Perempuan Itu

1.

Perempuan itu jelmaan malaikat. Rinai yang enggan berhenti sejak semalam, beranjak pergi meski tak menyisakan pelangi. Senyumku secerah matahari pukul dua siang saat dia menghampiriku. Seandainya dia tahu aku pemujanya.

2.

Senja sudah pucat, tapi perempuan itu seharum mawar saat embun masih menggantungi dedaunan. Aku sempat lupa bernapas ketika hidungku tak sengaja menghirup wangi surga miliknya. Ternyata aku tak perlu mati dulu untuk mencium aroma nirwana.

3.

Sepagi ini, aku melihat perempuan itu tersenyum. Senyumnya menyulap teh tawarku menjadi secangkir teh manis yang magis. Mungkin aku tak perlu gula selama dia ada.

4.

Malam menjelang saat perempuan itu datang. “Biasa, ke rumah ya, bang,” pintanya seraya duduk manis di boncengan.

***

#eeeaaa…another geje story of mine, untuk #FF111kata meski melenceng jauh dari tema hahahaha πŸ˜›

14 thoughts on “Perempuan Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s