Tolong, Terima kasih dan Maaf

Masih adakah di antara sahabat  yang sulit mengucapkan 3 kata ini dalam kehidupan sehari-hari?

Beberapa hari yang lalu, tidak sengaja saya mendengarkan percakapan antara mba OG, Pak OB dan mas OB. Intinya, mereka sedang ‘seru-seruan’ bercerita tentang para staf (termasuk saya tentunya). Salah satu topiknya adalah penilaian mereka terhadap kami -para staf-. Pak Anu yang tidak pernah sekali pun meminta maaf padahal jelas beliau yang salah memberikan instruksi misalnya. Atau Ibu anu yang bossy sekali sungkan menambahkan embel-embel kata ‘tolong’ dalam setiap perintahnya pada mereka. Atau Mas/Mba anu yang sepertinya selalu lupa mengucapkan terima kasih setelah mereka bantu.

Entah saya termasuk dalam kategori yang mana, karena percakapan itu tidak saya dengarkan hingga selesai 🙂

Percakapan itu membuat saya berjanji dalam hati, untuk selalu mengucapkan ketiga kata-kata itu pada mereka. Mungkin, bagi sebagian orang, para Office girl-Office boy-asisten-pembantu-khadimat-supir-tukang kebun itu memang untuk disuruh-suruh, melakukan perintah, membantu kita, dan sebagainya dan seterusnya. Tapi bukankah mereka pun adalah manusia yang derajatnya sama sekali tidak berbeda di hadapan beliau Sang Maha Segala? Lantas kenapa sungkan mengucapkan kata tolong-terima kasih-maaf yang sederhana itu pada mereka?

Kenapa saya teringat percakapan itu lantas memposting tulisan ini? Karena sebelum makan siang tadi, seorang bos Jepang menghampiri, dan terjadi percakapan berikut :

”オリンさん、すみません。この議事録をスキャンしてお願いします。”

(Orin san, sumimasen. kono gijiroku wo scan-shite onegaishimasu)

Terjemahan bebas => Orin san, maaf nih. Tolong scan MoM (minute of meeting) ini ya..

Setelah hasil scan saya kirimkan lewat email. Beliau kembali menghampiri, mengambil dokumen tadi, dan berucap :

”ありがとうね。助けて貰いました。”

(Arigatou ne. Tasukete moraimashita.)

Ini maksudnya kurleb : Makasih ya, jadi terbantu.

Ya, saya lumayan terharu.

Terkadang saya pun berada di posisi persis dengan para teman-teman saya (OB/OG) tadi itu bukan? Dan alangkah menyenangkannya saat si boss tadi meminta maaf terlebih dulu karena sudah meng-interupsi pekerjaan saya, meminta tolong saat menyuruh saya melakukan sesuatu, lantas berterima kasih sesudahnya. Tidak heran jika teman-teman saya itu sedikit mengeluh saat tidak -atau jarang sekali- menerima 3 kata tersebut, bukan?

Yuks, kita hormati mereka -dan semua orang di sekeliling kita- dengan 3 kata sederhana penuh makna itu..

Happy Wednesday, Pals 😉

34 thoughts on “Tolong, Terima kasih dan Maaf

  1. dulu saya juga pernah bikin tulisan sejenis ini Teh, dan memang 3 kata itu adalah kata keramat yang menunjukkan penghargaan kita terhadap sesama 😉

    Makasih ya teteh cantik atas sharingnya! 😉

    Orin : Yippiee…. dibilang cantik sama bundamahes *gubrak

    Like

  2. tua muda, kaya misikin, apapun jabatannya nggak ngalangin untuk selalu mengucap tolong, maaf dan thanks..

    wah, jadi diingetin lagi tentang 3 magic words itu. hemm bisa bahasa jepang ya kamu Rin?.. wah, apan-kapan kudu les sama kamu juga neh. hahahah..

    Orin : bisa sedikit doang 😀 Mudah2an selalu inget sama 3 magic words ini ya mas 😉

    Like

  3. semoga kita emua bisa mengamalkan ucapan yang sebenarnya mudah untuk dikatakan ini ya… walaupun kadang emang susah sekali untuk mengamalkannya…..

