Day#3 Kamu Manis, Kataku

Kamu manis, kataku. Aku tahu, jawabmu. Dan kami tergelak bersama. Bahagia

***

Saat itu senja baru menyapa. Kami menikmati orkestra hujan di luar sana dalam diam.

“Kamu mikirin apa sih?” Tanyanya manja setelah sekian menit berlalu.

“Mikirin kamu.” Jawabku cepat, yang dia balas dengan mencubit lenganku lembut.

“Wew, gombal.” Ucapnya. Dan kami tergelak bersama.

“Kamu tahu? dulu aku pernah ingin menerjunkan diriku dari puncak Monas.”

“Oh ya?”

“Atau tertidur di atas rel saat kereta datang.”

“Wow.”

“Atau memasukkan leherku ke lubang tali yang tergantung di pohon nangka.”

“Ckckck…”

“Atau melarutkan bubuk kopiku dalam cairan pembunuh serangga.”

“Ouch.”

“Atau mengiris urat nadiku dengan sebilah silet.”

“Ya ampuuun…”

“Kamu menganggapnya lucu ya?”

“Aku cuma tidak mengerti, kenapa ingin mati saat Tuhan masih memberimu kehidupan?”

“Entahlah, mungkin karena saat itu aku merasa tak ada gunanya juga aku hidup.”

“Begitu ya? Padahal kamu masih bisa melihat pelangi, padahal kamu masih bisa merasakan desau angin, padahal kamu masih bisa menyentuh tanganku, padahal kamu bisa masih bisa mendengarkan nyanyian hujan.” Aku terdiam. Malu.

“Ya, aku tahu. Untunglah aku masih hidup. Dan bertemu denganmu.” dia tersenyum mendengar gombalanku. Senyum yang selalu mampu menghangatkan hatiku. “Kamu tidak pernah merasa begitu?”

“Ingin mengakhiri hidup, maksudmu?”

“Iya.”

“Untuk apa? Jika saatnya tiba aku akan mati, tanpa aku harus menyakiti diriku sendiri, bukan?” Jawabnya tersenyum.

“Dan jika saatmu itu tiba, aku tidak bisa lagi hidup tanpamu” ucapku, “Dan aku akan melakukan kesemua hal tadi untuk membuat diriku mati. Dan aku tetap akan bisa bersamamu di sana”

Senja itu seolah tak pernah berakhir.

***

Kamu manis, kataku. Benarkah, tanyamu. Kenapa meragukanku, ucapku. Karena aku buta, katamu. Dan aku pun tak memiliki kaki, ujarku. Maka izinkan aku berlari untukmu, katamu lagi. Dan biarkan aku menatap bulan untukmu, ucapku lagi.

Kembali, kami tergelak bersama. Bahagia.

*Note : 291 kata

24 thoughts on “Day#3 Kamu Manis, Kataku

  1. Huaa.. Suka, suka banget.
    Amel 2 hari ini absen, inet lemot jadi males nulis, haha.
    Tapi saran ya teh, karena ceritanya “aku-kamu” kami diganti kita aj.

    Aduh,bisanya kritik, tapi nulis bagus kaya gini ga bisa. 😳
    ga sabar nunggu yg hari k5

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s