Demi Waktu

Iseng melihat-lihat file foto, menemukan foto berikut. Lokasinya di salah satu stasiun BTS di Bangkok, lupa tapi namanya stasiun apa πŸ˜›

Melihat jam-jam itu, teringat sebuah film yang dibintangi Justin Timberlake dan Amanda Seyfried, In Time. Adakah temans yang pernah menonton film ini? Saya tidak tahu apakah main di bioskop kita atau tidak, karena saya menonton film ini di DVD waktu perjalanan pulang dari Dieng tempo hari, di dalam bus jadi lumayan pusing sebetulnya ya hihihihi

Cerita singkatnya, bersetting di tahun 2169 dimana gen penuaan dimatikan, semua orang berhenti menua di usia 25 tahun. Mata uang yang berlaku saat itu adalah ‘waktu’. Ada semacam jam yang tertanam di lengan kiri, yang selain berdetak mundur juga bisa dipakai sebagai alat tukar alias mata uang di zaman itu.

Di tangannya si Justin itu, waktu yang tertera di sana adalah 00-00-00-23-46-39, alias kurang dari satu hari saja. Sementara tangannya Amanda ditutupi sarung tangan, karena dia anak orang kaya yang memiliki banyak sekali waktu (baca : uang) sampai bermilyar-milyar tahun sehingga harus ditutupi untuk mencegah perampokan.

Intinya, untuk bertahan hidup, mereka harus menukarkan waktu yang dimiliki. Misalnya, secangkir kopi harganya 5 menit, ongkos bus harganya 2 jam, bayar sewa apartement harganya 3 minggu, mobil harganya 5 tahun, gaji dibayar seharga 1 bulan, memberi pinjaman ke teman sebanyak 1 hari, dan seterusnya dan seterusnya. Kalau semuanya sudah nol, ya otomatis si manusia meninggal, walaupun kalau -misalnya- dia ditembak dan mati, waktu yang tersisa di tangannya hangus, tidak bisa dipindahkan ke orang lain. Semacam itulah kira-kira, bisa terbayang kan ya? he he

Saya tidak ingin menceritakan bagaimana para tokoh dan atau jalan ceritanya, klise sih kalau menurut saya mah *halah*. Tapi, konsep “time is money” terasa sekali dalam film ini, dan itu yang ‘tertancap’ di kepala saya hingga kini. Membuat saya sedikit berimajinasi jika kita -ralat, saya maksudnya- betul-betul harus mengalami hal tersebut. Bertransaksi dengan waktu yang saya miliki, lantas mencari-bekerja-menabung sebanyak mungkin waktu untuk bisa meneruskan hidup, kalau perlu hingga abadi seperti para tokoh antagonis di film In Time.

Dan bagaimana tidak tenangnya saya menjalani hidup dengan ‘sistem’ seperti itu, karena pasti selalu mengamati berapa lama lagi waktu yang tersisa untuk saya. Ibaratnya saya punya waktu 23 jam 46 menit 39 menit seperti si Justin di atas, rasanya tidak mungkin saya bisa tidur 8 jam di malam hari dengan tenang, untuk kemudian terbangun pagi-pagi dan tahu waktu yang saya miliki dalam hidup hanya sekitar 15 jam lagi!

Kebetulan saat ini saya juga sedang membaca The Timekeeper-nya Mitch Albom, mengisahkan tentang Dor, seorang lelaki di abad awal kehidupan, yang terobsesi menghitung momen jauh sebelum satuan waktu ditemukan di bumi, yang kemudian ‘dihukum’ untuk mengajarkan Β makna waktu yang sebenarnya di kehidupan yang sedang berputar saat ini.

Selain Dor, dalam novel ini diceritakan juga secara paralel seorang Victor Delamonte yang ingin membekukan kematian dirinya dengan cara kriogenika, untuk kelak dibangkitkan kembali. Dia sedang sakit dan terancam ‘waktu’nya hanya tinggal beberapa saat lagi, sehingga ingin hidup kembali di zaman yang lain.

