Kartini dan Hari Bumi

Hari ini, saat ber-bewe ke blog teman-teman, banyak rumah yang dihiasi postingan mengenai Hari Kartini. Lantas saya teringat saya pernah menulis Poetry in Motion dalam rangka Hari Kartini ini. Iseng saya googling, eh…ternyata ada juga di beberapa blog orang lain*pamer*

Selain Hari Kartini yang diperingati tanggal 21 April, besok (tanggal 22) juga diperingati sebagai hari Bumi. Kedua topik ini membuat saya mengenang salah satu episode masa-masa kuliah di Jatinangor dulu.

Saat itu, saya menjadi (semacam) redaktur untuk majalah dinding di jurusan. Saya bahkan lupa periode terbitnya per apa, tapi saya ingat sekali mengenai ‘insiden’ di bulan April ini.

Intinya, saya menulis sebuah artikel gabungan tentang Hari Kartini dan Hari Bumi yang perayaannya selisih satu hari itu. Mulai dari sejarahnya, perjalanannya dari tahun ke tahun, kebiasaan-kebiasaan saat memperingatinya, dan sebagainya dan seterusnya. Di paragraf akhir dalam artikel tersebut, saya menulis (kurang lebih) begini.

Saya tidak tahu, saat Ibu Kartini memperjuangkan beragam hak yang seharusnya bisa wanita terima berpuluh tahun lalu, apakah hak untuk merokok termasuk di dalamnya? Bukankah merokok berarti mencemari udara? Mengotori lingkungan? bahkan melukai bumi? Saya pikir Ibu Kartini akan bersedih jika kaum perempuan setelahnya yang lebih merdeka, yang lebih berpendidikan, yang lebih bebas memilih, ternyata memilih untuk tidak menghormati bumi tanah tempatnya berpijak, atau berpartisipasi merusak alam tempatnya menumpang bernafas. Saya yakin Ibu Kartini begitu menyayangi Bumi dengan tidak merokok.

Kurang lebih begitu, mungkin lebih ‘sinis’, saya sudah tidak menyimpan lagi file artikel itu, bahkan saya menyimpannya di disket yang entah sudah ada dimana (ehem…sepertinya sekarang sudah tidak bisa lagi ya membuka file di disket :P).

Dan, dampak dari tulisan itu, saya dimusuhi beberapa teman wanita yang perokok selama beberapa hari hihihihi.

Yup, saya tidak merokok dan sangat tidak menyukai (baca : benci) perokok. Mohon maaf bagi para sahabat (Bapak-bapak, mas-mas, Ibu-Ibu, mba-mba, dan adik-adik) semua yang perokok ya. Tapi bagi saya, merokok itu sebuah aktivitas super egois yang sangat berbahaya, tak hanya bagi dirinya sendiri, tapi bagi orang lain dan lingkungannya. Dan menurut saya, kegiatan itu seperti mengindikasikan sang pelaku kurang (bahkan tidak) menyayangi dirinya sendiri. Apakah mereka yang tidak menyayangi dirinya sendiri sanggup menyayangi orang lain?

Heuheu… sepertinya saya sedang mencari musuh dengan artikel ini ya (halah…). Tapi tenang saja, Bapak saya merokok, adik pertama saya merokok, Om saya merokok, teman-teman saya (lelaki dan perempuan) banyak yang perokok. Dan saya tetap menghormati keputusan mereka untuk merokok. Just keep a distance with me (while you do it) ! he he.

Maafkan, saya hanya sedang bernostalgia. Dan mencoba memaknai kembali perjuangan seorang Ibu Kartini, dan juga kenapa Hari Bumi itu sampai harus tercipta.

Have a great Thursday, Pals πŸ˜‰

PS : (In case ada yang penasaran) Suami saya tentu saja tidak merokok. Saya tidak akan mengizinkannya menikahi saya jika beliau seorang perokok hihihihi…

97 thoughts on “Kartini dan Hari Bumi

  1. Hehehe, saya juga selalu menjauh dari asap rokok. Suami saya?
    Jelas bukan perokok juga dong… πŸ˜‰

    Selamat merayakan Hari Kartini, Orin, semoga semangat Kartini selalu ada bersama kita.

    Like

  2. setujuuuu
    saya juga tak suka perokok dalam arti perbuatannya merokok bukan orangnya
    apalagi perempuan perokok
    sudah diciptakan Tuhan perempuan memiliki rahim yang akan melahirkan anak
    sebaiknya dijagalah dengan lebih menghargai pemberian Tuhan itu
    bener kan Rin? πŸ˜€
    selamat hari Kartini

    Like

  3. Kalau orang itu merokok jauh dari saya, saya gpp, asal dia gak bikin udara dan orang2 di sekitarnya pusing. Saya gampang emosi dan jengkel kalau udah cium bau rokok, tapi ya heran aja dengan mereka yang tidak mau bertoleransi sama yg gak merokok. At least minta izin kek, atau get a smoking room lah.
    Tapi kalau merokoknya jauh2 dan gak bikin saya bau, mobil saya bau, ya sud tidak apa2… saya toleransi. Soalnya sahabat saya juga ada yg merokok. Saya tak apalah dia merokok, gimanapun juga ada hal2 lain yg bikin saya betah berteman dgn dia.. πŸ™‚

    Like

  4. sama dong Rin… alergi perokok… *mohon maaf utk yg merokok*
    kalo mnrt aku, mau gembar gembor haru bumi kayak apa, tapi kalo bikin polusi udara bahkan hanya lewat rokok… kayaknya gmanaaa gtu… kan semua dimulai dari diri sendiri πŸ™‚

    oke,,, have a nice long weekend… eh weekend posting gak Rin? πŸ˜€

    Like

  5. kadang heran lihat orang yg perokok, udah tau banyak menimbulkan penyakit, iklanx jg blg gtu, tp tetep aja ngerokok..udah terbiasa kali ya? bener tuh gak sayang kali ya ama diri sendiri?
    di keluargaku cm ayah yg ngrokok, n alhamdulillah suami jg tdk perokok.

