Anggaran Belanja Bulanan

Pakdhe Cholik sang maestro kontes lagi-lagi menggelar acara kontes yang sangat tidak biasa. Kali ini kita diminta membuat anggaran belanja bulanan, sodara-sodara *glek*.

Sejak saya diberi uang jajanan bulanan -yaitu saat kelas 5 SD- saya memang dibiasakan untuk membuat rincian pengeluaran si uang jajan tersebut per bulan. Dan saat menjadi seorang istri -ceritanya jadi manager keuangan keluarga he he- membuat anggaran pengeluaran tiap bulannya kudu wajib harus dilakukan ya. Tapi kasus yang diberikan Pakdhe jauh berbeda dengan kehidupan saya sehari-hari. Jadi anggarannya sedikit fiktif hihihihi…

Tabel pengeluaran yang saya buat ini, tentu saja diluar pengeluaran-pengeluaran tetap yang memang harus dikeluarkan terlebih dulu segera setelah menerima pendapatan. Zakat dan sedekah sebesar 10% setiap awal bulan tidak harus tercatat lagi bukan? Apa? Kenapa tidak 2,5% seperti anjurannya? Lho, yang penting kan besar dan ikhlas dalam berderma, betul? 😀

Saya asumsikan dari soal kasus, mereka tidak lagi memiliki cicilan rumah atau utang-utang yang lain, karena ‘tokoh’nya adalah pensiunan yang hanya tinggal berdua di rumah milik sendiri. Tapi diluar pengeluaran belanja sehari-hari (dan tetap tidak saya masukkan ke dalam anggaran), pasangan ini memiliki tabungan dana darurat sebesar (minimal) 3x pengeluaran tetap. Sehingga dalam keadaan darurat yang memerlukan biaya besar, tidak perlu mengganggu cash flow normal.

Selain dana darurat, beliau berdua juga memiliki tabungan lain yang tujuannya untuk berlibur, umroh atau ibadah haji (lagi). Bahkan Bu Dhe punya shopping account tersendiri, yang diperuntukkan untuk belanja belanji. Dan semua tabungan-tabungan ini dipotong di muka (dengan menggunakan automatically debit di tanggal yang sudah disepakati, ke rekening-rekening tabungan lain itu). Mmm… mbulet ya penjelasannya? hahaha. Intinya adalah, menabung itu harus di awal, bukan ‘sisa’ dari belanja bulanan, oke? 😉

Oh iya ada yang terlupa. Investasi!!! Pak Dhe dan Bu Dhe juga sudah menyisihkan sebagian uang pensiun untuk berinvestasi. Membeli rumah ke-dua (atau ke-5?), mengumpulkan emas (logam mulia atau dinar, bukan perhiasan. Mmm…perhiasan juga boleh laah, buat kondangan ya Bu Dhe Ipung? hihihi), atau menanam modal usaha bagi siapaaaa gitu (Jeng Ngatno?). Yang terakhir ini keuntungannya ganda, karena bisa berpotensi tak terputus amalnya 🙂

Nah, berdasarkan data dan soal Pakdhe yang tertulis di sini, berikut perhitungan saya untuk anggaran pengeluaran per bulannya, di luar penjelasan pengeluaran lain yang saya uraikan sebelumnya, dan hanya merupakan perhitungan kasar (dan juga fiktif hihihi). Alasannya, selain karena saya tidak tahu detail tinggal di Surabaya seperti apa, di rumah imut-imut kami belum ada AC satu pun, kompor gas cuma satu, TV ada 2 tapi yang lama tersimpan berdebu di gudang *halah*, laptop juga cuma satu yang jarang dipakai di rumah.

Hadeuuuh, prolog dan pembelaan dirinya terlalu panjang :P.

Total jumlah pengeluaran per bulan berdasarkan analisa kasar saya bagi tokoh dalam soal kasus adalah sebesar Rp. 3.185.000.

Demikianlah, akhirnya bisa juga saya menyelesaikan tugas dari Pakdhe yang essip markosip ini (ikutan uncle Lozz) 🙂

***

Artikel ini diikutsertakan ada Kuis Anggaran Belanja Bulanan di BlogCamp.

39 thoughts on “Anggaran Belanja Bulanan

  1. hihihi akhirnya selesai juga menghitung anggaran belanja bulanan pakdhe….siip dech…tinggal menunggu yg pas dihati pakdhe utk jadi pemenangnya….

