Matahari dan Bumi

Jika saya adalah seorang banci kontes, maka mba Fanny adalah tukang bikin kontes, sebuah simbiosis mutualisma yang sempurna bukan? hihihi. Giveaway mba Fanny kali ini adalah dalam rangka menyambut postingan ke-1500!! Uhuk, entah kapan postingan ke-1500 di blog ini akan tercapai..

Syaratnya hanya memilih salah satu postingan dan mengemukakan alasannya. Nah, di antara banyak sekali postingan menariknya di sana, saya suka sekali postingan yang berjudul When man loves woman. Kenapa? Karena mengingatkan saya pada Anda-tahu-siapa yang ganteng itu he he he. Ingat saat lelaki itu rela membaca novel The Alchemist hingga tamat (walaupun beliau bilang novelnya bagus), padahal sebelumnya tidak pernah membaca novel. Ingat saat lelaki itu tetap makan nasi merah padahal katanya kurang suka :D. Ingat saat lelaki itu tidak malu membeli pembalut dan atau Kir***i waktu saya datang bulan. When man loves woman? They will do anything, huh? Lucky us, Ladies 😛

Lantas, kenapa judulnya Matahari dan Bumi? Karena jika suami saya adalah matahari, maka saya lah sang bumi 🙂 Lebay? Begitulah cinta sodara-sodara *iyaa…silahkan muntah :P*

Konsep cinta matahari dan planet-planet ini saya pelajari dari suami, entah darimana beliau dapatkan teori ini (lupa katanya he he), tapi definisinya kurang lebih begini :

Jika dianalogikan seorang lelaki adalah matahari, maka ketika dia mengejar-ngejar seorang wanita dengan menggebu bin semangat ’45, tak bisa makan tak bisa tidur saat berjauhan karena selalu ingat si juwita hati, mendaki gunung menyeberangi lautan demi cinta, dan sebagainya dan semacamnya itu, maka -bagi si lelaki- wanita itu adalah Merkurius. Dan ini kurang baik, kenapa? Karena si Merkurius terlalu dekat dengan Matahari! Yup, terlalu ‘panas’, berpotensi tinggi untuk terbakar, bahkan mungkin meledak! *horor*

Contoh kedua, Matahari dan Mars. Sang pria cinta pada sang wanita. Tapi ya sewajarnya saja. Kalau di-sms ya dibalas, kalau ada waktu untuk nonton bareng ya nonton, kalau malam minggu tidak ada acara ya ngapel, kalau si wanita ini kepincut pria lain? Ya sudah berarti bukan jodoh. Kurang lebih begitu lah. Cinta yang biasa-biasa saja, cinta seadanya, cinta yang terlalu logis, cinta yang tidak bisa ‘mengikat’.

Nah, -masih menurut suami saya- cintanya pada saya -atau lebih tepatnya cinta kami berdua- adalah seperti Matahari dan Bumi. Jaraknya pas, sinarnya tidak akan membuat Bumi terbakar, tetapi juga tidak terlalu jauh hingga masih bisa menghangatkan walaupun Bumi sedang ‘membelakangi’ matahari. Matahari dan Bumi masih bisa berkeliling di orbitnya masing-masing tanpa harus saling menjauhi, sementara di waktu yang sama juga saling bergantung dan bergerak di sebuah orbit lain yang sama tanpa harus saling melukai.

Adakah sahabat yang tahu konsep ini? (Istri ga sopan curiga suaminya bikin konsep sendiri hihihihi)

Tapi begitulah matahari saya itu, seorang lelaki penyayang yang -menurut saya- logis realistis. Seorang laki-laki biasa, dengan cinta yang biasa, tetapi telah membuat hidup saya tak lagi biasa *tsaaaah*. Lelaki yang membiarkan saya menjadi diri saya sendiri, mengizinkan saya bertumbuh, menemani saya berkeliling di orbit saya sendiri, tetapi tetap menyinari saya dengan hangat, yang akan membisikkan nasehat indah saat saya salah, atau menggandeng lembut tangan saya ke jalan yang seharusnya saat saya menyimpang, atau melarang saya dengan mesra saat saya ingin menyerah *hadeeuuh, jadi seperti berpuisi hihihihi*

Begitulah, postingan mba Fanny yang satu itu entah kenapa mengingatkan saya pada Matahari dan Bumi ini. Bagaimana denganmu Temans?

