Perfect Timing

Deadliner sejati nih, ngontes di detik-detik terakhir hihihihi.

Jadi, sejak Bibi aka Teh Erry mengumumkan dirinya membuat semacam giveaway dengan syarat ‘hanya’ memilih satu postingan di blognya dan alasan kenapa suka postingan tersebut, saya langsung teringat dengan postingan “Perfect Timing” ini. Tapi tentu saja untuk waktu yang sangat lama saya tidak ingat judulnya apaan *halah*. Β Hingga seharian ini, saya meniatkan diri mengubek-ubek blog-nya Bibi demi mencari si postingan yang dimaksud.

Intinya, postingan tersebut adalah keluh kesah Bibi saat harus ber-LDR ria dengan Abah sang suami. Bibi-Kayla-Fathir tetap di Bandung, sementara Abah harus bekerja di Sukabumi, berangkat senin pagi pulang ke Bandung jum’at malam. Bibi menceritakan bahwa keputusan tersebut tentu saja tidak mudah diambil, tapi kalimat Bibi yang mengatakan “I’m just being realistic!!”Β sungguh membuat saya kagum, dan banyak belajar dari mereka bagaimana menjadi sebuah keluarga yang kuat dan solid seperti itu.

Ada Good times dan Bad times dalam fase LDR ini yang Bibi ceritakan di postingan tersebut. Salah satu good times -yang membuat saya iri berat- adalah turunnya berat badan Bibi karena harus menjadi mama super untuk Kayla dan Fathir selama Abah menjadi bang Toyib. Jadi kalau saya ingin kurus harus LDR-an sama akang matahari ya Bi? *abaikan*

Bad times yang sungguh membuat saya terharu adalah masalah truk sampah komplek yang rusak. Saat itu tumpukan sampah di rumah Bibilah yang paling tinggi, karena tidak ada Abah yang membuangnya ke tempat lain/TPS atau membakar sampah seperti yang dilakukan para suami tetangga kanan kiri Bibi. Hal sepele semacam itupun patut disyukuri, karena terbukti ketiadaan Abah saat itu telah membuat Bibi kangen berat *eciyeeee* πŸ˜›

Nah, kenapa saya suka postingan ini, di antara sekian postingan -berkategori gila- lainnya yang tetap sarat makna, adalah karena bagi saya saat itu (sekarang juga sih :P) postingan tersebut sanggupΒ menyentil saya bahwa selalu ada waktu yang tepat menurutNYA bagi segala sesuatu. Ish…kok jadi serius sekali ya qiqiqiqiqi.

Maksud saya, hidup memang tidak melulu happy dan lurus-lurus saja bukan? Kadang-kadang harus berbelok menurun menanjak penuh air mata dan perjuangan. Tapi ya itu tadi, akan selalu ada hikmah dibaliknya, karena Tuhan selalu punya ‘perfect timing’ untuk menjawab setiap doa dan segala harap hambaNYA, tinggal kita-nya saja yang harus sabar dan ikhlas.

Ya sudah Bi, begitu saja ya. Terima kasih lho sudah menuliskan kisah LDR yang mengharu biru itu di blog. Saya mah tidak akan bosan berkunjung ke rumah Bibi dan baca postingan-postingan Bibi yang selalu bikin ngakak, semoga suatu saat bisa kopdar ya πŸ˜‰

Pssttt…. yang mau ikutan Bibi Titi Teliti’s Korean Giveaway masih bisa submit hingga jam 12 tengah malam ini lho. Ayo cepetaaaaan πŸ˜›

20 thoughts on “Perfect Timing

  1. klo Orin sempet LDR-an sama AM.. kayaknya itu novel makin cepat selesainya.. πŸ˜›

    sukses wat kontesnya, Orin..
    ___
    Kalo ga ada AM aku biasanya males ngapa2in Mak, mandi aja males *ups* hahahahaha

    Like

  2. Toss Teh, sama2 deadliners sejati kita hihihi
    Kayaknya banyak nih yang ambil postingan tentang LDR ini, sudah ada 4 sama Teh Orin
    ___
    Oh ya? aku ga ngeh lho mba, postingan GAnya Bibi yg aku baca belom ada yg LDR ini *keliatan deh temennya baru dikit hihihihi*

    Like

  3. Sedih dan gembira adalah wajah hidup yang harus kita jalani nduk. Kesabaran dan syukur itu kuncinya agar kita tak terombang-ambing.
    Salam sayang selalu
    ___
    Sabar dan syukur ya Dhe, terima kasih remindernya Pakdhe sayang^^

    Like

  4. β€œI’m just being realistic!!”

    Ya … ini kalimat yang sangat striking banget …

    Salam saya Orin ..
    Semoga sukses di perhelatan Bibi
    ___
    Iya Om, hidup berkeluarga memang harus realistis ya Om, saya banyak belajar dari Bibi di postingan ini πŸ˜€

    Like

  5. Oriiiiiiiin,
    makasih udah ikutan GA ku di detik detik terakhir yaaaa…hihihi…

    KAlo boleh jujur Rin, justru aku bisa mendapat berbagai macam hikmah LDR, setelah kita udah gak LDR an lagi dan kemudian aku baca baca kembali postingan lama ku tentang LDR lho Rin…

    Karena kalo pas kejadian mah, selama LDR aku bawaannya ngeluh dan kukulutus terus Rin…hihihi..postingan ku dangdut semua lah waktu itu…hihihi…

    mudah mudahan Orin mah gak perlu LDR an lah sama si Akang Matahari…bising sono…hihihi…

    Udah dicatat sebagai peserta yah Riiiin πŸ™‚
    ___
    heuheuheu…iya Bi, kebayang sih gimana kukulutusnya pas LDR-an, riweuh yg jelas ya.
    Iyah Bi, dia pergi seminggu aja udh sono Orin mah da hahahahaha

    Like

  6. Hoaaaaaa…. akhirnya ikutan juga ya Rin… Egimanaya, didoain gak yaa.. Hehehehe.
    Semoga menangnya bukan hadiah yang dakuincer ya Rin. Hihihihi.
    Semoga ga pernah harus ldr an ama kang Matahari Rin kalo cuman mau kurus,… Mikirin dana pensiun ajah.Hihihihi πŸ˜›
    ___
    mhuahahaha…ga ngaruh Dan mikirin dana pensiun doang mah, malah pusying dan jadi kepengen ngebaso *halah* qiqiqiqi

    Like

  7. Tenang Teh, ada yang lebih mefet nyetor postingan GAnya.. Hihi…
    Yes!! Right! Tuhan menjadikan segala sesuatu indah tepat pada waktunya. Makanya aku gak risau belum kawin2 juga.. #eeaaaa ke situ lagi, wkwk… πŸ˜†
    ___
    qiqiqiqi…ke situ lagi yaa πŸ˜›
    Iya Tt chan, santai ajaaaah, life isn’t a race, yes? πŸ˜‰

    Like

  8. Sono ih ka Orin kumaha damang? πŸ˜€
    Kumaha kenging teu ngontesna rin?
    ___
    Teh Annyyyyy…kemana ajah ih *kangen* hehehe.
    Belom tau Teh, mudah2an aja menang ya *ngarep dot com* πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s