The Winner Stands Alone

Sejak membaca The Alchemist bertahun-tahun lalu, saya selalu menyukai Paulo Coelho hingga saat ini. Menurut saya, Coelho adalah penulis yang tidak membosankan, karena setiap novelnya selalu menjanjikan cara bercerita yang berbeda, dan dengan ending yang seringkali sangat mengejutkan. Contohnya novel ke-13nya yang baru saja saya baca ini. The Winner Stands Alone.

(gambar dipinjam dari sini)

Novel ini bersetting Festival Film Cannes di Perancis sana, tokoh utamanya Igor, seorang miliuner Rusia, yang datang ke sana demi mendapatkan kembali cinta seorang Ewa, sang mantan istri yang kini bersuamikan Hamid Husein, seorang couturier kaya dari gurun.

Selain Ewa dan Hamid Husein, misi Igor ini bersinggungan jalan dengan Gabriela, seorang aktris yang berjuang keras mendapatkan sebuah peran dalam sebuah film, Javits seorang distributor film yang berpengaruh, Maureen sang sutradara idealis, Jasmine Tiger model cantik dari Rwanda, juga Olivia seorang gadis penjual pernak pernik di trotoar. Pertemuan mereka dengan Igor telah mengubah hidup mereka untuk selamanya.

Novel setebal 468 halaman ini diawali pukul 03.17 pagi dan tamat saat pukul 13.55 siang keesokan harinya. Waktu yang sangat singkat untuk sebuah novel yang bisa saja bersetting hingga ’10 tahun kemudian’ he he. Tapi di dalamnya kita bisa berkelana berpetualang dan mengetahui banyak hal. Kehidupan para Superclass, teknik beladiri Rusia bernama Sambo, seluk beluk produksi film, hingga cara kerja racun Cianida.

Tidak hanya petualangan Igor yang mencengangkan, novel ini tapi juga mengajak pembaca mengkaji kembali tujuan dan arti hidup, bagaimana seharusnya mimpi yang kita miliki di perjuangkan, atau betapa pencapaian finansial tidak pernah bisa menjadi indikator bahagia atau tidaknya seseorang. Novel yang sangat ‘kaya’.

Mungkin karena saya memang suka Paulo Coelho ya, jadi menurut saya novel ini bagus dan menarik, seperti novelnya yang lain yang pernah saya baca. Ingin sekali membaca novel terbarunya Oleph, tapi sepertinya belum masuk Indonesia nih 😦

Oh iya, saya copas-kan sebuah dongeng yang diingat oleh Ewa di salah satu episod. Makna di balik dongeng ini -bagi saya- begitu dalam, walaupun mungkin tidak bisa ‘ditemukan’ secara eksplisit.

Seekor camar sedang terbang melintasi pantai ketika matanya tertumbuk pada seekor tikus:

“Dimana sayapmu?”

Setiap binatang bicara dengan bahasa masing-masing, jadi si tikus tidak memahami pertanyaan itu, ia hanya menatap dua benda besar dan aneh yang tampak menyatu dengan tubuh makhluk tersebut.

“Pasti dia sakit” Pikir si tikus.

Si camar melihat si tikus memerhatikan sayapnya dan berpikir:

“Kasihan. Pasti binatang itu sudah diserang monster yang membuatnya tuli dan merampas sayapnya.”

Karena iba melihat tikus itu, si camar memungutnya dengan paruh dan membawa si tikus jalan-jalan di udara. “Mungkin tikus ini rindu rumah,” pikir si camar saat mereka terbang. Lalu, dengan hati-hati, si camar mengembalikan tikus itu ke tanah.

Selama berbulan-bulan berikutnya, si tikus tenggelam dalam depresi; ia teringat pengalamannya berada di tempat -tempat tinggi dan melihat dunia luas yang indah. Namun lambat laun tikus itu pun kembali terbiasa menjadi tikus lagi dan mulai percaya bahwa keajaiban yang sempat terjadi dalam hidupnya hanyalah mimpi belaka.

Nah, apakah sahabat tertarik membaca novel ini? πŸ˜‰

22 thoughts on “The Winner Stands Alone

  1. daku juga suka Coelho.. karena dia orang Brasil atau pasti krn bahasa ibunya portugis, hehe..
    banyak orang bilang bagus.. tapi kadang otaknya suka ga nyampe apalagi kalo pake analogi 😦 *aah.. dasar*

    Orin : Bwhuahaha…alasannya meni kitu pisan, wew :p
    hehehe…iya Teh banyak yg bersayap kalimatnya *halah*

    Like

  2. wah kalo urusan novel, saya udah lama ndak baca jadi sama sekali ndak nyanthol diotak, maklum generasi jadul

    Orin : Saya suka jg lho Pak novel jadul semacam Layar Terkembang, Salah Asuhan atau Rubuhnya Surau Kami itu πŸ™‚

    Like

  3. baru beli Brida, bagus nggak ya Rin…? belum sempat kebaca
    baca tulisannya oom Paul ini kadang suka nggak nyambung kalau cuma sekali simak doang, musti diulang2 makanya bisa lamaaa baru tamat, he..he…

    Orin : Nah…yg Brida Orin blm baca Bun, sebelom ini malah baca Eleven Minutes (dan menurut Orin baguuuus, kapan2 InsyaALLAH Orin buat reviewnya). Iyaa…emang hrs ‘serius’ baca bukunya Om Paul, ga bs sambil lewat doang he he

    Like

  4. Saya punya beberapa koleksi novel Coelho, di antaranya The Alchemist. Sayangnya, belum satupun yang saya baca. Sebab yang menyukainya istri saya, haha..