    Orin : Ayo semangaaaaat 😉

    Like

  4. anak-anak juga perlu didik dengan 3 kata ini loh, jadi terbiasa. aku pernah di kritik orang karena bilang terima kasih sama tukang becak. padahal tenaganya sudah dipakai untuk menolong kita bukan, apa susahnya bilang terima kasih

    Orin : Ih…kebangetan deh itu yg kritik mba Lid, tukang becak jg kan manusia >_<

    Like

  5. ini 3 kata yang herannya masih ada saja yang sungkan mengucapkannya
    kalo untuk kata tolong dan terima kasih aku sangat suka mengucapkannya dek
    tapi untuk maaf sih mudah2an gak sering kalo sering berarti aku ini sering salah ya hehehhee
    duh kangen sama Orin yang senyumnya manis dan malu2 gitu
    pa kabarmu dek? 😀

    Orin : Kak Juuuuul… Eh, ‘Orin yang senyumnya manis dan malu2 gitu’?? uhuk, blushing hihihihi. Baik Kak. Toss dulu ah Kak, aku jg jarang lupa sama 3 kata ini 😉

    Like

  6. *tersentil
    iya ya.. kadang lupa, atau mikir “ah, itu kan uda kerjaan mereka” jadi merasa gak ada “kewajiban” buat ngucapin 3 kata itu 😦

    Orin : Ayo ta, jangan lupa lagi yaa 😉

    Like

  7. aku juga selalu mengajarkan anak2ku untuk mengucapkan tolong dan terimakasih setiap minta sesuatu…….dan selalu minta maaf setiap habis berbuat salah……

    lucu dech kalo anakku udah minta maaf…kalo mamanya belum bilang maaf, dia masih ngomong terus sambil nangis hehehe……

    Orin : Whuaaa….luthuna de Ina. Emang harus dibiasakan dari kecil ya mba Nia 🙂

    Like

  8. Minta maaf itu salah satu sikap berjiwa besar ya mba, dan si bos bener2 teladan buat karyawannya 🙂

    Orin : Betul Anny, bos Indonesia jarang-jarang lho yg begitu 😦

    Like

  9. Dulu tersentil gara2 ada acara TV nasional candid, yg mau liat ada nggak orang yg bilang terima kasih ke petugas pom bensin, kebanyakan cuek lho, sejak itu kesiapapun selalu berusaha tak lupa.
    Orin : oh? pernah ada acara begitu ya Bun? Orin selalu bilang makasih jg ke mas2 di pom bensin Bun 😉

    Like

  10. Wah benar sekali mbak….. kita patut menhargai pekerjaan mereka apa beratnya cuma bilang tolong & makasih………..:)
    Orin : Sepakat mas Arif, apalagi kita sudah terbantu karena pertolongan mereka 🙂

    Like

  11. Saya coba ketiga kata di atas digabung dalam komentar di sini 🙂

    Mohon maaf saya numpang komen di sini, minta tolong di approve ya.
    Terima Kasih 😀

    Orin : Waah…mas Andhy hebat, mengumpulkannya dalam satu kalimat 😉

    Like

  12. wah mbak, jd ingat adekku Arif, dia dulu paling ga pernah ngucap kata tolong, tp setelah aku ceramahin panjang lebar akhirnya sekarang jd kebiasa pake kata tolong:D

    Orin : Aaah…kakak yg baik *kiss…kiss…

    Like

  13. kalau kata orang, itu ‘kalimat sakti’ ya Teh
    😉

    Alhamdulillah ucapan terimakasih dan tolong sudah jadi kebiasaan, tapi yang masih rada syusah kata ‘maaf’ itu loh Teh, sering dipelintir pake sorry. padahal enakan maaf yah dengernya.

    Orin : Sepakat Is. Temenku ada jg yang enggan mengucap ‘maaf’ karena ga mau disamain sm Mpok Minah-nya Bajaj Bajuri ituh! t.e.r.l.a.l.u >.<

    Like

  14. Pak Jepang saja bisa dan terbiasa mengucapkan arigato. Masa kita yang katanya bangsa beradab tidak bisa melakukan hal seperti itu 😕 **berjanji pada diri sendiri untuk selalu ingat

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Orin : Betul mas Sugeng, konon budaya itu sudah ditanamkan sejak kecil di Jepang sana.

    Like

  15. ehm…emang betul yah, walaupun kata-kata sepele pengaruhnya sangat besar ternyata. mari kita biasakan berkata-kata baik, agar lama-lama menjadi karakter kita, jadi orang baik.

