Siapa yang Suka Main Halma?

Sayaaaaa! *menjawab pertanyaan judul postingan* hehehehe.

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi kantor Tokopedia dan kemudian diajak berkeliling melihat-lihat. Kantor yang menyenangkan itu memang bikin betah ya, interior desainnya seperti sengaja dibuat untuk menstimulasi karyawannya agar selalu berpikir kreatif. Salah satunya adalah permainan masa kecil semisal ayunan (iya! di dalam ruangan ada beberapa ayunan!), dan berbagai board game termasuk si halma ini.

Saat kecil dulu, saya lumayan aktif, kalau main ya harus di luar, sesepedahan sama teman-teman hingga ke hutan, naik pohon mangga, berenang di sungai, bahkan ikut main layangan di sawah dengan Bapak dan adik laki-laki saya hihihihi. Tapi, kalau hujan atau malam hari dan si anak-anak ini masih kelebihan energi, di rumah kami biasanya main board game. Ular tangga, ludo, otelo, catur, hingga karambol ada tuh semuanya di rumah. Dan saya paling suka (dan kemudian sering menang) kalau bermain halma.

Jenis halma yang ada di foto di atas sepertinya sedikit berbeda, yang biasa saya mainkan adalah seperti berikut:

Permainan zaman kecil,aq paling jago maen halma hihihi

A photo posted by Rinrin Indrianie (@neng_orin) on

Barangkali ada yang belum tahu, cara mainnya, halma ini mudah saja kok. Hanya tinggal memindahkan pion dari ‘rumah’ asal ke ‘rumah’ yang ada di seberang sesuai warna. Idealnya melalui bidang luas di tengah (yang warna hijau) atau boleh-boleh saja memutar ke ‘rumah’ lawan. Pemenang adalah dia yang berhasil memindahkan seluruh pion ke rumah seberang paling cepat.

Dalam gambar, ada titik hitam penyambung garis kan ya? Nah, si pion hanya boleh melangkah pada titik dalam satu garis yang sama, dan boleh melompati satu pion jika di depannya ada ruang kosong. Cara ini mempercepat pion sampai ke rumah seberang, sekaligus tantangan dalam permainan ini karena tidak semua ‘jalan’ bisa terlihat. Errr, membingungkan nggak sih penjelasan saya? hahahaha *ngumpet*.

Saya menemukan semacam cara bermain halma di YouTube nih, bahasa Jerman (?) sepertinya ya, tak perlu didengarkan, lihat saja cara melangkahnya, mudah-mudahan bisa lebih jelas.

Bagaimana? Cukup bisa dimengerti kan setelah melihat videonya?

Konon, permainan ini merupakan 1 dari 5 permainan untuk mengasah otak anak. Kenapa? Karena ya itu tadi, para pemain dituntut mencari jalan dan celah untuk segera sampai, mencari strategi dan taktik membuat ‘jalan’ kita sendiri tanpa dihalangi (kalau menghalangi lawan sih gapapa ya *ups* hihihihi), membuat keputusan cepat dan berfokus pada solusi, tapi tetap bersaing secara sehat (karena tidak bisa curang, kalau maju tapi tidak ada titik kosong untuk pijakan, atau melangkah tidak dalam garis yang sama, ya ga boleh atuh woi!).

Kalau Bapak saya ikut main, biasanya kami membuat peraturan baru. Yaitu semua pion harus keluar dari rumah asal dulu semuanya, dan baru boleh dimasukkan ke rumah di seberang. Terbayangkan tidak? Di bagian tengah itu hiruk pikuk berkumpul semua pion sehingga tidak ada celah kosong untuk mejadi pijakan melangkah. Tambah mumet tambah seru! hahahaha.

Mungkin, yang paling saya suka dari permainan ini adalah karena menang atau kalah seluruhnya saya yang menentukan, pilihan keputusan saya yang menjadi penyebabnya, bukan berasal dari dadu yang tidak bisa saya kendalikan akan keluar di angka berapa. Seperti itu jugalah hidup, harus punya tujuan yang jelas, mencari seluruh jalan terbaik untuk sampai, tapi tetap harus bersenang-senang. Eh, kok jadi berat ya bok bahasannya qiqiqiqi.

Di rumah orang tua saya di Majalengka sana, masih ada si halma ini, dan setiap pulang, pasti akan saya mainkan, bersama adik-adik dan atau pak suami. Karena maksimal cuma bisa bertiga sementara yang mau main banyak, biasanya yang kalah langsung diganti hihihihi. Psssst, AM sih biasanya kalah ya hahahaha *tertawa senang*.

**

“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa” 

Advertisement

24 thoughts on “Siapa yang Suka Main Halma?

  1. Kantor tokopedia ya? Kalo lebih diamati malah mirip kantornya Google. Strategi pemasaran kreatif ditunjang dengan fasilitas unik dan menyenangkan yang ada di gedung kantornya. Nggak salah, bisnis tokopedia bisa se-gedhe itu 🙂

    Like

  2. Halma ini mengasyikkan …
    Orang-orang yang memperkenalkan permainan ini ketika saya kecil adalah Ibu dan Almarhum Bapak Saya …
    Mereka sering main berdua … dan ketika saya sudah mengerti … mereka mengajak saya ikut serta

    Salam saya Orin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s