    Kayaknya saya perlu menyempatkan diri membaca novel-novel itu. Keren sepertinya ya Rin.. πŸ™‚

    Orin : Para pria sepertinya memang kurang suka baca novel ya Uda hihihi…tapi suami saya kuat baca Alchemist (sbg orang yg ga pernah suka baca novel), dan menurutnya bagus πŸ™‚

    Like

    • sama seperti suamiku Rin, nggak suka baca novel, tapi pas baca Alchemist langsung nyari lagi, Brida itu dia yang pilih

      Orin : Skrg Orin lg baca The Witch of Portobello Bun πŸ˜€

      Like

  5. hoo, sepertinya novel yang cocok nih buat saya~ πŸ˜‰
    ah iya, kalau ada beladiri bernama ‘sambo’, maka ada tarian bernama ‘samba’~ πŸ˜†

    Orin : Deeeek, kamu sekolah di SMU 10 Bekasi? yg di Harapan Indah?? itu deket rumahkuuu hohoho… nanti aku pinjemin novelnya kalo mau baca πŸ˜›

    Like

  6. Ih hebat deh, kok kuat sih baca novelnya Coelho? 😦
    Saya gak tahan, membosankan soalnya… >.<'
    Bukan selera saya…

    Orin : hahaha…buat Asop membosankan ya? kalo bukan selera emang ga boleh dipaksakan ya Sop πŸ˜€

    Like

  7. Orin, saya hanya punya 2 novel Coelho. Dua-duanya nggak habis saya baca…hehe, daya nalar saya kayaknya nggak sampe kesana karena *menurut saya* terlalu cerdas.
    Terus terang, saya justru amat suka dengan John Grisham dan Sidney Sheldon…hehe, apapun judul buku mereka, saya suka, bahkan suka dibaca berulang-ulang πŸ˜€

    Orin : Bu Iiiir, orin jg suka John Grsiham sm Sidney Sheldon, dan baru ngeh ternyata Orin ga punya satu pun novel mereka, minjem doang qiqiqiqi

    Like

  8. Belum baca…tak catet ah, kali2 ada di tempat pinjaman novel *haha..keliatan banget ga modalnya ya? *
    Mbak Irma, aku juga suka Sidney Sheldon.. πŸ™‚

    Orin : Sini Orin pinjemin Auntie hihihihi… Yg paling suka novelnya Sidney Sheldon yg judulnya (kalo ga salah) If tomorrow comes, baca pas SMU πŸ˜€

    Like

  9. Mungkin once upon a time, beberapa tahun lalu, saat aku masih unyu unyu *halah, istilah apaan sih πŸ˜€ * hehe… mungkin dulu aku akan membaca novel ini dan sangat menikmatinya.
    Sekarang sih pengen yang simpel2 aja, haha…

    Orin : hahaha…dari zaman unyu smp skrg Orin mah msh suka Ka πŸ˜›

    Like

  10. sama kayak mas Asop, kuat ama baca novel?

    hehe yang kisah tikus itu sangat dalem artinya,
    buat saya:
    jangan kita terus berlarut pada kesuksesan di masa lampau…

    Orin : Kuat ga kuat Nic, kalo ga kuat ya dikuat2in *apa siiiih, geje pisan* hihihihi

    Like

  11. Berusaha memahami cuplikan dongeng Ewa yang luar biasa. Ternyata…. kemewahan dan kesempatan tak selalu membahagiakan orang yang tidak siap, ya.
    Btw, Ewa…. nama itu sudah diterjemahkan dari nama Eva (dlm bhs prancis, v dibaca w).

    Orin : Saya pikir di Rusia itu Eva memang jadi Ewa mba Sus hihihi…

    Like

  12. wuihh.. rivewnya lengkapp. aku juga lagi baca buku ini mbak orin. walopun belum selesai, tapi ada sebagian yang sudah aku bahas sedikit di blogku.

    jadi ingin segera menyelesaikannya. walopun entah kenapa ingin juga menikmati tiap kata2 yang di rangkai di tiap lembarnya. ada sensasi berbeda waktu baca novel yg satu ini.

    Orin : Iya banget Arma, kadang emang hrs berhenti baca untuk merenungkan kalimat yg tertulis *tsaaah*. Ulasanmu malah lebih lengkap, blm selesai baca pdhl ya he he

    Like

  13. Oriiin, aku jg penggemar Coelho niiih…
    Tapi blm baca buku yg ini… Menarik sptnya…
    Analogi yg dibuat Coelho bisa ditafsirkan berbeda2 tiap org ya…
    Klo aku baca dongeng yg diingat Ewa itu, aku jd inget sama cerita dari buku Si Cacing & Kotoran Kesayangannya… Dmana qta sering kasian melihat org cacat, misalkan tuli… Tapi ketika kita membelikannya alat bantu dengar, org tuli td jd merasa tersiksa hidupnya akibat dunia yg bising…

    Orin : Aku jg baru baca bbrp aja mba Tia, skrg lg nyambi the Wicth of Portobello itu, baru episod2 awal, tapi keknya seru jg hohoho….
    Hmmm…msh blm baca buku si Cacing itu mba, pinjem duuuunk *plaaaak* πŸ˜€

    Like

  14. wahh kalo aku ngga sempat baca buku…..apalagi novel….dirimu hebat yachh…..bisa baca novel dalam waktu sekejap….jempol dech utk orin

    Orin : Boro2 sekejap mba, ini lamaaaa bacanya, mpe berbulan2 hihihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s