    Orin : Iya nih Mba, sesuatu bgt akhirnya bs ikutan *tsaaah* qiqiqiq

    Like

  2. Wah Orin hebat… aku malu nih Rin ikutan kuisnya Pakde yg ini… blm bisa ngatur keuangan soalnya… hahaha… keuangan “besar” diatur sama suami yg lebih jago akuntansinya aja lah… aku tau beres utk urusan anak, hehehe..

    Orin : Wahh…enak dunk mba Tia, ga pusyiiing hehehehe

    Like

  3. pengaturan keuangan yang bagus dari Orin, terutama ttg zakat dan sedekah.. patut eMak tiru.

    klo hidup di kampung kayak eMak, pengeluaran masih jauuuhhh dibawah itu, hehhe.

    Orin : Iya Mak, kata pak ustadz begitu he he.
    Mauuuu….pgn tinggal di kampung jg Mak..

    Like

  4. Saya telah membaca dengan seksama artikel diatas.
    Saya catat sebagai peserta
    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    Orin : Yipppiiee…Pakdhe sudah datang. Terima kasih untuk kontes yg tidak biasa ini ya Dhe 😉

    Like

  5. Aku tidak serinci itu, mbak Orin. Ketahuan deh kalo belum bewe.
    Sekalian minta maaf nih jika silaturahmi saya kemari tersendat-sendat. Saya masih proses penyembuhan

    Orin : Semoga segera sembuh ya mba, jangan jalan2 dulu, istirahat aja atuuuh 😦

    Like

  6. hmm kayaknya saya segitu juga teh pengeluaran. yang pasti insyaAllah gak sampai lebih besar pasak daripada tiang jemuran, hehe..

    alhamdulillah teh 10% gitu zakat sedekahnya, semoga saya bisa menyamai atau bahkan melebihi ah, amin..:D

    Orin : Ini ceritanya anggaran Pakdhe lho Minx, bukan aku hihihihi

    Like

  7. waaah,. saya absen (lagi) di kontes yang ini. hohoho..
    sukses buat kontesnya ya teh..
    sepertinya menabung di awal bulan itu adalah tips yang bagus..
    kalau nunggu sisanya mah, kapan banyaknya, mending kalau ada sisa. hehehe

    Orin : Nabung di awal bulan itu harus Mel, ayo segera dimulai 😉

    Like

  8. ini sampai kapan ya Kuwis nya?

    Anggaran 3 juta lebih ya… wah pendapatannya musti berapa tuh ya kalo punya anak banyak… 🙂

    Eh tapi banyak anak banyak rezeki ya

    Orin : Kuisnya udahan Jeng he he.
    hmm…itulah pentingnya perencanaan, jadi walaupun anak banyak masih bisa terpenuhi keperluannya *sotoypisan* :p

    Like

  9. Secara matematis terlihat angka2 yang demikian itu. Tetapi perhitungan sesungguhnya bisa melebihi dari apa yang sudah kita perkirakan.

    Orin : Sebaiknya memang disamakan ya mas, antara yg tertulis dan aktualnya, walopun susah hehehe

    Like

  10. Oriiiin…kalo lihat perhitungan-perhitungan gini, saya malah jadi cemas dengan masa depan lo…huhu, nabung di awal gajian itu saya belum bisa 😦

    Orin : Ayo Bu Iiiir, mulai dibiasakaaaan hehehe

    Like

  11. moga sukses kontesnya mbak……
    perencanaan keuangan yang baik memang sangat dibutuhkan untuk menghadapi gejolak ekonomi pada saat ini.

    Orin : Sepakat mas…harus pintar mengatur keuangan ya 🙂

    Like

  12. HHHmmm …
    perhitungan yang matang ini …
    demikian juga besaran asumsi-asumsi yang Orin berikan … sungguh masuk akal …

    Semoga sukses di perhelatan Pak De

    Salam saya Orin …

    Orin : Dipas2in sebetulnya Om hihihihi

    Like

  13. Sepertinya teh orin bakal berubah profesi jadi konsultan finance nih kaya Legwina Hananto (ngefans nih sama BELIAU,hahaha)

    Orin : Aku jg belajarnya dr Ligwina itu Van hehehe

    Like

  14. hiks…hiks…hiks…saya teledor tidak meng upload…jadinya ga ikutan perhelatan ini deh….selamat ngontes deh…

    Orin : Waah…mudah2an Pakdhe buat kontes yg seru lg kyk gini ya mas hehehe

    Like

  15. Saya pengguna anggaran bukan penghitung…jadi mumet kalo suruh ngituung semoga suksess ya teh

    Orin : Kalo mau menggunakan jg harus tetep dihitung dulu toh Riez? hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s