Saatnya Peduli

Minggu lalu, ceritanya saya pergi berlibur ke Pattaya, Thailand. Salah satu destinasi adalah Nongnooch Village, yang lokasinya memang dekat dari pantai Pattaya. Namapun taman bunga yaa, tentu saja membuat mata adem karena begitu banyak tanaman hijau dan juga aneka bunga warna warni yang indah.

Menurut tour guide kami, taman ini konon dibuat oleh seorang wanita yang ingin membuat semacam taman bunga -justru- setelah beliau berkunjung ke Indonesia. Meskipun ibu Nongnooch tidak sempat menikmati taman yang dimimpikannya itu karena keburu meninggal, taman ini telah menjadi semacam warisan dari dedikasi dan kecintaannya terhadap lingkungan, khususnya bunga. Sekarang taman ini dikelola oleh putranya yang (konon lagi) memilih tidak menikah agar serius mengurus Nongnooch Village, di taman ini kita tidak saja dimanjakan oleh taman bunga dari beraneka spesies, tapi juga atraksi gajah dan banyak pertunjukan khas Thailand lainnya.

Tapi saya tidak sedang membuat ‘laporan’ perjalanan ke sana, ataupun ngerumpi hore tentang Mr. Kampon Tansacha di atas. Saya ingin menuliskan (semacam) ketakjuban saya betapa para caleg begitu tidak peduli pada lingkungan dengan menempelkan poster (bergambar foto-foto narsis mereka) di pohon! Sepintas jadi tidak relevan dengan prolognya ya he he 😀

Maksud saya begini, mungkin meneladani Ibu Nongnooch -yang ingin memiliki taman bunga sendiri dengan semua kesulitannya- terlalu ketinggian bagi kita yang hanya warga biasa-biasa saja. Bahkan, mencontoh putranya -yang memilih tidak menikah untuk mengelola taman- itupun rasanya terlalu jauh. Tapi paling tidak, mencoba ikut menjaga dan berpartisipasi dalam kelestarian lingkungan, dengan cara (yang sangat mudah) tidak mengotori pohon sangat bisa dilakukan. Karena menjaga lingkungan bukan hanyalah tugas WWF semata, tapi juga tugas kita sebagai individu dan warga alam semesta. Dan harusnya itu termasuk para caleg yang sedang mengkampanyekan dirinya itu.

Sayangnya saya tidak punya satupun foto si poster yang merusak pemandangan itu, tapi pasti Anda pun banyak menemukan ‘sampah’ ini di dekat tempat tinggal Anda, bukan? *Errrr…kenapa jadi esmosi begini ya saya? hihihihi*

Masa kecil saya dihabiskan dengan memanjat pohon mangga dan jambu, bermain di kebun dan sawah, untuk kemudian menjelajah hutan dan gunung saat beranjak remaja. Tidak bisa saya bayangkan jika hal-hal sepele seperti itu tidak bisa lagi dilakukan di masa depan oleh anak cucu kita karena segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Iya, saya mengerti, postingan di blog seperti ini mungkin tidak bisa membuat para bapak dan ibu caleg terhormat untuk taubatan nasuha tidak lagi menyakiti pohon hanya untuk ambisi politik belaka. Tapi saya berpengharapan baik, teman-teman yang tidak sengaja membaca tulisan sederhana ini, akan berpikir ulang untuk tidak memilih bapak ibu caleg (dan capres di masa mendatang) yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan seperti demikian.

Yuk, lebih peduli pada bumi dan lingkungan, karena tak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan.

14 thoughts on “Saatnya Peduli

  1. Aiihhh, ada yg baru liburan! Oleh2nya manaaaa…? 🙂
    Iya iiihh, senepppp liat2 poster yg mejeng di hampir semua pohon sepanjang jalan, tiang listrik, bahkan ada juga yg ditempel sembarangan di dinding rumah orang. Haissshhhh!
    Pengen tahu nanti kalo udah selesai masa kampanye, dibersihin nggak tuh?

    Like

  2. Tidak hanya yang merusak pohon dengan poster mereka, tapi juga yang membuat terlalu banyak flyer, brosur tak berguna dan tak efektif juga jangan di pilih, itu kertasnya dati penebangan pohon 😀

    Like

  3. sebenernya kalo emang dikoordinasi dengan baik, untuk periode waktu tertentu dan dibersihin yang bener setelahnya, nempel di pohon sih gpp ya. tapi masalahnya ya karena gak ada yang koordinasi ya. main tempel2 aja…

    Like

  4. Mengenai poster ?
    Saya tidak bisa berkomentar apa-apa …

    jangan-jangan diantara mereka ada yang blogger juga …
    dan blogger itu pun menulis tentang peduli lingkungan juga … tapi nempel posternya di pohon … 🙂
    (alasannya … salah orang suruhan yang masang)

    Salam saya Rin
    (2/4 : 11)

    Like

  5. Jangan sakiti aku dong…ratap sang pohon….
    Nongnooch Village….ooh kerennya beberapa teman yang berkunjung kesana selalu beri catatan positif, catet dulu ah….
    Salam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s