Balon dan Permen

Seorang abang-abang penjual balon mendorong gerobak balonnya yang berwarna warni dengan khidmat. Merah, kuning, jingga, biru, bahkan pink. Tak ada balon hijau karena konon berpotensi tinggi untuk meletus. Dan seorang anak kecil dengan binar mata bercahaya menatap benda semi bulat semi lonjong yang seperti terapung-apung di udara itu dengan takjub. Indahnya dunia ini jika satu saja dari balon itu sanggup dimilikinya, begitu khayalnya. Entah kenapaΒ  sang ibu tak berkenan mengabulkan harapnya, lantas memberikan si anak kecil sebuah permen lolipop besar untuknya, padahal tak pernah sekalipun dia meminta si permen itu. Memang, lolipop itu juga berwarna warni, si anak kecil suka, apalagi rasanya manis. Tapi tetap saja, bukan permen itu yang dia inginkan. Si anak kecil mengulum menjilat menikmati lolipopnya dalam diam, karena balon impiannya pergi menjauh dibawa si abang ke negeri antah berantah.

Uhuy… prolog yang cukup lebay sepertinya sodara-sodara hohoho…

Tapi bukankah seringkali kita menghadapi situasi dan keadaan yang kurang lebih sama dengan si anak kecil? Mendamba sebuah balon untuk kemudian memperoleh sebatang permen. Itukah yang disebut orang-orang bijak sebagai pemisah tipis antara “wants” dan “needs” seseorang? Dan tanda keberwenangan Yang Mengetahui Segala untuk memberikan yang kita perlukan dan bukannya yang kita inginkan?

Bagi saya, balon dan permen adalah sebuah perjuangan tersendiri dalam hidup dan kehidupan. Bagaimana saya -sebagai manusia-Β  memiliki banyaaaakk sekali ‘balon-balon’ impian, lantas seperti apa saya harus mengikhlaskan diri dan kemudian tetap bersyukur khidmat, jika kelak hanya ‘permen-permen’ lah yang saya terima? Bukankah yang terbaik hanyalah ketetapanNYA?

Hidup adalah perjuangan. Entah filsuf mana yang pertama kali mengumandangkan istilah demikian. Tapi saya sependapat, karena sepertinya hidup memang adalah rangkaian-rangkaian episode yang harus diperjuangkan. Dimana keberhasilan terselesaikannya sebuah episode, seringkali merupakan awal dari perjuangan episode berikutnya, yang terkadang lebih sulit diperjuangkan. Fight never ending, begitulah saya memaknainya.

Tidak, ‘perjuangan hidup’ saya mungkin tidak sedramatis itu. Betul, saya memang pernah harus mencukupkan diri makan satu kali saja dalam sehari untuk berhemat. Saya juga seringkali rela berjalan kaki sekian kilometer di panas terik demi menyimpan seribu dua ribu perak uang saya untuk keperluan lain yang lebih berguna. Dulu saya pun sempat harus gali lubang tutup lubang untuk bertahan hidup dari bulan ke bulan karena penghasilan saya yang belum memadai. Tapi bukankah roda kehidupan terus berputar? Dan bukankah tidak ada tempat lain -yang bisa saya singgahi saat mencapai titik terendah dalam kehidupan itu- selain naik?

Karena tidak ada yang mengaku dirinya beriman yang tidak akan diuji atas ke-beriman-annya itu. Maka tetaplah mendamba balon, tetapi ikhlas dan bersyukurlah saat yang diterima hanya sebuah permen, karena terkadang Tuhan memberi kita bonus tak terduga, sekotak coklat misalnya? πŸ˜‰

Have a gorgeous Life, Pals…

***

Tulisan ini saya buat untuk meramaikan acaranya Teh Anny, met ultah yang ke-3 untuk blognya ya Teh πŸ˜‰

47 thoughts on “Balon dan Permen

  1. balon dan permen : adek Egi mau 2 2nya tante Orin πŸ˜€

    balonnya buat terbang ke surga
    permennya buat di mut dalam perjalanan hihiih

    Orin : Huwaaa….adek Egi permintaannya ‘berat’ uy hohoho…

    Like

  2. Mimbik-mimbik jadinya waktu baca. Emasak sih, makan sekali sehari dan jalan kaki sejauh itu? Percaya nggak percaya sih.

