Prompt #16 : Jatuh Cinta

Foto milik Hana Sugiharti

Namanya memang Matahari, dan lelaki itu sanggup menyinari hidupku dalam arti yang mendekati sebenarnya. Hari-hariku terasa lebih berkilau bersamanya.

Seperti saat ini misalnya, dari balik jendela kelasnya di seberang lapangan basket, dia memberi tanda “I love you” dengan sangat konyol. Menunjuk hidungnya sendiri dengan telunjuk kanan, lantas mencipta sebentuk hati dengan kedua tangan di dadanya, untuk kemudian memberi kecupan jarak jauh padaku. Membuatku tersipu malu seraya sekuat tenaga menahan senyuman rindu, aku tidak mau seisi kelas yang tengah serius mengerjakan ujian matematika terganggu.

Sepuluh menit lagi jam pelajaran akan berakhir. Dan aku sungguh tak sabar menghabiskan waktu setelah kelas usai dengan Matahari nanti. Sembunyi-sembunyi, kulayangkan lagi pandanganku ke arah kelasnya. Kali ini dia serius menyimak pelajaran duduk diam di bangkunya, bangku paling belakang dekat jendela. Bangku ini adalah posisi paling strategis bagiku untuk selalu bisa menatap ke arahmu, begitu katanya suatu hari. Mengingat perkataannya saja entah kenapa sudah sanggup membuat hatiku berdebar.

Lima menit lagi saja ujian akan selesai. Aku tahu Beno mencoba menyontek kertas ujian Alif. Sementara Rani sembunyi-sembunyi melirik kertas kecil berisi rumus-rumus di laci mejanya. Mita si juara kelas terlihat bosan menunggu jam berakhir, dan di belakangnya Rully malah mengantuk dengan kertas ujian kosong tak terisi. Aku tersenyum melihat mereka, teringat bagaimana prosesi belajar bersama Matahari beberapa hari yang lalu. Aku selalu suka wanita cantik yang jago matematika, begitu katanya padaku saat itu.

Akhirnya bel bergema ke seantero sekolah. Teriakan lega dan dengusan pasrah terdengar di penjuru kelas. Aku tersenyum saat semuanya mengumpulkan kertas ujian, walaupun tentu saja aku gembira kelas berakhir untuk alasan yang berbeda.

“Bu Irma, sedang jatuh cinta yaa? Senyam-senyum terus deh dari tadi.” Seorang murid -entah siapa namanya- mengagetkanku. Duh, terbaca jelaskah aku sedang jatuh cinta? Pipiku pasti merona saat ini, detik berikutnya aku hanya mampu mengulum senyum dan membereskan kertas-kertas ujian dengan gugup. Semoga saja dia -dan semua murid kelas ini- tidak akan pernah tahu dengan siapa aku jatuh cinta.

***

Note : 321 kata, dibuat khusus untuk MFF, sebuah cerita yang sangat melenceng dari gambar *ups* hihihihi.

33 thoughts on “Prompt #16 : Jatuh Cinta

  1. jatuh cintanya manis 😀
    atay skrng emng mak orin lagi jatuh cinta :))
    tpi mak, ini kisahnya gak ada anak kecil seperti yg digambar ya??
    ___
    Iya mba Sari, makanya aku note di bawah, ceritanya melenceng jauh dr gambar 🙂

    Like

  2. Ponselku berdering. Nada khusus yang kupasang untuk Matahari melantunkan nyanyian nan indah sekali, “Sekarang atau limapuluh tahun lagi ku akan tetap mencintaimu..”

    “Halo..”
    “Kita jadi ngebakso kan, Bu, eh Yang?”

    Like

  3. Klo aku seringnya liat murid yg jatuh cinta sama gurunya Rin..
    *jd inget guru matematikaku yg super ganteng ituuu* hahaha..

    Kembali Orin menghadirkan cerita dgn twist yg ditulis dgn apik.. 😀

    Like

  4. Pingback: Jatuh Cinta (Part 2) | Rindrianie's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s