Gaya Hijab Anti Ribet

*tsaaahhhh… gaya pisan judulnyah* hihihihi

Warning : Postingan ini akan penuh dengan foto-foto narsis saya, jadi kalau tidak kuat, sila diskip saja ya :D.

Jadi begini temans, berhubung saya orangnya memang tidak suka yang ribet-ribet, maka pilihan gaya berhijab pun ya harus yang simple sederhana binti gampang aja. Kecuali kalau ada yang ngedandanin mah ya sok aja atuh lah ya *halah* 😛

Terutama untuk ke kantor, maka gaya hijab saya bisa dipastikan memakai kerudung segi empat yang dilipat dua menjadi sebentuk segi tiga, untuk kemudian disematkan di dagu dengan jarum pentul, lantas ujung kedua sisinya diikat begitu saja ke belakang, terkadang pakai bros sih (kalau ingat) :). Yaabis, riweuh kalau mau dimacem-macemin, selama di kantor, bisa 3 kali sholat kan (in case harus lembur baru pulang sehabis maghrib), dan di kantor saya ini memakai seragam pula, jadi ya begitulah, yang gampang-gampang saja :P.

teman2 kubikel, gaya hijabnya sebelas dua belas lah kek begitu doang qeqeqeqe

Nah, kalau wiken, atau pacaran sama akang matahari, barulah saya mencoba sedikit berkreasi dengan hijab. Walaupun tetap saja sih, pilihannya selalu jatuh pada gaya yang ‘itu-itu saja’, karena syaratnya ya harus itu tadi : anti ribet hehehe.

Seperti yang sudah sering temans lihat di blog ini, maka gaya hijab saya yang ‘itu-itu saja’ tersebut adalah sebagai berikut.

*Psssttt…pusing mencari-cari foto, akhirnya mencari di gallery saja, jadi foto-foto di atas memang benar-benar sudah pernah saya posting sebelumnya di sini 😀

Di foto-foto di atas, itu saya menggunakan Pashmina (berbahan sifon, atau yang ringan-ringan gitu lah ya) yang saya pakai mirip kerudung segi empat biasa sih sebetulnya he he, tapi karena lebih panjang, jadi terlihat lebih manis karena banyak rimple-nya. Yang berikutnya adalah pashmina dari bahan kaos atau apalah itu namanya saya tidak tahu *nyengir*, itu gampil aja kok buatnya, monggo dicari di youtube pasti banyak tutorialnya hihihi.

Belakangan, setelah menjadi model jejadian KEB, saya juga menyukai gaya turban (foto kiri), tapi ternyata turban ‘buatan’ saya (kanan) tidak sesuai harapan hihihi. Mungkin harus banyak latihan ya *halah*, karena model ini lumayan simple dan tidak menggunakan jarum pentul atau peniti sama sekali 🙂

Yang jelas, kerudung dan pashmina saya itu murah meriah, toh benda-benda seperti itu mah tergantung gimana yang pakai, bukan? *tsaaaah* qiqiqiqi. Maksud saya, tetap saja harus disesuaikan dengan bentuk wajah kita, dan yang penting nyaman dipakai, kalau sudah nyaman pasti akan timbul rasa pede, kalau sudah pede, insyaALLAH akan terlihat cantik seperti seharusnya. Itu mah teori ngasal saya sih ya he he.

Jadi begitulah, hijab gaya tanpa banyak biaya anti ribet a la saya. Bagaimana gaya hijab kesukaanmu, temans? 😉

***

Postingan super narsis ini saya tulis khusus untuk “Give Away Idul Adha dari Hijaiya” 🙂

Advertisements

45 thoughts on “Gaya Hijab Anti Ribet

  1. Oriiiiin…
    baik pake yang simple maupun yang diputer puter gitu…
    kalo udah dasarnya cantik mah teuteup aja cantik kok 🙂

    *minta ditimpuk duit gocapan*
    ___
    eh? ditimpuknya cuma pake gocapan nih Bi? *mintaditimpukbalik* qiqiqiqi

