Sambungan Hati Jarak Jauh

Tika gelisah di kamarnya, mondar mandir bolak balik keluar masuk kamar tak menentu. Terkadang duduk di kasur, detik berikutnya menyandar di lemari, kemudian menatap cermin besar di dekat jendela tanpa benar-benar bercermin di sana. Sesekali dia mencoba kembali fokus pada buku yang sedang dibacanya, tapi tidak berhasil, bacaannya selalu maju di halaman yang sama.

Memang baru pukul 3, belum waktunya Aryo -suami tercintanya- pulang, tapi Tika sungguh berharap lelaki itu bisa segera datang. Hapenya lowbat entah sejak jam berapa, sementara PLN dengan cerdasnya mematikan aliran listrik di saat yang tak diinginkan seperti ini. Membuatnya mati kutu tak bisa menghubungi Aryo.

Apa harus ke warnet agar dia bisa mengirimi Aryo email? cetus hatinya. Tapi kan sedang mati listrik, si warnet depan gang itu memang punya genset? Jawabnya sediri. Tika semakin resah, dan kembali menatap ke luar dari jendela kamarnya, mencoba melupakan Aryo untuk sejenak.

Rumah yang hening membuat rintik hujan di luar terdengar jelas, biasanya ritmis yang manis itu bisa membuat Tika terlelap. Tapi kali ini semuanya memang tidak biasa, Tika tak bisa sedetik pun memejamkan mata. Matanya kembali menatap jam dinding di atas pintu kamar, baru 10 menit berlalu. Arghhhh…

Tika mengelus perutnya yang sudah membuncit saat menenangkan diri. Dia tidak boleh panik, janin di rahimnya tidak perlu tahu kecemasan ibunya. Tapi berapa lama lagi dia bisa terus bersabar dan tenang menunggu Aryo pulang? Tika mengelus perutnya sekali lagi, seolah ingin mengatakan pada calon anaknya ini bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Saat itulah dia mendengar pintu pagar di buka, dan dari balik jendela dia bisa melihat Aryo melangkah masuk.

“Assalamu’alaikum…”

“Ayah…kok udah pulang?” Tika membukakan pintu cepat setelah menjawab salam, apakah ini yang namanya telepati? Atau pinta yang hanya diucapkannya dalam hati itu disampaikan malaikat ke telinga suaminya?

“Iya…Ayah lihat di berita, komplek rumah kita kebanjiran. Jadi Ayah pulang.” Jawab Aryo sambil memeluk Tika. Tika balas memeluk Aryo erat. Dan mereka berdua menatap genangan air yang hampir selutut di seluruh rumah dengan senyuman.

Note : 321 kata

PS : Menulis di pengungsian nih, rumah aseli kebanjiran hihihihi. Doakan si Kupi tidak berenang lagi yaa…

Si kupi hampir tenggelam di depan rumah :D

Si kupi hampir tenggelam di depan rumah πŸ˜€

18 thoughts on “Sambungan Hati Jarak Jauh

  1. Banjir kali ini benar2 bikin kuatir Teh..Semoga Tika2 yang lain tak ada yang melahirkan saat kisruh begini..
    ___
    Itu dia Uni, cerita ini terinspirasi saat melihat ibu2 hamil di atas becak menerjang banjir deket rumah πŸ˜€

    Like

  2. rumah benar-benar kebanjiran, Rin? innalillahi…jadi itu kisah nyata yang dibikin fiksi ya…hehehe. btw, smg segera surut banjirnya . nb:pindah rumah ke depok atau bogor aja rin, gak banjir heheh tapi ngirim banjir…
    ___
    hehe…iya Rin banjir masuk rumah sebetis. Udah surut kok skrg mah πŸ™‚

    Like

  3. ya ampun… emang parah ya banjirnya kemaren. rumah bokap nyokap ama mertua gua juga masuk banjirnya… 😦

    moga2 segera surut ya…
    ___
    Iya mas, parah bgt kali ini 😦

    Like

  4. eyampun, Kupi sempat berenang juga.. semoga banjir segera surut ya Rin.. biar Orin dan Tika bisa kembali beraktifitas seperti biasa.
    ___
    Ngantor kok Mak, masuk siang. AM yg bersih2 sendirian dulu *ups* hihihi

    Like

  5. turut prihatin Orin… semoga tak datang lagi banjirnya, dan bersih2nya juga segera rampung.. oya, semoga si kupi segera sehat lagi ya… komen tuk ceritanya? keren as always.. πŸ™‚
    ___
    Alhamdulillah, setelah masuk UGD seharian kemarin, si kupi sembuh total auntie hehehe

    Like

  6. Saya pernah kejebak banjir 2007 di Cempaka Putih ketika mau berangkat ngantor ke Tanjung Priok. Akhirnya motor selamat dipaksa naik ke tol. Langsung ke Rawasari. Akhirnya saya keliling di daerah Kampung Melayu untuk melihat dari dekat dan sedikit memberi bantuan evakuasi.
    Makanya saya sangat merasakan yang kebanjiran dan jujur saja sedih banget ketika banjir dijadikan bahan lelucon di media sosial karena senyatanya penderitaan yang kebanjiran ini sungguh luar biasa.
    Semoga lekas surut dan ada solusi ampuh supaya Jakarta banjirnya tidak parah lagi seperti saat in dan 2007. Amiiin.
    ___
    Iya kang, kali ini parah bgt >_< Semoga tidak terjadi lagi, Aamiin
    Alhamdulillah skrg mah udah surut, tinggal bebersihnya yg ga beres2 he he

    Like

  7. gimana gak bingung ya, hamil gede pas banjir gitu…

    eniwei, tuh motornya masih bisa nyala gak mesinnya? semoga segera surut yaa.. amiiiin.
    ___
    Iya mba, sempet mati mesinnya, tapi skrg udah oke lg kok Alhamdulillah πŸ™‚

    Like

  8. Ikut prihatin Orin dan sahabat2 lain yang langsung merasakan rendaman banjir, semoga segera pulih kembali dan benang kusut banjir beranjak terurai. Jaga kesehatan ya Neng, Salam
    ___
    Terima kasih dukungannya ibu Prih ^^

    Like

  9. Ga kebayang, sedang hamil tu rumah kena banjir…. untung suaminya cpt pulang….

    Kena banjir juga ya Mba? Kasihan tu si Kupi hampir tenggelam, smg cpt sehat kembali πŸ™‚
    ___
    Alhamdulillah si kupi sudah sehat kembali πŸ™‚ terima kasih yaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s