Day#15b Menikahlah Denganku

(semacam) sekuel dari cerita sebelumnya.

***

Menikahlah denganku Ra, pintamu saat itu. Dan aku menjawab pertanyaan itu dengan menamparmu, keras. Lantas meninggalkanmu yang terpana tak mengerti. Tahukah kamu Bayu? Kalimat itu mengingatkanku akan luka yang tak pernah mengering?

Menikmati pantai Senggigi saat senja yang jingga, seharusnya adalah eksotisme yang romantis, tapi aku merasa entah. Mungkinkah aku telah menyakiti diriku sendiri? Aku tahu luka itu akan tetap berada di sana, tapi aku tetap berhak untuk bahagia, bukan? Aku memandang cakrawala di atas pasir dalam sunyi.

”Ra…”

“Bayu?”

“Jangan lari dariku lagi, Ra. Kumohon…”

“Kau tak perlu mencariku, Bay.”

“Tidak bisa kah kau buka hatimu untukku?”

“Tidak bisa kah kau meninggalkan aku?

“Please Ra, jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan lain.

“Aku tidak punya hati lagi Bay.”

Debur ombak menyapa pasir memecah hening yang seolah abadi.

“Aku tahu mungkin ini sulit bagimu, tapi…izinkan aku mencintaimu, Ra.”

Aku menghentikan inderaku menyentuh senja, ku tatap matamu yang sedang memandangku. Cintakah yang ada di sana? Pantaskah aku menerima cinta itu?

“Kenapa kau mencintaiku, Bay?”

“Perlukah alasan untuk itu?”

“Menurutmu tidak perlu?”

“Aku mencintaimu karena aku mencintaimu. Cukupkah itu bagimu?”

“Itu absurd!”

“Ra, aku bukan Adrian…” Semesta di sekelilingku membeku, rasa sakit itu datang lagi, membuatku menggigil memeluk lutut, aku tidak ingin selamanya seperti ini. Aku pun ingin bahagia, mungkin kah?

Dan kemudian hangat perlahan menjalar di tubuhku saat Bayu mendekapku erat, membelai rambutku lembut, menggenggam tanganku kuat.

“Menikahlah denganku Ra, dan aku akan memelukmu seperti ini, selamanya.” Bisik Bayu lirih di telingaku. Aku terdiam menatap jingga yang semakin temaram. Kurebahkan kepalaku di dadamu, mencoba menikmati rasa hangat ini meresap hingga sanubari. 5 tahun mungkin sudah lebih dari cukup bagiku hidup dalam luka yang terus ku pelihara. Mungkin aku memang pantas menerima cintamu, mungkin aku pun pantas mencecap bahagia bersamamu.

Senggigi beranjak menggelap. Tapi aku tahu, hidupku telah mulai benderang karenamu.

***

*Note : 298 kata.

Yippiee…selesaaaai *tari pom-pom*. Terima kasih telah menemani perjalanan saya ya temans 😉

Advertisements

30 thoughts on “Day#15b Menikahlah Denganku

  1. wah ini acara serial yo nduk
    harus mengikuti dari awal kalau ingin terlibat ya.
    Semoga sukses dan kelak bisa menjadi penulis novel yang tersohor.

    Salam hangat dari Surabaya

    Orin : semacam itu Pakdhe. Matur nuwun doanya, semoga suatu saat novel saya yg dijadikan tali asih ya Dhe ^^ Aamiin..

    Like

  2. Pingback: Day#15a Sah! « Rindrianie's Blog

  3. Yes!!!! hepi ending!!!

    Tapi aku selalu kagum sama blogger yang pinter nulis fiksi deh Rin…
    Secara aku paling bego dalam soal menulis puisi dan fiksi…
    Pernah beberapa kali iseng bikin…
    Tapi geli sendiri bacanya dan gak jadi di posting…hihihi…
    Imajinasi ku rada terbatas soal nya…hihihi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s