Juga ada Sarah Lemon, seorang gadis remaja yang seringkali merapal “aku butuh lebih banyak waktu” dalam kesehariannya. Seorang gadis biasa yang seringkali menjadi bahan ejekan teman-temannya, merasa terasing dengan ibunya Lorraine semenjak ayahnya meninggalkan mereka.

Berhubung saya baru sampai halaman 125 (dari 311 halaman), maaf ceritanya baru sampai di situ saja hihihihi…

Tapi segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu ini membuat saya lebih percaya, kenapa hanya Tuhan yangΒ berani bersumpah demi sang waktuΒ , karena memang hanya Dia Yang Maha Segala. Maka pertanyaan berikutnya justru lebih menyeramkan, apakah saya sudah berupaya membebaskan diri dari golongan ‘manusia-manusia yang berada dalam kerugian’ ?

Huwaaa…. kok postingannya jadi (sok) serius begini ya hihihihi. mari kita sudahi saja kalau begitu temans. Selamat menikmati anugerah waktu bersama mereka yang tercinta ya temans..

Have a great weekend, Pals πŸ˜‰

32 thoughts on “Demi Waktu

  1. ayo segera diselesaikan Rin…trus diceritakan kembali di sini ya… *ngarep*
    eh…serem juga klo ‘waktu adalah uang’ benar2 berlaku ya… hm…
    ___
    qiqiqiqi….insyaALLAH ya auntie, aku suka bingung kalo nge-review buku *nyengir*.
    Iyaaa….ih serem bgt deh pastinya..

    Like

  2. tulisan Orin ini mengalir lancar..
    ringan, tapi juga dalam.. dan memberi pencerahan.
    postingan keren di malam minggu..!
    ___
    ah eMak, selalu bisa membuat Orin terbang mihihihihi…
    Alhamdulillah kalo ada manfaatnya Mak^^

    Like

  3. Pada dasarnya waktu itu bisa mulur dan bisa pula mlungkret (apaan ya mlungkret?) seperti karet kira2, tergantung bagaimana kita memanajnya. Waktu satu jam bisa jadi kurang bagi satu orang, tapi bisa jadi berlebih bagi orang lain ketika mengerjakan pekerjaan yang sama.
    ___
    Iya mas, parameternya tergantung situasi ya he he

    Like

  4. terima kasih mba..udah diingatkan kesadaran waktu….
    coba kalo waktu kita kayak di film In Time, rame-rame dah pada manajemen waktu sebaik mungkin…
    ___
    Iya Muam, pasti ga ada lg yg nongkrong2 ga jelas dan semacamnya ya..

    Like

  5. mbak oyin coba kayak waktu ku tinggal 23 jam, bakalan ngeblog beberapa postingan yang di setting biar pas aku gag ada tetep blog kundak terbengkalai, hahay :p #ngayal πŸ˜€
    ___
    kalo tinggal 23 jam lg keknya boro2 kepikiran blog Niar hihihihi

    Like

  6. bener2 time is money ya yang di film itu…
    keliatannya seru juga filmnya rin, gua belum pernah nonton…
    ___
    Keknya emang ga gimanaaa gitu ya mas film ini, aku jg ga ngeh pas dia main di bioskop heuheu.

    Like

  7. Pengen nonton loh pilem ini teh tp gk ada waktu ke bisokop trus cari dvd nya kagak dapet2, tp udah baca sih sinopsisnya kynya keren mknya kepengen nonton hihihi
    Aku juga manajemen waktunya msh acak adut, tfs ya teh orin πŸ™‚
    ___
    Kmrn sempet liat diiklanin di Foz sih Idang, lama2 jg nanti ada di bioskop trans TV itu deh hihihihi

    Like

  8. Filmnya kayaknya oke tu mbak πŸ™‚
    dan saat ini saya sedang dikejar2 waktu
    setelah selama beberapa bulan cuek saja dengan ‘sesuatu’ yg hrs diselesaikan
    hiks berasa bgt *nangis dipojokan

    Teh Orin katanya Januari mau ke Semarang, jadi gak Teh?
    Inbox FB ya untuk tukeran no hp
    Fb ku Kurnia Esti Hapsari
    ___
    mba Estiii… iya insyaALLAH januari mw ke semarang, ngobrol di inbox ya^^

    Like

  9. udah nonton film In Time. Bagus.
    Ngebayangin ngerinya ketika kita tau jatah waktu kita tinggal berapa.

    bicara soal waktu, waktu adalah slah satu rahmat Tuhan yang terkadang terlupa sebagai salah satu ‘anugerah’. Waktu luang dan kesehatan adalah rahmat yang sering lupa kita syukuri.
    ___
    Ngga tenang hidup kalo tau waktu kita tinggal brp ya mba..

