[Prompt #12] Rival

Apartemen Reno ternyata persis seperti yang selalu aku inginkan selama ini. Didominasi warna putih dengan hitam dan merah sebagai pemanis, bergaya modern minimalis dengan bentuk-bentuk asimetris, kesederhanaan yang mendekati sempurna.

Aku tersenyum menatap rak buku kecil yang tergantung miring, jam dinding bulat berwarna merah dengan pendulum yang bergerak ke kiri dan ke kanan secara konstan, juga setangkai anggrek plastik menghiasi sebuah vas putih langsing di atas meja makan kecil. Di meja makan itulah kelak aku akan menyiapkan berbagai macam hidangan untuk Reno, gumamku dalam hati.

Aku beranjak menuju kamar Reno, dari depan pintu bisa kudengar suara shower dari kamar mandi yang bercampur senandungnya yang entah melagukan nyanyian apa, membuatku lagi-lagi tersenyum. Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini? Aku benar-benar terpana melihat sang konde hingga tak menyadari Reno telah selesai mandi dan kini berdiri di sampingku dengan piyama handuknya.

“Itu punya mendiang Ibu, La.” Reno datang dengan piyama handuk, rambutnya yang masih basah entah kenapa membuatnya terlihat lebih tampan.

“Ooh… Punya ibu toh.” Tapi tetap saja jawaban Reno menyisakan tanya yang lain, untuk apa dia masih menyimpannya? Lagipula seingatku ibunya itu meninggal saat Reno berusia 12 tahun, itu berarti 20 tahun yang lalu!

Let me tell you a little secret my future wife,” ujarnya seraya mengedipkan sebelah mata, membuatku semakin penasaran. Satu bulan lagi kami resmi menikah, dan masih ada rahasia tentang dirinya yang belum aku tahu? Aku menyiapkan diri mendengarkan rahasia itu.

“Setiap menjelang tidur, aku akan meletakkan konde ibu ini di atas bantal di sebelahku.”

“Oh ya? Lantas?”

“Lantas aku akan bercerita tentang apa saja, tentang semua yang terjadi di hari itu, tentang keinginan-keinginanku untuk esok hari, apapun.”

“Wow!”

“Iya, aku melakukannya persis seperti dulu, saat Ibu menemaniku sebelum aku tertidur.”

“Setiap malam, Re?”

“Setiap malam, konde itu bagiku adalah jelmaan sosok ibu.”

“Kau membawanya ke mana pun?”

“Yup, dia selalu bersamaku, La.”

Really?

“Atau aku tidak akan bisa tidur.

“Serius?” takjub, aku bertanya, dan Reno mengangguk mantap.

“Seratus rius. Aku pernah mencobanya, dan tanpa ritual itu, mataku tak mau terpejam, La.”

So?

“Jadi aku akan melakukannya setiap malam.”

“Sampai kapan?”

“Selamanya, La.” ujarnya dengan senyuman manis. Aku terdiam, bingung, khawatir, kesal mungkin? Entahlah.

Bagaimana aku bersaing dengan sebuah konde saat menjadi istri Reno kelak?

***

Note : 381 kata, untuk prompt #12 di Monday Flash Fiction, another geje story of mine #eeaaa 😛

22 thoughts on “[Prompt #12] Rival

  1. Waduh Reno. ada2 saja kau nak. apakah bs dibilang Reno sakit?
    ___
    keknya sih gitu ya Jun, rada2 gimanaaa gitu *ups* hahahaha

    Like

  2. kalo begitu, kondenya dibuat kamar khusus donk, masak ntar masuk kamar penganten….ndak seru lah
    ___
    nanti pengalaman jd penganten diceritain jg kok sm sang konde hihihi

    Like

    • etapi, ada sedikit ketidakkonsistenan nih setelah aku baca lagi 😀
      di promptnya kan tertulis “rumah” bukan apartemen :p
      ___
      ‘rumah’ kan tempat dimana hatimu berada mba Is hihihihi *ngeles*

      Like

  3. Saya suka gaya narasi dan dialognya.
    Model-model novel pop romance gitu. 😀
    Thumbup!
    ___
    semoga suatu saat bisa nulis novel pop romance beneran hehe. Tengkyu ya Yus 😉

    Like

  4. Oriinnnn ide mu sangat liar dan keren hehehe sampe2 Konde pun jadi ide tulisan yg keren ini, tapi beneran konde bisa jadi icon orang yg selalu memakainya apalagi kalo yg make nya orang terdekat kita
    ___
    iya Teeeehhh, kadang emang sulit dijinakkan *halah* qiqiqiqi

    Like

  5. onde mandee.. xixixi.. jadi inget pupu bantal buluk punya anak uni evi, yg hrs selalu menemani tidur… lha klo ini konde,

    Reno dan Orin memang keren..! 😛
    ___
    Inspirasinya emang pas baca postingan Pupu-nya om NH Mak qiqiqiq

    Like

  6. moga La bisa membantu Reno atas masalah ketergantungan psikis pada konde ……. satu kata kuereeen.
    ___
    mudah2an aja La ga mundur gara2 konde ya bu hihihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s