Tentang Catatan Hati Seorang Istri

Postingan ini saya tulis setelah membaca postingan Mak Nurul yang ini, postingan tersebut menyinggung tentang sebuah sinetron yang diangkat dari novel Asma Nadia berjudul sama : Catatan Hati Seorang Istri (untuk selanjutnya kita singkat menjadi CHSI) yang rupanya sedang happening saat ini.

Jadi ceritanya begini temans.

Saya memang rasanya belum layak lah ya menyebut diri saya sebagai seorang penulis (atau semacamnya) hanya karena sudah berhasil menerbitkan sebuah buku -itupun antologi tentu saja- di penerbit mayor yang bukunya mungkin bisa ditemui di hampir seluruh toko buku, maka saya tidak pernah menceritakan hal ini ke keluarga besar saya. Adik-adik saya tahu setelah saya pasang foto launching di facebook, dan dari sana tentu saja Mamah saya  pun jadi tahu kalau saya ini -katakanlah- seorang penulis.

Lantas apa hubungannya dengan sinetron CHSI?

Alkisah, di suatu hari yang biasa-biasa saja, saya menelepon Mamah. Biasalah menanyakan kabar, dan mendengarkan beliau bercerita ini itu dan sebagainya dan sebagainya. Mamah saya, seperti juga ibu-ibu pada umumnya *halah* tentu saja pencinta sinetron, dan rupanya CHSI adalah sinetron berikutnya yang menjadi sinetron terfavorit beliau. Maka terlibatlah perbincangan kami yang (kurang lebih) seperti ini.

Mamah (M) : Teteh katanya nulis buku?

Saya (S) : Iya.

M : Sok atuh dibikin sinetron, kayak CHSI tuh, kan dari novel cenah?

S : Iya, yang nulis Asma Nadia, dia mah penulis terkenal atuh Mah, bukunya juga baaaaanyak

M : Nulis yang kayak gituh atuh, ih Mamah suka banget da sinetronnya, apalagi Hana tuh meni sabaaar pisan. Tonton gih, bagus kok, banyak hikmahnya bla… bla… bla…

Dan percakapan berlanjut hingga pulsa saya hampir habis untuk bertelepon ria selama setengah jam lebih hihihihi.

Terus, apa hubungannya perbincangan dengan Mamah di atas, dengan postingan kali ini?

Meskipun terlihat tidak masuk akal saya bisa menyamai seorang Asma Nadia yang tulisan-tulisannya sudah saya baca bahkan sejak saya masih kuliah, tapi harapan -jika saya bisa menyebutnya demikian- Mamah itu entah bagaimana seolah mampu menjadi semacam pecut bagi saya, untuk berupaya menjadi penulis ‘betulan’, karena rasanya begitu mengharukan saat Mamah menganggap saya bisa melakukan hal tersebut. Padahal kan tulisan saya masih geje bin teu pararuguh begitu ya hihihihi.

Ya sudah, begitu saja dulu curcol saya hari ini temans, jadi kalau nanti ada sinetron/filem dengan keterangan ‘based on Rinrin Indrianie’s book’ tidak perlu terlalu kaget yaa 😀

Hahahaha *menghayal dot com*

Advertisements

24 thoughts on “Tentang Catatan Hati Seorang Istri

  1. yg unik dari sinetron ini…. nggak selalu ngikutin seh… kalau di sinetron atau acara lain, running textnya biasanya berupa berita… kalau CHSI ini running textnya berupa kicauan para penonton 😀

    Like

  2. Aaamiiiiinnnn….. *paling kenceng nih amin-nya saya, hehehehe* iya teh, doa ibu itu MUJARAB BANGET! InsyaAllah, aku jadi penonton setia pilem/sinetron/whatever yang diangkat dari bukunya teh Orin… Bismillah teh…

    Like

  3. Oriiiiiin…
    aku turut meng Amin kan doa mamah Orin yaaaah 🙂
    Kalo beneran dijadiin sinetron, bakalan bela-belain aku tonton lah walopun biasanya paling males nonton sinetron teh…
    Tapi demi Orin mah aku relaaaaa 🙂

    Like

  4. Pingback: Nggak Ada Loe, Nggak Rame – bukan bocah biasa

  5. Pingback: Mari Kita Berkhayal | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s