Happy Tuesday Pals 😉

Advertisements

49 thoughts on “Matahari dan Bumi

  1. wow, keren sekali konsepnya bun..

    nanti saya mau nyoba bikin konsep terbaru juga lah,, hahayy….

    Kenapa bukan matahari dan bulan? 😀

    smoga sukses ngontesnya….

    Orin : Hayo Mab, temukan Bumi-mu *haiyah* qiqiqiqi…

    Like

  2. Weiiits, jadi pengen nangis 😦

    Orin, cinta suami isteri itu mengikat tapi tidak membuat mereka tersiksa. Mereka juga harus memiliki ruang untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa melupakan bahwa mereka telah menjadi teman sejiwa…
    🙂

    Orin : Sepakat Bu Ir, karena pada hakikatnya ‘matahari’ dan ‘bumi’ adalah 2 entitas yg berbeda ya Bu 😉

    Like

  3. hahahahahhaa.. Te O Pe dah pokoknya mbak Yin teorinya.. kapan yaa matahariku datang?? *jyaaahh ngayal*

    tapi di Palembang lagi musim panas (na’udzubillah) sama musim kebakaran mbak Yin.. bilangin dong sama matahari, sekali-kali mbok yaa ngalah sama hujan, kasihan bumi kekeringan..

    Orin : Matahari punya caranya sendiri menemukan ‘bumi’ yg tepat baginya Dhe *tsaaaah* hihihihi

    Sama Dhe, jakarta jg puanassss poll, mari berdoa bersama2 menanti hujan yg penuh berkah..

    Like

  4. saya tidak akan merubah konsep mataharinya Orin, ntar Buminya nyari alasen lagi :D.
    # ingat-ingat konsep lelakiku dulu ahh.

    Orin : Hihihi…punya konsep sendiri2 ya Mak biar ga rebutan *halah* 😀

    Like

  5. wuihhh teorinya pas banget nechhh…keren dech achhh……..kira2 suami nyontek teori ini dr mana yach? hihihih….

    Orin : Iya mba, aku jg penasaran, tapi dianya malah lupa dapet konsep ini dr mana hihihihi

    Like

  6. Hehe..bumi ku masih belum tersinari matahari, karena saya rasakan n lihat masih malam,.jdi masih disinari sang rembulan *gak jelas ya Kak*

    Orin : Jelas sekali ketidakjelasan-nya Sof hihihihi

    Like

  7. Saya tertarik dengan statement Matahari dan Mars …

    Cinta yang biasa-biasa saja, cinta seadanya, cinta yang terlalu logis …

    Hahaha … saya ngakak ini …
    (keknya gue dah …)(qiqiqiqiqi)

    Salam saya

    Orin : Macaciiiih? Berarti Om sm Bunda punya konsep cinta yg lain On *haiyah* hihihihi…

    Like

  8. deuh…teteh…saya ama suami apa ya…matahari dan bumi, matahari dan mars, atau …matahari dan pluto…yg pasti kami manusia teh..hehe…elang dan bunga aja deh…elang itu akan pergi jauh…dan bunga menunggu dg baik…terkadang ketika elang mendekat bunga akan deg2an nunggunya…halah…

    Orin : Elangnya vegetarian ya Pu? kok maem bunga? *plaaak* hihihihi… Pokonya mah cinta ya Pu he he

    Like

  9. kok malah aku sambil nyanyi lagunya Michael Bolton…he…he…
    teori ini pasti karena beliau itu sudah ketularan oom Paulo

    Orin : Hiihihi…mungkin jg ya Bun ketularan om Paul 😀

    Like

  10. hmm..baru denger teori matahari bumi, matahari merkurius. serasa belajar astronomi lagi. hehee..

    btw, tks ya udah ikut serta. saya catat dulu saja ya

    Orin : hihihi…entah konsep ini berasal dr mana mba Fan 😛
    Syip, terima kasih sudah tercatat 😉

    Like

  11. teh kenapa disebut banci ya? punten saya rasanya pernah baca di blog mana juga gitu nyebut teh orin banci juga, hehe. oh ya makasih banyak udah masukin nama saya di bagian “the-pals”
    tadi nya ini komen mau minta itu supados blog abi tiasa di daftarkeun janten rerencanganna teh orin tea, hehe

    hatur nuhun pisan
    semoga kontesnya menang ya, amin..

