Sang Bintang

Cerita ini adalah tentang seorang kawan yang bertampang biasa dengan kehidupan biasa-biasa saja yang biasanya tidak pernah bermasalah dengan menjadi manusia biasa. Hingga pagi ini, tidak biasanya sang kawan terbangun dengan sebuah keinginan luar biasa yang membuatku terlibat sebuah percakapan di luar kebiasaan dengannya.

“Rambutku nanti mau aku bikin gondrong tak beraturan, Mul. Yang model acak-acakan ga karuan gituh, lagi ngetren sekarang model begituan katanya, kayak boyben Korea yang nyanyi rame-rame di tipi ituh.”

Ucap si kawan seraya meraba kepala plontosnya. Membuatku langsung berimajinasi kelak kepala itu akan terpaksa ditumbuhi rambut model acak-acakan yang konon sedang digemari. Pertanyaanku adalah, apakah tidak panas berambut demikian? Lagipula berkepala tanpa rambut seperti kami selalu menguntungkan, karena itu artinya kami bisa menghemat biaya tak perlu membeli shampo, untuk apa menggantinya hanya demi gaya?

“Terus, nanti aku mau banyak-banyak makan telur. Kandungan proteinnya tinggi, Mul, jadi bakalan membantu membentuk otot-otot lenganku ini, bakalan tambah gede dia nanti.”

Kawanku itu -si Agung namanya- melinting kaosnya hingga ke atas, lantas memamerkan lengannya yang keras dan pejal dan biasanya mengilat berkeringat itu di depan mukaku, membuat keningku semakin berkerut. Telur memang enak, dibalado, disemur, bahkan cuma diceplok pun lezat, tapi bagaimana mungkin si telur itu bisa sering-sering ada di piring makan kami? Kalau kepepet seringkali piring itu hanya berisi nasi yang merana sendirian tanpa ditemani lauk pauk atau sekadar kerupuk.

“Nah, kalo rambutku udah gondrong trus otot bisepku udah tambah gede, nanti kamu temenin aku latihan nyanyi dangdut ya, Mul. Aku pasti bisa kayak dia ini nih nanti, banyak duit, masuk tipi, terkenal, jadi bintang lah pokonya.”

Ujarnya lagi lebih berapi-api, sambil menunjuk sesosok gambar dalam poster di dekatnya dan memandang gambar itu sepenuh hati. Aku masih begitu terpukau akan keinginan ajaib kawanku itu saat teriakan pagi mulai membahana di bedeng kami, penanda hidup yang sesungguhnya akan segera berawal.

“Agung, Mulyadi, Asep, Bono, ayo cepetan mandi! Mau kapan apartemen ini jadi kalo kuli-nya males semua kayak kalian. Heh Diding, Amin, Parman, molor aja lo! Cepetan kerjaaaa, mau gue potong upah hari ini? Dasar ya…” ceramah Mandor Joko yang sepanjang jalan kenangan masih sayup terdengar menemani kami yang berhamburan menuju kamar mandi darurat, untuk bersiap melalui hari yang melelahkan hingga gelap datang.

Tapi sekali lagi, aku menatap poster yang beberapa hari ini tertempel di dekat sudut tempat Agung terlelap dengan iba, untuk kemudian mendaras sebait doa untuknya, semoga Tuhan mencabut keinginan tak biasa yang dimiliki si kawan, untuk tak perlu menjadi bintang seperti si Agung dalam poster, memohon pada Tuhan untuk mengembalikan si Agung kawanku menjadi manusia biasa yang biasa-biasa saja seperti biasanya.

Note : 421 kata. Phew, akhirnya jadi juga fiksi ini walaupun geli setengah idup ngeliat gambar promptnya hahahaha. Fiksi ini ditulis khusus untuk Monday Flash Fiction Prompt #24: Sang Bintang πŸ˜‰

23 thoughts on “Sang Bintang

  1. Prompt kali ini emang ‘harus’ bercerita tentang Agung Hercules ya?
    ___
    ga tau jg ya Bang, cuma kan promptnya beneran gambar dia, jd aku pikir sih harus ‘bersentuhan’ sm dia *halah* hihihihi

    Like

  2. Sadar,,, sadar Gung, tirulah si Mulyadi yg nggak neko2 hi hi hi.. πŸ™‚
    Eh ketawa lagi mbaca komen mb Erry, dikira Orin ngefans sama si kekar itu hi hi hi πŸ™‚
    ___
    iya tuh mbak, kok aku dikira ngefans ya huhuhu

    Like

  3. Pingback: Kudet | Rindrianie's Blog

  4. iya nih ngeliat potonya geli banget, apalagi setelah tau dia penyanyi dangdut dengan nama yg gak nyambung Agung Hercules (eh bener kan namanya?) hehehe
    ___
    hahahaha…iyaaa, geli bgt. he he, Hercules krn berotot gitu kali ya mbak *sotoy*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s