ke harinya. Hebat juga ya si perempuan ini *kibas jilbab* hihihihi.

Setelah talkshow yang selesai sekitar pukul 2 siang, sebetulnya Dee akan tampil kembali untuk menyanyi bersama adiknya (Arina Mocca) pukul 7 malam. Tapi ya apa boleh buat, setengah 3 pun saya harus cuss pulang lagi ke Bekasi, perjalanan antar galaksi begitu nggak bisa malam-malam sepertinya hihihihi. Semoga saja lain kali saya bisa bertemu lagi dengan Dewi Lestari dan berani untuk bertanya atau setidaknya minta foto bareng #eeaa.

Well, sekian reportase kali ini. Selamat hari Kartini :).