    Like

  10. Haaa, cuma punya waktu 15 jam karena miskin dan banyak waktu karena kaya? Tapi ya mungkin sedikit ada benarnya juga sih, orang miskin (sekarang ini saja) sudah terlihat meski banting tulang kerja keras sepanjang hari, pendapatannya masih belum cukup untuk makan. Sedang konglomerat main golf dan jalan-jalan, uangnya nggak habis2.
    ___
    moral of story dr film ini sepertinya memang ke sana mba Is, di film kan si Justin ini pemuda miskin yg beneran hidup hanya dari hari ke hari, sementara si ceweknya hidup dr pesta ke pesta gitulaaah, kaum hedonis πŸ˜€

    Like

  11. oya, katanya kenapa “kapan waktu kita habis” itu jadi “rahasia Tuhan” ? Itulah nikmat yang Dia berikan pada kita.
    Kalau kita tahu, bukan hanya nggak enak tidur, tapi juga nggak enak makan, nggak enak kerja, dll *komensokserius
    Tq Rin.. dah diingetin soal waktu dengan ‘bahasa’ yang luar biasa
    ___
    pastinya ya Teh, ga akan tenang hidup kita kalo tau ‘rahasia’ itu.

    Like

  12. ayat quran ini yang selalu sukses membuat aku bergegas mbak Orin… mengejar ketertinggalan amal2ku…
    ___
    Iya mba Rin, semoga kita tidak termasuk pada golongan mereka yg merugi ya, Aamiin..

    Like

  13. Iya mbak, film In Time itu emang berkesan banget, toh sebenarnya kita memang berpacu dengan waktu kan yak?
    Bagus gak bukunya mbak? Klo bagus, mau beli nih hihihi….
    ___
    Novelnya -kalo menurutku- bagus May, agak sedikit kudu mikir sih hehehe

    Like

  14. Aku udah nonton In Time Rin.. lumayan seru ya filmnya. Aku lumayan suka walaupun rasanya si Justin ga cocok aja jadi bintang film.. LOL..
    ___
    Iyaaa….suka tiba2 mikir, pas dia udah lari2 begitu eh trus nyanyi whuahahahaha

    Like

  15. udah nonton lama mbak, bagus ya πŸ˜€

    ikutan deg2an saat jam di tangan nyaris berkurang alias mau mati..
    ___
    Iyaaa….ga kebayang ya ‘Ne hidup deg2an terus spt itu..

    Like

  16. Bener-bener hal yang mengerikan jika kehidupan manusia dibatasi oleh sistem yang berhubungan dengan waktu dan usia. Tersirat bahwa umur manusia hanya tergantung pada materi, hal yang sangat mengerikan.
    Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak menyia-nyiakan waktu, karena setiap detik yang kita jalani ada pertanggungjawabannya kelak. Duh komentarku kok ikutan serius nih hhh
    ___
    Aamiin…semoga ga termasuk ke golongan yg merugi ya Pak Ies..

    Like

  17. malah keren tuh
    kita jadi lebih menghargai waktu
    eh cara ngerampoknya gimana ya..?
    ___
    susah nih menjelaskannya Pak. jadi perpindahan waktu terjadi ketika si pemberi (tangannya di atas) menyentuhkan tangannya ke si penerima (yg posisinya di bawah), jadi perampokannya ya diambil paksa begitu deh heuheuheu

    Like

  18. di BTS mana ya?
    *penasaran… ga pernah ngeh*
    ___
    deket2 JJ market Teh, pokonya aku inget waktu itu kita masuk stasiun, trus kata temenku “keknya salah deh, bukan yg ini”, jd kita keluar lg setelah aku motret si jam2 ini hihihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s