Satu ‘Bintang’

Cukup lama saya memilah milih, padahal postingan di tahun ini tidak seberapa banyak, ternyata memutuskan satu postingan yang berkategori ‘self reflection’ ini susah juga ya hihihihi. Akhirnya, pilihan jatuh pada Tentang Launching Little Stories yang saya buat tanggal 24 Februari 2014 lalu. Kenapa? Ah, tentulah bisa ditebak jawaban saya ya. Tulisan tersebut sangat berkesan bagi saya, karena semacam ejawantah dari ‘bintang’ yang telah berhasil saya raih. Sebuah achievement yang luar biasa bagi saya yang bukanlah siapa-siapa ini.

Postingan itu pendek saja, hanya terdiri dari beberapa paragraf singkat, dan juga diselipi beberapa foto dari acara launching. Seperti juga jumlah ‘like’ yang tak seberapa, teman-teman yang berkomentar pun cenderung sedikit jika dibandingkan dengan postingan saya yang lain. Tapi efek dari launching buku antologi  itu-sekali lagi, bagi saya- sungguhlah luar biasa.

Ceritanya begini temans.

Sesaat setelah launching berakhir, dua orang mbak dan mas dari Yahoo! Indonesia menghampiri kami, lantas ngobrol ini itu, lantas diputuskanlah kami akan menjadi (semacam) mentor dari workshop menulis yang akan mereka selenggarakan. Apalah saya ini ya, menulis pun sekadar suka saja, maka ketika diminta menjadi mentor begitu, saya langsung hendak menolak. Tapi kemudian saya -dan kami- berpikir, mungkin istilah mentor itulah yang menyeramkan, toh nanti kami hanya akan berbagi pengalaman saja. Dan siapa yang menentukan standard seseorang membagi pengalamannya sendiri pada orang lain? Tidak ada. Semua orang bisa melakukannya, bukan?

 

Setelah worksop yang sempat membuat saya dan teman-teman saya nervous itu -Alhamdulillah- berhasil, kejutan lain datang. Kali ini melalui sebuah email dari adik imut kelas 9 seperti berikut, yang nyaris membuat saya pingsan *mulai deh lebay hihihihi*.

tugas analisis cerpen

 

Ya ampun, cerpen saya dibedah! Maafkan kenorakan saya yang tidak mudah memercayainya temans. Cerpen Dewi Lestari, Agus Noor, atau Seno Gumira Ajidarma, mungkin wajar saja ya, tapi ini cerpen Rinrin Indrianie lho! :P. Terlepas dari adik imut ini memang  baru kelas 3 SMP (zaman saya rasanya belum ada tugas membedah cerpen semacam ini) sehingga wajar saja jika mencari cerpen yang cenderung mudah. Tapi -menurut saya- cerpen Sang Ilalang itu bentuknya tidak seperti cerpen pada umumnya. Plotnya aneh, tokohnya tersembunyi, saya malah pusing sendiri lho bagaimana Si Adik ini mencari unsur instrinsik-ekstrinsiknya hahaha. Tapi saat saya baca hasilnya (17 halaman banyaknya!), sungguh sangat menakjubkan, bahkan ada beberapa hal yang baru saya pelajari dari cerpen saya sendiri setelah membaca tugas analisis tersebut.

Begitulah, kenapa postingan tersebut saya pilih, karena saya bisa ‘melihat’ diri saya sendiri dengan perspektif yang berbeda, melakukan hal-hal yang -sebelumnya- saya pikir tidak mungkin saya lakukan, hingga tersadar bahwa saya memiliki sesuatu dalam diri saya yang membuat keberadaan saya -mungkin- lebih bermakna bagi sesama.

Little Stories mungkin hanyalah bintang kecil dalam kehidupan saya. Karena saya masih tetap ingin menerbitkan novel yang seluruhnya saya tulis sendiri, atau buku kumpulan cerpen yang kesemua cerpennya adalah cerpen saya sendiri. Bintang besar yang itu sudah ada dan menunggu untuk saya raih. Tapi kecil ataupun besar, bintang tetaplah bintang, bukan? Dan saya sungguh mensyukurinya satu bintang ini berhasil saya peluk di tahun 2014 ini.

***

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

27 thoughts on “Satu ‘Bintang’

  1. Orin…..Selamat ya. Ini dia bintangnya ….hingga tersadar bahwa saya memiliki sesuatu dalam diri saya yang membuat keberadaan saya -mungkin- lebih bermakna bagi sesama…..
    Selamat datang bintang-bintangnya Orin. Salam

    Like

  2. Alhamdulillah, selama ya Oriiiiiin…saya nggak heran kalo cerpen orin ada yang dibedah sama anak ke las 9, yang bikin saya heran adalah anak kelas 9 itu ternyata udah tertarik ngebedah cerpen Orin yang memang unik dan selalu beda.
    Betapa cerdasnya!
    Smoga bintang-bintang yang lain akan diraih Orin di tahun mendatang…peluuuuuk…
    😀

    Like

  3. Oriiiiiin!
    Ikutan seneng dan banggaaaaa banget punya temen kayak Orin yang udah berkarya 🙂

    Aku pun suka terkagum2 kalo baca flash fiction mu itu yang pemilihan katanya tidak biasa dan endingnya suka ngagetin…

    Lanjutkan yah Rin 🙂

    Like

  4. Ah Oriiin, kenapa sih dirimu selalu merasa sebagai bukan siapa-siapa? Huehehehehe. Tulisan-tulisanmu sungguhlah bermakna RIn dan jadi standar cerpen yang gw baca. Tahu gak sih gw ini sekarang males banget baca cerpen loh di blog. Tapi kalo dikau yang tulis insyAllah selalu dibaca tuntas (kalo ga ketinggalan)

    Like

  5. Pingback: Postingan Pertama (?) | Rindrianie's Blog

Leave a Reply to Arman Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s