    Like

    • Heuheuheu…saya pikir mereka pasti memiliki pertimbangan sendiri mba Amisha πŸ˜€
      Alhamdulillah suami kita bukan perokok yaa… Terima kasih sudah mampir πŸ˜‰

      Like

  6. saya mantan perokok berat, tapi setelah paru – paru saya tidak bisa diajak kompromi dengan sangat terpaksa saya berhenti. Akhirnya, baru nyadar kalau hidup terasa LEBIH RINGAN tanpa rokok.

    Like

  7. Ini adalah hari kamis yang membanggakan untuk kaum Hawa. meta hari kartini ya….

    Sekadar info. maaf, ini bukan spam:
    Ikuti Lomba Review Novel Curhat Sang Presiden.

    Hadiahnya
    Pemenang review terbaik Facebook dan Blog akan dirinci sebagai berikut:

    1. Juara I : Rp. 1.000.000,-
    2. Juara II : Rp. 500.000,-
    3. Juara III : Rp. 300.000,-
    4. 3 foto terunik bersama buku Curhat Sang Presiden yang di-review akan mendapat masing-masing 1 buah flashdisc 2 gigabyte.
    5. Lima review yang masih dianggap bagus (di luar pemenang juara) akan mendapatkan masing-masing satu buah buku β€œSorry jek, aku ‘gak bakal ketipu (lagi)!!!” terbitan Leutika Prio.

    Selengkapnya lihat di http://elloaristhosiyoga.blogspot.com

    Like

  8. Aku sekarang sudah sadar dan mencintai bumi dengan tidak memberi polusi pada udara bumi. Semoga semakin banyak blogger yang tidak merokok meskipun ada nada ejekan saat diriku mantab mengatakan “maaf saya tidak merokok”. πŸ˜†

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Like

  9. Saya kira Ibu Kartini dulu tidak menganjurkan wanita merokok …
    Yang diperjuangkan Ibu Kartini adalah pendidikan bagi kaum perempuan, juga perlawanan terhadap feodalisme dan poligami.

    Perokok memang bener egois, karena mereka mencari kenikmatan diri sendiri dengan mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan orang-orang di sekitarnya …

    Like

  10. Selamat pagi… 8)
    Selamat hari bumi sedunia… πŸ˜€

    Hehe…
    Paragraf tentang gabungan hari kartini + hari buminya lucu! Jadi nyambung-nyambung gimanaaa gitu… πŸ˜†

    Like

  11. Sama Teh Orin, saya sebel banget kalo ada orang ngerokok di tempat umum seperti bis umum atau angkutan kota. memang super duper egois banget deh.. tapi ya itu tadi bapak dan kakak saya juga perokok, sering mereka saya usir suruh ngerokok di luar rumah kalo abis makan dan di situ ada saya hehe.. *biarin*

    Oya kayaknya jarang yang tahu ya kalau Kartini itu adalah seorang Vegetarian juga lho πŸ˜‰

    Like

    • Toss Ne’, aku jg suka ‘mengusir’ para perokok di rumah biar ngerokok di luar rumah hehehe.

      Owh? baru tau jg aku, tambah keren aja ya beliau. susah euy jadi vegetarian, ga bs menolak godaan semangkok baso hahaha

      Like

  12. saya juga ga suka ama orang yg suka merokok malah saya sering mengandaikan mereka sebagai ‘pembunuh berdarah dingin’ karena tanpa mereka sadari asap yg mereka keluarkan bisa membunuh orang2 yg menghirup asapnya. xixixi

    Like

  13. huhuhu.. suami ta perokok, dan sayangnya sudah terlanjur ta ijinkan menikahi ta, mbak 😦
    selamat hari kartini ya, dan mari kita sama-sama menjaga om Bumi!

    Like

  14. Salam Takzim
    mas mas, jangan ngerokok disini dong, cari gih planet laen nyang belum banyak asepnya kasihan nih bumi udeh pegellll
    Selamat hari Kartini bu
    Salam Takzim batavusqu

    Like

  15. menjadi sejarah selalu sesuatu yang besar; perlawanan, penemuan, atau orang pertama. begitu juga blogging. kalo sekedar mengekor pakem blogging, blogger gak akan menjadi sejarah dan tak akan menyejarah.

    Like

  16. semoga dengan hari peringatan anatar hari bumi dan kartini yg berturut akan ada perubahan dikemudian hari melalui tangan kartinilah bumi ini kita jaga πŸ˜€

    Like

  17. Pingback: Kartini-kartini masa kini stage 4 « Batavusqu

  18. Pingback: Kewalahan « Rindrianie's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s