    Like

  2. Hahaha, ini komen ke2 ku di GA yang sama. Ah, kalo mukanya ketje dari sononya, mau pake jilbab model apapun tetep terlihat cantik maksimal, kok…. 🙂
    ___
    qiqiqiqi…jadi default komennya ya mbak 😀

    Like

  3. Cuakep…. geulis pisan euy…

    Kalau saya…??.. Hidup Bergo.. hahaha…
    ___
    itu andalan di rumah Mam, palagi kalo lg dasteran trus ada tamu, bergo sang penyelamat berguna bgt hihihihi

    Like

  4. aw… aku seringnya ke mana saja ya pakai gaya hijabmu yang pertama itu Rin. bahkan kalau lagi pentas pun kudungannya ya begitu aja…

    ah orin mah dikudungi kaya apa juga tetep cantik… 🙂
    ___
    prosentasenya memang gaya pertama itu smp 90% mbak La hihihihi

    Like

  5. Gw pk jilbab bnr2 asal kdg2, yg penting ketutup dan nyaman *apa iniiii,jgn ditiru :p*

    Btw suka deh gaya jilbab yg disebelah foto lu yg didepan fokus itu. Yg polkadot itu, ihh gmn caranya :p
    ___
    Itu biasa aja makenya Yeee, cuma dipenitiin doang trus ujung yg lebih panjang diputerin ke atas kepala deh, jadinya ngerimple gituh. Cantik ya gue jilbabnya gitu *konklusi yg aneh* hahahaha

    Like

  6. Wis pokoe pakai jilbab apa saja., uayune rek…

    kalau gak percaya tanya aja Akang Matahari
    ___
    qiqiqiqi…dia udh ga bisa protes soalnya uncle 😛

    Like

  7. Huaaaaahhh itu mah keren Teh Orin, aku malah lbh simpel lg pake model bergo tinggal lep dipake gk ribet nyahahaha maklum buibu punya anak bayi jd bener2 hrs yg super simpel, kalo mau pake yg hijab dililit2 itu ya kalo lg kondangan aja 😀
    Goodluck GA-nya yah 🙂
    ___
    Iya Dang, bergo jg aku punya banyak dan kalo lg males ya pake itu jg tinggal lep *berasa iklan sosis* qiqiqiqi

    Like

  8. Gaya anti ribet yang bikin pas di hati Orin. Keserasian warna dan model okeh semuwah Neng, bisa buka kelas kursus nih….setara koq dengan Jeng De. salam
    ___
    Wahh…belom bisa bu Prih, aku msh harus banyak belajar sm mbak De hehehehe

    Like

  9. kalo aku udah mentok di model jadul, kerudung segi empat yg dilipat jd segitiga itu. Udh percobaan model macem2 tetep nggk pede, akhirnya back to kerudung paris lagih hihihi
    ___
    si kerudung paris itu jg memang msh jadi bintang utama Mak hihihi

    Like

  10. aku malah naksir tasmu yang putih ada bunga-bunga hitam itu, mbak *lospokus*
    ___
    hahahaha…itu cuma paper bag (yg ceritanya goody bag dr sponsor) biasa kok Ri, isinya lumayan lho *halah* hihihihi

    Like

  11. Hijab itu … yang penting “menutup” …
    bukan malah berkata … “Heiy lihat aku dwoonngg …”

    Jilbab simple tapi menutup saya rasa tak kalah cantiknya …

    Salam saya Orin …
    ___
    hahahaha… ngakak baca kalimat Om yg di dalam tanda kutip. Semoga Orin ga termasuk yg demikian ya Om 🙂

    Like

  12. Geulis pisan, Oriiiiiiin…
    Berkerudung seperti yang Orin lakukan kayaknya membuat yang lihat juga ikutan nyaman dan adem, alias nggak riweuh itu tadi 😀

    Apa kabar, neng?
    Punten ya lama pisan saya nggak kesini…silaturahmi di hati mah Insya Allah terus ya!
    ___
    hehehehe…biasa bu ini ikutan ngontes :D.
    Alhamdulillah baik Bu Ir, semoga Ibu jg sehat selalu ya *ketjup*

    Like

  13. Pingback: Giveaway Idul Adha Hijaiya | momopururu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s