Terpesona

Rambutnya ikal, pipi chubbynya menggemaskan, bibirnya cantik saat tersenyum. Mungkin dia adalah wanita terindah yang pernah Tuhan ciptakan.

Aku tak bisa beralih memandang dirinya. Rupanya bosan enggan menyapa saat kau merasa terpesona.

***

Wow, dia tampan sekali. Matanya cerlang, hidungnya tinggi, pipinya berdekik. Apakah dia pangeran berkuda putih yang kelak akan menikahiku? Ah, aku pasti akan segera berkata ‘YA’ saat dia memintanya.

Haha, aku tersenyum sendiri. Dan balas menatap dirinya yang sedang menatapku, malu-malu.

***

“Jeng…Jeng… lihat deh, anak kita kayaknya  saling suka gitu ya?”

“Waaaah…, bisa-bisa kita besanan nih nanti ya.”

Dua ibu muda tertawa berderai dengan stroller yang didorong bersisian.

***

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

19 thoughts on “Terpesona

  1. hadehh.. xixi, jangan percaya nak, itu si pangeran waktu bayi emang tjakep menggemaskan.. tapi pas ud gede, ighh ngga banget deh.. 😛
    ___
    hahaha…bisa jadi gitu ya Mak, pas udah gede jadi ngga banget 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s