Sebuah Rahasia

Psssttt… ini Rahasia lho ya. Just tell your friends this secret, secretly! *lah?* hahahahaha.

Jadi ceritanya begini temans, Mbakyu saya *ceilah…ngaku-ngaku punya mbakyu qiqiqi :P* ceritanya sedang punya hajat, proyek nulis seru-seruan gitulah ya, dan sebagai seorang Klanis *tsaaah*, saya merasa berkewajiban untuk membuat (semacam) woro-woronya juga di blog geje ini :D.

Lengkapnya sila cek di link berikut ~> Project Tentang Kita

Intinya adalah, temans diminta membuat FF dan atau cerpen yang terinspirasi dari lagu-lagunya KLa Project. Seru kan ya? Kalau buat saya sih seru banget, secara ya jadi bisa bernostalgila ke zaman masih unyu-unyu dahulu kala hahahaha.

Apa? Contoh? Baiklaaaah, berhubung saya sedang baik hati, tidak sombong, dan gemar menabung, saya coba buat nih, sekadar FF geje yang semoga cukup menghibur dari lagu Sebuah Rahasia, karena saya begitu terpukau oleh kalimat ini : diriku yang seolah sekedar sahabatmu, namun sesungguhnya inginkanmu. Pengalaman pribadi? Ah enggak kok…itu cuma…*ilang sinyal*

Hihihihihi.

Ya sudah, jangan lupa DLnya tanggal 30 November lho ya, yang lolos nanti dibuatkan ebook 😉

“Cowok ganteng emang pasti brengsek ya, Bing?”

“Hah?”

“Tuh si Aldo, Jonas, Michael, Ridlo, brengsek semuanya tuh cowok.”

“Ish. Itu mah mantan lo semua.”

“Tapi ganteng ‘kan mereka?”

“Sorry ya, La, menurut gue sih biasa aja.”

“Sembarangan lo, Bing. Asal lo tau ya, seorang Layla ngga sudi punya pacar yang biasa-biasa aja.”

“Iya deh…iya…percayaaa.”

“Tapi kenapa mereka brengsek begitu ya, Bing?”

“Karena mutusin lo?”

“Karena bikin gue sedih.”

“Lah? Harusnya lo bersyukur, ‘kan mereka cowok brengsek, untung dong mereka udah mutusin lo.”

“Tapi kan gue jadi jomblo, Bing.”

“Jadi lo lebih suka pacaran sama cowok brengsek daripada harus jadi jomblo?”

“Ya bukannya gitu, Bing.”

“Trus?”

“Tauk ah. Lo bikin gue tambah bete deh, katanya sahabat.”

“Sahabat?”

“Jadi lo ngga mau sahabatan sama gue lagi?”

“Mungkin.”

“Apa sih lo?”

“Gue udah punya sahabat banyak, La.”

“Jadi?”

“Ngga…”

“Haiyyyah… Geje banget, lo, Bing.”

“Biarin.”

Jeda yang canggung. Si gadis terdiam beberapa saat, membuat Bing juga hening dalam senyap.

“Bing, jawab dunk. Kenapa cowok ganteng tuh seringnya brengsek? Penasaran nih gue.”

“Ga semua kali, La. Buktinya gue enggak.”

“Heh, sejak kapan lo termasuk cowok ganteng?”

“Eyampun, La. Gue kan mirip banget sama Adipati Dolken!”

“Ngimpiiiii…”

Si gadis tertawa. Bing ikut tergelak bersamanya, dia senang, kini si gadis tak lagi muram. Walaupun masih ada yang terpendam di hatinya, mendesak-desak meminta keluar.

“Betewe, Bing. Lo kenapa sih betah banget ngejomblo?”

“Emang ngga boleh?”

“Ya aneh aja, walopun lo Adipati Dolken KW 12, pasti adalah cewek yang mau jadi pacar lo.”

“Banyak pastinya.”

“Idih….kegantengan, lo.”

Lagi, si gadis tertawa. Dan Bing masih tergelak bersamanya. Dia tahu, sebentar lagi dia mungkin gila jika tak segera membuka rahasia.

“Gue serius, La. Pasti ada aja cewek yang mau jadi pacar gue, tapi kan cewek yang gue suka harusnya cuma satu.”

“Lo tipe setia ya, Bing?”

“Harus. Gue yang akan mematahkan teori cowok ganteng pasti brengsek punya lo tadi.”

Si gadis menatap Bing beberapa detik tanpa berkedip. Membuat Bing jengah, untung saja pipinya tak memerah.

“Lo lagi naksir cewek, Bing?”

“Gitu deh.”

“Sejak kapan? Siapa? Gue kenal ngga orangnya?”

“Yaelah, satu-satu napa nanyanya?”

“Berisik. Cepetan cerita!”

“Udah lama sih sebetulnya, sejak kita kelas X”

“Gila lo ya, udah selama itu? Kok lo ngerahasiain ini dari gue sih, Bing? Trus kenapa lo ga nembak dia aja? Mau gue bantuin ngomong ke dia? Bentar lagi kita kuliah lho, Bing, mau nunggu sampe kapan coba?”

“Belum tentu cewek itu suka gue juga, La.”

“Ah, bego dia kalo ga mau jadi pacar cowok sebaik lo.”

“Haha…seandainya emang begitu, La.”

“Gue serius, Bing. Siapa sih cewek itu?”

Bing bungkam, hanya menatap si gadis dengan semua kata cinta yang sudah di ujung lidah, tapi keberaniannya seperti melesap menguap, seperti biasanya dan selalu. Mungkin rahasia yang dimilikinya harus tetap jadi rahasia. Dan mungkin itu tak mengapa, selama Bing bisa selalu bersama si gadis. Tapi…

“Bing? Lo… Lo naksir gue?”

23 thoughts on “Sebuah Rahasia

  1. Bing sadar dong, Bing ! *sambil mengayunkan telapak tangan di depan wajah si Bing.

    Aaah… Orin selalu keren… mupeng bisa bikin cerita gini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s