Certainty and Doubt

Just found an interesting post of Paulo Coelho (as always :)).

Hope you love it too, Pals 😉

***

Buddha was gathered together with his disciples one morning, when a man came up to him:
‘Does God exist?’ he asked.
‘He does,’ replied Buddha.
After lunch, another man came up to him.
Does God exist?’ he asked.
‘No, he doesn’t,’ said Buddha.
Later that afternoon, a third man asked the same question: ‘Does God exist?’
‘That’s for you to decide,’ replied Buddha.

As soon as the man had gone, one of his disciples remarked angrily:
‘But that’s absurd, Master! How can you possibly give such different answers to the same question?’
‘Because they are all different people, and each one of them will reach God by his own path. The first man will believe what I say. The second will do everything he can to prove me wrong. The third will only believe in what he is allowed to choose for himself.’

Advertisement

32 thoughts on “Certainty and Doubt

  1. Niceeee… Individu memang unik… dan kita gak bisa bersikap sama rata kepada semua orang ya… But… statement Buddha bertolak belakang sama prinsip, “semua orang sama”… hehehe…

    Orin : “Semua orang sama”, sama2 unik maksudnya kan mba Thia? hihihihi

    Like

  2. Alhamdulillah tadi sudah saya translate hehehe

    mungkin sang guru memberikan jawaban yang berbeda² supaya ketiga muridnya berfikir Kak,,

    Orin : heuheue..kira2 begitu Sof 😉

    Like

  3. 🙂 mirip ya seperti orang tua menghadapi anak2nya …
    atau seperti kita menghadapi para sahabat yang juga unik2 sifatnya?

    nice post sist 🙂

    Orin : hehehe…begitulah Kak

    Like

  4. Daya pikir dan daya tangkap setiap orang memang berbeda – beda. Jika sebagian orang bisa mengamalkan ilmu yang didapatnya, sebagian yang lain justru baru berusaha memahaminya.

    Orin : Sepakat mas, itulah sulitnya jadi guru ya, harus paham kapasitas muridnya..

    Like

  5. Pesan moral yang bisa saya tangkap, untuk menghadapi tiga orang kita harus menggunakan tiga cara yang berbeda..

    Eh Mbak, jangan bilang sapa2 ya. Saya baru ngerti postingan ini setelah membuka google translate, hiyahaha…

    Orin : hehehe….100 buat Masbro :p
    Pssstt…rahasia aman terjamin mas 😉 hohohoho

    Like

    • podo Bro.. saya juga mbuka Google translate

      saya bantu yang lain ah artine biar mereka engga repot-repot.. permisi ya mbak Orin

      ————————————
      Buddha berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya suatu pagi, ketika seorang pria datang kepadanya:
      “Apakah Allah ada?” Tanyanya.
      “Dia ada,” jawab Buddha.
      Setelah makan siang, seorang pria lain datang kepadanya.
      Apakah Allah ada? “Tanyanya.
      “Tidak, dia tidak ada,” kata Buddha.
      Sore itu, orang ketiga ditanya pertanyaan yang sama: “Apakah Allah ada?”
      “Itu tergantung Anda untuk memutuskan,” jawab Buddha.

      Begitu pria itu pergi, seorang murid-nya berkata dengan marah:
      “Tapi itu tidak masuk akal, Guru! Bagaimana mungkin Anda bisa memberikan jawaban yang berbeda untuk pertanyaan yang sama? ”
      “Karena mereka semua orang yang berbeda, dan masing-masing dari mereka akan mencapai Allah dengan jalan sendiri. Orang pertama akan percaya apa yang saya katakan. Yang kedua akan melakukan semua yang dia bisa untuk membuktikan saya salah. Yang ketiga hanya akan percaya pada apa yang dia diperbolehkan untuk memilih bagi dirinya sendiri. ”

      Orin : Whuaa…kesuwun mas sampe ditranslate-in begitu… saya edit sedikit gpp yaa 😉

      Like

  6. saya bingung bun isi pesan dari cerita itu apa ya?? hehe
    apakah tentang keyakinan terhadap TUhan?? bahwa urusan kpercayaan terhadap Tuhan adalah antara keyakinan diri sendiri kepada Tuhannya, dan tidak boleh dipaksakan… *garuk2 kepala

    Orin : Heuheu…iya, kurang lebih begitu Mab. Tuh, ada terjemahan dari mas Lozz 😉

    Like

  7. sama seperti punya anak 3….bapak ibunya sama…tapi hasil ke-3nya ga sama semuanya. Masing2 pribadi punya karakter yg unik

    Orin : Betul sekali, analogi yg tepat 😉

    Like

  8. weit…
    daleeeeeem…
    susah emang kalo baca filsuf punya tulisan mah…hihihi…

    *aku termasuk kategori mana yak?*

    Orin : Eh? kok aku jg jd kepikiran Bi, aku masuk kategori mana ya? *mikir mode : ON*

    Like

  9. Cara memperlakukan setiap orang adalah berbeda, karena setiap kita adalah individu yang tidak pernah sama. Dan, keyakinan, sumbernya dari hati (jadi jangan percaya kata-kata orang 100 %) hehe… *iyha sok tau*

    Orin : Sepakat mba Iyhaaa 😉

    Like

  10. memperlakukan orang itu harus mempunyai seni ya mbak…dan tidak bisa disamaratakan, karena rambut boleh saja sama hitam, tetapi bentuk kepala dan isinya berbeda

    Orin : Sepakat Bli…tidak ada yg persis sama ya ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s