    Mbak Anny, monggo ini dipilih. *memvote*

    Orin : Percayalah padaku mba Is! *halah*. Iya mba, kalo skrg bisa ketawa2 sih mengenangnya, pas waktu itu paling menderita sedunia rasanya hihihi *dari dulu sudah lebay :p*

    Like

  3. Apa yang kita inginkan seringkali buka yang kita butuhkan, juga bukan yang kita dapatkan. Tapi tak akan berkurang kebahagiaan selama kita bisa menerimanya dengan syukur dan penuh keikhlasan. Semoga sukses di kontes, Mbak. Coba meluncur ke TKP,siapa tahu bisa berpartisipasi.

    Orin : Sepakat Abi, walaupun aplikasinya terkadang msh sulit ya heuheu…

    Like

  4. assalamu’alaikum…
    Dalam coretan yang ada diatas menyimpan beribu makna pelajaran diri..
    aku tentu mengikuti secara tidak langsung..
    pelajaran agar tidak hidup boros.. dan yang terpenting saya menjadi yahu bahwa dahulu Mba memiliki masa lalu yang pahit..

    Orin : Wa’alaikumussalam mas, alhamdulillah kalo bisa diambil hikmahnya πŸ™‚
    masa lalu yg pahit itu menjadi memori yg manis untuk dikenang mas ^^

    Like

  5. Wah selamat aja buat blognya teh Anny. Sudah lama saya gak ke sana.

    Orin : Wahh…sudah lama jg mas Alam tak mampir hehe…mudah2an kesibukannya sudah berkurang skrg ya mas πŸ˜‰

    Like

  6. Gudlak teh dalam acara kontesnya
    banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Perjuangan tiada akhir. setuju sekali

    Orin : Tengkyu mas Jier. tetap semangat yaa πŸ˜‰

    Like

  7. Oriinn..kamana wae,damank *tibalik saha nu kamana hhe*
    Hwaduh ada kontes teh Anny nih..
    Moga menang nya..
    Aku suka balon kuning rin..

    Orin : Wew…kamana wungkul atuh Teteh ihh…:P
    Aamiin…nuhun ah, Orin mah hoyong nu beureum hehehe

    Like

  8. setelah membaca postingan ini, jadinya saya membuat balon-balon lagi, tak apalah bila akhirnya mendapatkan permen, yang penting telah memimpikan balon, lebih bahagia lg bila mendapatkan sekotak coklat. Alhamdulillah….

    Orin : heuheu…Aamiin, entah balon, permen, atau coklat, pasti yg terbaik buat kita ya Pak Ustadz.. ^^

    Like

  9. ada kontes lagi yah mbak orin..hehehe…radar kok bunyi tuing tuing..halah lebay nieh banci kontes…:)
    nice posting mbak..like this so much …:) ya inilah hidup mbak..penuh perjuangan….semoga berjaya dalam give away sahabat πŸ™‚

    Orin : Tos dulu ah sesama banci kontes hehehe…
    Tengkyu dukungannya Mama Kinan πŸ˜‰

    Like

  10. Banar banget ya,Rin..
    Kalo kita udah di tempat paling bawah, kita gak bisa kemana2 selain ke atas πŸ˜€
    Semoga sukses pada perhelatan Mbak Anny ya…

    Orin : Sepakat Ka πŸ˜‰ Tengkyu dukungannya Ka^^

    Like

  11. Nice post Orin,,…
    Memang kita punya sejuta angan, tapi tetap hanya Allah yang paling tau yang paling baik ya…
    dan Allah nggak pernah kehabisan kejutan buat hambaNya…
    sukses kontesnya Orin πŸ™‚

    Orin : Sepakat mba, kejutan2 dariNYA tak pernah habis ya… Subhanalloh

    Like

  12. Salam Takzim
    Alhamdulillah bisa ikutan, semoga menang
    Dan di penghujung bulan Sya’ban perkenankan saya menghatur maap atas komentar yang menyakitkan atau membuat resah. Selamat menjalankan ibadah puasa romadhon 1432H. Semoga semua amal ibadah kita dibulan puasa itu diterima oleh Allah SWT Amin
    Salam Takzim Batavusqu

    Orin : Mohon Orin dimaafkan juga ya Kang Isro… selamat menjalankan ibadah Ramadhan, semoga menjadi ‘pemenang’ Aamiin..