    Orin : hahaha…heureuy wungkul itu mah Minx, piraku geulis kieu banci? *ups* hihihi…
    Salaman lah, pokona kita berteman, betul? 😀

    PS : biasanya yg udh pernah komen (walopun cuma 1x) lgsg Orin masukin ke “The Pals” Minx. Tapi udh lama blm diapdet lg uy he he

    Like

  12. Seperti matahari dan bumi?. Lha mataharinya kok malah gak setia sama bumi saja. Masih bergandengan juga dengan Merkurius, Venus, Neptnus dll.

    Orin : Ceritanya, mataharinya banyak mas Alam, jd bisa buat Merkurius smp Pluto *analisanya tambah ngaco* 😛

    Like

  13. besok kalau ayah pulang, bunda mau tanya dulu akh sama ayah,
    sudahkah bunda cocok jadi bumi nya 😛

    semoga sukses di acara giveaway ini ya Orin 🙂
    salam

    Orin : Yakin ah Orin mah Bunda Ly sama Ayah Agus cocok bgt 😀
    Tengkyu ya Bundaaa

    Like

  14. duh,….analogi yg menarik.kira2 aku dan misua apa ya???
    hehehe…semoga menang ya mbak..gudlak!
    aku haturkan maaf lahir batin di kesempatan ini..mumpung masih syawal ya mbak..:)

    Orin : Sama2 mba, mohon dimaafkan jg ya 😉

    Like

  15. salam kenal mbak,

    pas banget perumpamaan matahari dan buminya. suatu ketika, kami pernah bikin puisi tentang pelangi dan telaga untuk menggambarkan salah satu moment kemesraan kami 🙂

    Orin : Pelangi dan Telaga? pasti puisi yang cantik mbak & mas 🙂
    Salam kenal jg yaa, terima kasih sudah berkenan mampir^^

    Like

  16. Ihiiiy… Orin.. Romantis euy….

    Mau komen yg kalimat ini.. “Mengingatkan Orin pd Anda-tau-siapa…”
    Ng.. Voldemort…?
    Hehehe.. *just kidding*

    Semoga menang ya Rin.. ^_^

    Orin : Hahahaha….Voldemortnya yg ini baiiiiik kok mba, ganteng pula *halah* hihihihi

    Like

  17. trus, trus.. si bumi itu mutermuter jadi siang jadi malam.. sembari si matahari masih tetap kalem setia ditempatnya.

    *orin jadi siang dan malam, kadang riang dan kadang ngambek, manyun gak jelas .. padahal masnya gak ngapa2in loh.. wkwkkk..

    **hayooo, ngaku..! 😛

    Orin : Huwaaa…ketauan deh sm Emak qiqiqiqi…

    Like

  18. Masuk akal sekali filosofinya. Hikz. Jangan ampe cintanya kaya matahari dan bulan. Satu datang satunya pergi. Lha kpn ketemunya hihi

    Orin : heuheuheu…iya jg ya mba, matahari dan bulan mah ga pernah ketemu..

    Like

  19. Aaaak.. Bener juga. Analogi yang bagus.

    Tapi hati2 juga ya, di Bumi suka ada badai semacam Katrina yang menerjang. 🙂

    Orin : Iya mba Is, banyak badai yg sering terjadi bumi ya *ups* hihihihi

    Like

  20. selamat ya mbak……
    ada beruntung lho….
    liat deh di blog mbak SCB….

    eh ya,,salam kenal ya….

    Orin : huwaaa, aku menang yah? *takjub* tengkyu udh ngasih tau ya 🙂
    salam kenal juga Dihas^^

    Like

  21. Subhanallah… keren tuh konsep suaminya…
    jadi pengen buat konsep sendiri ahhh.. soalnya belum nemu bumi-nya nih, heee… moga pas nemu pas dapet konsepnya, 😉

    Orin : Semangat Vaaan, semoga segera sipertemukan dg sang bumi ya 😉 Aamiin..

    Like

  22. Skip sama kontes yang satu ini, hehe…
    Semoga Orin dapat Novelnya deh… Oiya, ini kategori yang paling panjang ya?

    Orin : Alhamdulillah dapet Ka, postingan paling menarik katanya hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s