Apalah Arti Sebuah Nama?

Om Shakespeare boleh saja berkata demikian. Tapi dalam konteks hidup di dunia nyata seperti ini, saya pikir sebuah nama sangatlah penting. Kenapa? Begini ceritanya.

Beberapa waktu lalu, saya membantu proses rekruitmen untuk staf baru di kantor. Menelepon para calon kandidat untuk tes tertulis atau interview, menyiapkan bahan ujian, bahkan sempat diminta menterjemahkan Pak Bos Jepang saat mewawancarai kandidat yang lulus tes tertulis.

Terkadang, saat seorang kandidat sulit sekali dihubungi, entah karena si nomor handphone sibuk terus, atau alasan lain, saya akan mengundang mereka dengan cara mengirimkan invitation email ke masing-masing kandidat. Nah, pentingnya sebuah ‘nama’ itu muncul disini.

Mungkin karena memang fresh-grad ya, jadi banyak yang masih semi alay geto dweh.. Ehem, maksud saya, email address mereka. Jarang sekali yang memiliki alamat email yang sesuai dengan nama mereka. Dari 10 orang misalnya, hanya 2 orang saja yang memiliki mail-add berkategori ‘normal’ (rinrin.indrianie at yahoo.com seperti milik saya misalnya πŸ™‚ ). Selebihnya? Hmm…menyedihkan.

Contoh mail-add yang menyedihkan itu diantaranya sebagai berikut (disamarkan ya, demi kepentingan bersama he he) :

obake at ___ com *obake dalam bahasa Jepang itu artinya HANTU!”

palekentang at ___ com *serius nih kepalanya kentang? :P*

mlndd at___com *namanya Melinda Dee (iya boong, contoh doang ini mah), mail-add diambil dari tiap huruf konsonan pembentuk nama*

aku_raja_singa at ___com *apa maksudnya? Lion King yang pelem animasi ntu? atau….?*

siputrilucu at___com *baiklaaaaah… ini masih kategori narsis yang wajar a.k.a wajib dihajar hahaha*

neraka.jahanam at___com *glek*

Yah begitulah kurang lebih. Tidak berlebihan bukan jika saya mengatakan bahwa hal ini cukup menyedihkan? Mungkin memang tidak diajarkan di sekolah atau di kampus ya, bagaimana sebaiknya membuat sebuah alamat email yang baik. Itulah kenapa saya merasa perlu menulis mengenai hal ini. Sehingga adik-adik fresh graduater di luar sana tidak tersesat (halah… :P).

Urusan alamat email ini tidak sepele lho. Tugas saya memang hanya mengundang, bukan HRD, tim management, apalagi decision maker. Akan tetapi saat mengirimkan email formalΒ  semacam undangan test dan interview -yang mungkin saja menjadi jalan seseorang untuk menjemput rezeki- ini, saya sedikit khawatir dengan pribadi-pribadi yang memilih alamat email ‘abnormal’ seperti itu untuk dirinya.

Coba saja bayangkan, image apa yang tercipta saat mengirimkan email untuk seorang “neraka.jahanam”? Alangkah meruginya sang neraka.jahanam -yang sebetulnya pintar, pekerja keras, berkepribadian baik, dan sebagainya dan seterusnya- yang akan dipandang sebelah mata hanya karena alamat email yang demikian?

Bukankah kualitas seseorang itu juga bisa ditentukan dengan bagaimana dia menghormati dirinya sendiri? Bukankah nama -apapun itu- yang dipilihkan kedua orang tua kita selalu berisi doa dan pengharapan baik bagi kita? Lantas kenapa begitu malu mengumumkannya pada dunia? (beuh..mulai lebay :P).

Tentu saja penilaian layak atau tidaknya seseorang diterima bekerja di sebuah perusahaan tidak hanya berdasarkan alamat email seperti ini. TapiΒ  ‘kesan pertama’ yang baik mungkin akan menjadi potensi dan peluang menuju langkah-langkah berikutnya, bukan? Ini murni pendapat saya tentunya ya, yang entah kenapa sotoy sekali hari ini he he he.