    Orin : Betul Arina, setuju sekali dengan ‘kebiasaan akan menjadi karakter’ itu. Semoga kita tidak lupa dengan 3 kata ini ya 😉

    Like

  16. Mulai dari diri sendiri untuk selalu mengucapkan ke tiga kata itu dan mulai dari rumah. Kalau sudah terbiasa di rumah, sepertinya akan otomatis mengucapkannya di manapun kita berada dan kepada siapa pun. 😀

    Orin : Mba Irraaaa, where’ve you been? hehehe. Yup, harus dimulai dari lingkungan terdekat dulu pastinya ya 😉

    Like

  17. Mba Oriiin… 😀
    3 kata itu untuk pertama kalinya Siti dengar di salah satu episodenya “Keluarga Cemara”.. Sejak itu jadi lebih menghargai orang2 yg sebenernya berjasa untuk kita, misalnya sopir angkot, tukang becak, dll yg seringkali membantu kita di tiap harinya 😀
    Hari ini diingatkan lagi dengan tulisan mba Orin.. Thanks for your sharing 🙂

    Orin : Hah? Keluarga Cemara?? si Abah yaa hehe, padahal harusnya sinetron itu ditayangkan lagi sekarang ya Siti 😉

    Like

    • Hehe, waktu itu yg ngungkapin 3 kata itu si Emak, saat dia sedang nasehatin anak2nya ^^
      He’eh, sinetron itu termasuk sinetron yg mendidik.. bagus :). Kalo ditayangin ulang, mungkin bagus tuh untuk anak2 sekarang yg belum pernah “nangkringin” nonton sinetron itu.. 🙂

      Like

  18. Hehehe… Kalo bekerja di pelayanan sih insya Allah masih lumayan terbiasa dengan kata2 itu 😀

    Orin : Iya jg ya Kak, walaupun mungkin ‘terpaksa’, ya gpp juga kalo untuk kebaikan mah ya 🙂

    Like

  19. saya justru sering malah dianggap lebay gara-gara ngucapin ke-3 kata itu secara berlebihan (berulang-ulang kali), hehe… memang iya, segala sesuatu kalau berlebihan dampaknya selalu buruk.

    Orin : hahaha… Nah yaa…Icen suka lebay (baca : berlebihan) he he

    Like

  20. Kalo siapa tuh namanya temennya si Oneng di Bajaj Bajuri? Mpok Minah ya? hihihi..
    Nah dia maap maap mulu… hahaha…

    tapi emang betul, 3 kata ini penting, dan harus diajarkan dari kecil… 😀

    Orin : Betul Mba Tia, mpok Minah, spesialis pengucap kata maaf dalam setiap kalimat, kalo dia mah terlalu lebay keknya ya hehehe

    Like

  21. terkdang karena jabatan kita lebih tinggi, kita malu meminta maaf dan mengakui kesalah kita. Problematika hidup. terkdang gampang diucapkan susah diimplementasikan

    Orin : Betul Evi, terkadang aplikasinya yang sulit ya 🙂

    Like

  22. mengingat rasa hangat tiap kali menerima kata2 itu dari siapapun, maka aku terus berusaha untuk selalu ingat mengungkapkannya juga 😛

    Orin : Toss ah sama Auntie 😉

    Like

  23. Orang luar kayanya lebih gak sungkan2 ngomong kata2 itu, please, thanks, appreciated, etc… ya gak usah jauh, temen saya di luar sudah biasa bilang “miss you”, meskipun cowok, di kala kita jaim2 mau bilang kangen doang, budaya “berekspresi langsung” belum banyak di indo… semua pake “sungkan” dan “ati2″… imho 😀

    Orin : Iya Prim, orang luar sepertinya lebih ekspresif ya..

    Like

  24. Yup, 3 kata tersebut menurut gw ga susah ko untuk diucapin. Semoga kita menjadi orang2 yang ingat untuk selalu mengucapakn terima kasih, tolong, dan maap 🙂

    Orin : Betul sekali Bu Bunting… Semoga kita dimudahkan untuk selalu ‘baik’ seperti itu ya 😉

    Like

  25. artikel yang sangat enak dibaca dan memberi pelajaran tentang arti menghargai sesama manusia, terimaksih telah menulis artikel ini, tolong tetap menulis dan maaf jika ada kata2 yang salah…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s