    Like

  13. jiaaah emang mbak Orin sekarang jadi banci kontes nih ketularan mbak Iyha.. tapi jujur apik pol cerita permen dan balonnya. yups menerima dengan ikhlas segala ketetapannya itulah yang harus kita lakukan. Sebab bisa jadi bukan hanya permen yang kita dapat, tapi mungkin ada bonus snack, soto, sate. lontong kari.. halaaah aku kok malah ngabsen makanan di sini…

    Orin : Lho…lho…udah shaum lho mas Lozz, nanti ada yg kepingin soto kan bahaya hihihi…

    Like

  14. Wah postingannya mantab jaya, Begitu banyak harapan & angan2 yang ingin kita capai namun seringkalai gagal tatupun tak berhasil namun darisanalah ada sebuah hikmah yang mendewasakan kita untuk belajar tegar & ikhlas

    Orin : Yup, sepakat Bay, selalu ada hikmah dari setiap kejadian ya πŸ˜‰

    Like

  15. Selamat menunaikan puasa ya bu…semoga sukses dengan kontesnya…mau ikutan tapi masih belum sempat nih…….

    Orin : Tengkyu mas. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan jg yaa πŸ˜‰

    Like

  16. ini baru kereen. perumpamaan yang asyiik antara keinginan dan kebutuhan. terkadang memang Tuhan tidak akan memebrikan apa yang kita inginkan, tapi jelas yang kita butuhkan… bagaimana bersyukur atas kebutuhan yang terpenuhi, maka melihat balon-balon yang berterbangan itu pula kadang yang mencerahkan hati kita.. what youve got is what you see, bukan begitu ibu?

    sukses buat lombanya

    maaf lahir batin juga yaa

    Orin : Yup, kenangan bahwa kita sempat memiliki keinginan atas balon-balon yang beterbangan yang tak termiliki itu sangat menghangatkan hati mas Phe.. Tengkyu dukungannya ya πŸ˜‰
    Selamat menjalankan ibadah Ramadhan πŸ™‚

    Like

  17. Mungkin kita tak menyangka, ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup, niscaya Tuhan telah menyiapkan yang lainnya. Tak dapat balon, teraihlah permen. Dan terselip pula rahasia lainnya, siapa tahu sekotak cokelat tsb hehe…

    Orin : Sepakat mas, hidup memang selalu indah karena penuh rahasia yang tak bisa kita tahu ya πŸ™‚

    Like

  18. menarik sekali…
    mantap, ringan untuk dibaca tapi bermakna yang dalam…jadi asa didegungkeun hahaha…bersyukur, bersyukur….
    moga sukses dengan kontesnya

    Orin : Duh…teu aya maksad ngadegungkeun Teh hehehe… Hatur nuhun dukungannya Teh πŸ˜‰

    Like

  19. Balik lagi rin… gmana Ujiannya? sukses kah…?

    RIn, selamat puasaa, mohon maaf lahir batin yah RIn πŸ˜€

    Orin : Alhamdulillah sukses dapet A mba hehehe…
    Selamat menjalankan ibadah Ramadhan jg ya mba πŸ˜‰

    Like

  20. Dan begitu jugalah sebaiknya kita berbuat, mari berbuat atau berucap karena perlu, bukan berbuat atau berucap karena ingin… sebab keinginan gak kan ada batasnya πŸ™‚

    Orin : Benar sekali mas Pri, masih sering kita (saya maksudnya) berucap yang tidak perlu ya 😦

    Like

  21. hai mbk,…lm aku ga main kesini,..tulisannya benar2 nohok abis,..
    dpt ide drmn sih??? kalo aku jurinya,..pasti menang ni …yakin! heehee
    oia, met puasa ya..smg taon ini lbh baik.amin

    Orin : Idenya karena saya seringkali memimpikan ‘balon’ tapi menerima banyaaak sekali permen mba hehehe… Aamiin, terima kasih doanya πŸ˜‰
    Selamat menjalankan ibadah Ramadhan jg untuk mba ya^^

    Like

  22. Sangat sangat inspiratif sekali Mbak. Dan paling pas dibaca sesudah sahur..

    Orin : Alhamdulillah kalo ada manfaatnya masbro. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan ya πŸ˜‰

    Like

  23. berapi-api bun, membara dibuatnya nih untuk terus semangat dalam menjalani liku-liku hidup.. πŸ˜€
    Hidup memang perlu berjuang, meskipun takdir sudah ditetapkan. Sperti yang pernah saya tulis, ketika cinta tak sejalan dengan takdirNya, tak masalah> ihlas, sabar dan tawakal untuk terus menggapai takdirNya…

    Selamat untuk kuis hujan-hujanannya bun, semoga kuis ini juga menang lagi

    Orin : Ish main api, hati2 kebakar Mab hihihihi… Tengkyu ya πŸ˜‰

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s