Prompt #9 : Parfum

Sekali lagi gue lihat si kotak parfum yang sudah gue persiapkan. Memang cuma parfum KW ke sekian, tapi tetap lumayan wangi-lah. Dan semoga sebotol parfum ini akan menyelamatkan gue dari…

“Hai Ris.”

“Hai Rajj,” tanpa gue duga si calon penerima parfum sudah datang,  “Tumben lo pagi begini udah nongol.” Rajj langsung terlihat sibuk dengan dokumen-dokumen di atas mejanya.

“Iya, ada jadwal meeting, jadi gue mesti siap-siap.” Gawat! Parfum ini harus segera gue kasih, kalau tidak, seluruh peserta meeting bisa pingsan.

“Ini buat lo Rajj.” Si tas kertas berisi kotak BVLGARI Pour Homme Soir kini berpindah tangan, membuat sepasang alis tebal Rajj hampir bertemu, menghentikan semua aktifitasnya barusan dan menatap gue beberapa detik dengan pandangan bertanya.

“Apa nih? Kayaknya hari ini gue engga ultah deh, Ris.”

“Lo buka aja.”

“Gue serius Ris, dalam rangka apa lo ngasih-ngasih gue gini?”

“Engga dalam rangka apa-apa, Rajj. Gue pengen aja ngasih, masa mesti ada alasannya dulu sih?” Gue mulai kebat kebit, jangan-jangan si Rajj tersinggung nih sama pemberian gue. Tapi gue siap atas resiko apapun, daripada harus tersiksa tiap hari, masa iya sih gue mesti pindah meja kerja cuma gara-gara dia?

“Parfum? Gue bau badan ya, Ris?” Matek! Kok si Rajj bisa tembak langsung begini sih? Gue mesti jawab apa nih?

“Bukannya gitu Rajj, gue…”

“Iya gue tahu kok lo kebauan, makanya lo hampir tiap hari pake masker kan?”

“Gue…”

“Tapi gue ga bisa mandi kalo pagi, Ris. Bandung dingin banget.” Helloooo, bisa mandi air panas kaleee, gue pengen teriak begitu. Tapi batal melihat wajah Rajj yang terlihat betul-betul merasa bersalah.

“Sorry kalo lo tersinggung ya Rajj,” gue jadi salah tingkah sendiri “Gue ga bermaksud…”

“Engga apa-apa Harris, gue malah terharu, lo baik banget sama gue.” Rajj akhirnya tersenyum, membuat gue bisa bernafas lega.

“Syukurlah kalo gitu, Rajj. Lo langsung pake gih sebelum meeting.”

“Iya, mau langsung gue pake. Tengkyu ya Ris.”

“No problemo, Rajj.” Justru gue yang harus berterima kasih, gue akan segera terbebas dari aroma bawang bombay atau kuah kari yang selama ini kerap menguar kuat dari lelaki tinggi berkulit coklat di depan gue ini. Gue tersenyum, misi gue berhasil.

“Tapi Ris…”

“Ya? Kenapa Rajj?”

“Lo enggak lagi naksir gue kan?” Appa? Biarpun gue gay gue milih-milih kaliii, protes gue dalam hati. Tapi gue cuma menggelengkan kepala kuat-kuat sambil tersenyum. Yang dibalas Rajj dengan senyuman juga, terlihat lega.

Gue baru tau pipi kirinya berdekik saat dia tersenyum. Errr… lama-lama kok terlihat ganteng juga ya si Rajj ini.

Note : 403 kata

31 thoughts on “Prompt #9 : Parfum

  1. Pilih2 ya Kakaaaaaaakkkk 😀 Teh Orin ada2 aja idenya, iya sih kalo bau badan begitu kesian idungnya org…aku termasuk yg sensi banget idungnya kalo nyium2 bau tak sedap hahaha berasa kesindir inih krn aku pernah negor OB kantor krn problem yg sama
    ___
    iya Dang, dulu aku punya jg temen yg begitu, dan caraku mirip kek si Harris, aku beliin deodoran hihihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s