Gie

Adakah temans yang pernah menonton film Gie?

Film yang diangkat dari kehidupan seorang pemuda Soe Hok Gie yang meninggal di Gunung Semeru tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 ini dibintangi oleh Nicholas Saputra. Catatan hariannya pernah dibukukan dengan judul “Catatan Sang Demonstran”, hingga kemudian John Maxwell pun menyusun disertasi berjudul Soe Hok Gie – A Biography of A Young Indonesia Intellectual (Australian National University, 1997).

Kenapa saya ‘tiba-tiba’ menuliskannya? Adalah karena waktu sholat ashar kemarin di mushola kantor, terdengar ringtone lagu soundtrack film tersebut mendayu-dayu merusak kekhusyukan yang rasanya memang tak pernah sempurna *ish…lebay*.

Jadilah saya mencari sang lagu di you tube karena saya pun menyukainya, petikan gitar Erros di lagu ini keren 🙂

Saya tidak akan menceritakan kehidupan Gie secara detail lebih lanjut ya, tanya tante Wiki ajah kalau temans ingin tahu riwayat hidupnya, atau tanyalah pada mas Gie Ayahnya Diana itu he he.

Satu hal yang saya kagumi dari Gie, terlepas dari keberaniannya menjadi demonstran oposisi hingga menentang pemerintahan masa itu, adalah kecintaannya mendaki gunung.  Merayakan ulang tahun di Puncak Semeru mungkin sebuah keinginan gila bagi kita, tapi keinginan seberani itu tidak mungkin dimiliki seornag individu yang juga pemberani, itu mah menurut saya ya. Walaupun keinginan tersebut justru membuatnya meninggal dunia karena mengisap asap beracun di sana. Bagi saya itu adalah kematian yang paling…sulit deh mendeskripsikannya dengan kata-kata *nyengir*. Abaikan! Awalnya saya memang cuma mau pasang lagu saja kok hihihihi..

Oh ya, bonus nih, puisi terakhir yang ditulis Gie 🙂

Ada orang yang menghabiskan waktunya ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Mirasa

Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku di sisi mu… sayangku…

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biapra

Tapi aku ingin mati di sisi mu… Manis ku…

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya,
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayang ku…

Kalian yang pernah mesra,
Yang simpati dan pernah baik pada ku,
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung…

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda

Mahluk kecil…
Kembalilah dari tiada ke tiada…
Berbahagialah dalam ketiadaan mu…

Selasa, 11 November 1969

Happy Wednesday, Pals 😉

Advertisements

20 thoughts on “Gie

  1. pusinya romantis tis tis…. belum pernah liat filmya, tapi udah pernah baca ulasannya. Sayangnya aku ga bisa buka youtube, jadi ga tau deh gimana soundtracknya.. 🙂
    ___
    kapan2 nonton ya mba, bagus kok filmnya, yg buat Riri Riza dan MirLes 🙂

    Like

  2. aku pernah nonton filmnya, teh, meskipun tdk keseluruhan. Tapi pernah suka banget sama salah satu puisi Gie yg juga ada di filmnya tsb, kl ga salah judulnya “Puisi Cahaya Bulan”. Pernah aku publish jg di blog wordpress-ku http://nurlailazahra.wordpress.com/2010/11/18/puisi-cahaya-bulan/

    jatuh cinta ama puisinya 😀

    “Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
    Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
    Apakah kau masih selembut dahulu
    Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
    Sambil membenarkan letak leher kemejaku

    Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih
    Lembah Mandala Wangi
    Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
    Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

    Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
    Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat
    Apakah kau masih akan berkata kudengar degap jantungmu
    Kita begitu berbeda dalam semua
    Kecuali dalam cinta”
    ___
    Puisi-puisinya Gie memang keren bgt ya Sarah 😉

    Like

  3. Merayakan ulang tahun di puncak gunung pernah kulakukan 10 tahun yg lalu. Ah…ternyata sudah 10 tahun yg lalu… (mendadak panik ingat umur…wkwkwk….). Tetapi yg kurayakan adl ultah temanku yg ke-20, 1 bln kemudian ultahku yg ke-19 tp sdh tdk sanggup naik lagi. Meniup lilin di puncak Sindoro sambil kedinginan menikmati sunrise bersama patjar itu sungguh amazing lho Teh… Tapi lagi2 yg ngerasain itu temanku. Sementara saya? Saya berdesir2 bahagia, haru, sekaligus cemburu soalnya patjarnya temanku itu adl lelaki yg kutaksir. Hahahaha….. Akunya pun merasa amazing waktu itu. Wkwkwkwk…..curhat!!
    ___
    eyampuuun, kesian sangat dikau dik *ups* mihihihihi…
    aku cuma sekali doang menikmati puncak Ciremai, makanya suka ngiri sm para pendaki gunung ituh^^

    Like

  4. Pingback: Perasaan yang amazing ituh..!! « celoteh .:tt:.

  5. Belom pernah nonton juga filmnya pdhl udah lama ya 🙂 dulu cm liat thrillernya doang trus ada temenku nonton pas aku tanya ceritanya gimana jawaban dianya gk jelas gitu, katanya nonton krn ngefans berat sm nicholas saputranya doang huuuuu payah *tepok jidat* hahahahaaa 😀
    Eh puisinya bagus yah…suka deh 🙂

    Like

  6. Dan keinginannya untuk mati muda akhirnya tercapai.. 🙂
    St dulu suka nonton filmnya, mba Orin… Kalo nggak 2, 3x deh st nonton filmnya.. :D. Waktu itu st suka dengan sisi positif sosok Gie yang cerdas dan berani ^_^

    Like

  7. Cuma pernah baca bukunya, Gie di film terlalu ganteng, hihihi.. Soalnya dia seniorku di UI kan Rin, walopun nggak pernah kenal (iyalah, beda zaman) tapi ada alumni yang masih punya foto2 beliau. Jadi ya, nggak mau aja nonton filmnya 😀

    Like

  8. Gie, udah pernah nonton, suka banget ama film yang satu ini.
    Bonus puisinya romantis banget Mb jadi pengen guggle puisi2 Gie yang lainnya.

    Oia salam kenal yah Mb Orin 🙂
    ___
    Puisinya emang mantabh bgt ya Bun ^^
    salam kenal, terima kasih sudah berkenan mampir 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s