Well, bagi adik-adik atau sahabat yang sedang tebar CV dan atau melamar pekerjaan, gunakan alamat email dengan nama indahnya masing-masing yaa…

Happy Thursday, Pals πŸ˜‰

47 thoughts on “Apalah Arti Sebuah Nama?

  1. aku punya email resmi utk keperluan kantor,selain email yg (mungkin masuk kategori alay )ini, hehe….*siapa yg nanya ya?*
    tapi betul juga, utk yg harus tebar CV kamana-mana…lebih baik pake nama/alamat email yg terlihat resmi demi amannya… πŸ™‚

    Like

  2. mungkin karena cuma email jadi mereka bisa membuat sesuka hatinya, tapi coba saat mereka memberi nama pada sang anak, pasti akan dicari nama-nama yang bagus

    Like

  3. Huahahaha! Lucu banget alamat email “si_raja_singa” πŸ˜†

    Saya punya dua email, satu untuk main-main (webrofum, milis, jejaring sosial), dan satu untuk keperluan resmi (kuliah dan kerjaan). Alamat email yang main2 ini saya punya sejak SMP, jadi maklum kalo namanya lebay. πŸ˜€ Email yang resmi, tentu pakai nama saya (febriasyraf.charifa), dan yang satu ini baru saya bikin pas masuk kuliah. Gara2nya, pas ada mahasiswa Jepang ke jurusan saya, dia ngasih tahu emailnya, dan saya lihat, wah, email pake nama asli keren juga lho.. pikir saya gitu. πŸ˜€

    Like

  4. pas liat ada yg namain e-mail nya neraka.jahanam hampir pingsan aku…

    serius yah…? aku gak pernah survey alamat e-mail sih, abis temen2 ku rata2 normal,.. hahaha….

    ya ampuunn… kirain 4L4Y cuma BB doank

    Like

  5. Jadi ingat Hari Minggu kemarin, ada yang cerita kalau diantara teman dekat mereka punya panggilan “sayang”.

    “Setan”, “iblis” dan “dajjal.”

    Heran, sudah diberi nama yang bagus sama orangtua tapi memilih dipanggil “setan”, “iblis” dan “dajjal”.

    *Geleng-geleng kepala*

    Like

  6. Hai Mbak Orin,
    Saya pernah nulis tentang hal ini nih di blog saya. Memang kadang-kadang ketidakmatangan seseorang itu bisa kelihatan dari caranya memilih username untuk email. Jujur aja, saya sering batal mengirim undangan formal ke alamat email tertentu gara-gara ragu membaca alamat emailnya yang rada kekanak-kanakan. Yakin nih saya mengundang orang yang berkompeten? Bukan sekedar ABG alay kemaren sore yang baru belajar magang?

    Nggak heran, ketika teman-teman saya baru lulus kuliah, mereka mulai rame-rame bikin account e-mail yang baru. Satu account buat urusan serius (misalnya untuk cari pekerjaan), satu lagi buat urusan iseng (misalnya untuk ikut jejaring sosial atau milis). Saya sih enggak, coz udah sejak pertama kenal internet, saya langsung pakai nama asli buat email saya. Soalnya kalau mau pakai nama alias-aliasan gitu, malah susah diinget, hihihi..

    Like

    • Hola Mba Vicky, terima kasih sudah berkunjung yaa..
      Dulu saya pernah punya akun berjudul kireina_orin, yg artinya orin yang cantik *ya…ya..boleh ngakak kok hihihi*, tapi segera tidak dipakai lagi karena lebih nyaman dengan nama asli saya πŸ™‚

      Like

  7. Kalau saya membuat banyak akun dan beberapa email di tempat berbeda dengan nama yang sama, selalu ada abisabila nya, barangkali ini terkesan lebay dan narsis, tapi bukan untuk dan karena itu, melainkan saya senang menyebutkan nama anakku. Dan untuk keperluan yang penting / formal, saya mempunya satu alamat email yang sesuai dengan saran Teh Orin, nama asli.

    Like

  8. kayanya saya mesti bikin email baru deh, soalnya email saya alay banget nowv4_ka206. berhubung ini juga lagi lamr2 kerja.hehhe
    btw, mbak kerja dimana kalo bole tau?

    Like

  9. gyahaha… senasib sama saya taun lalu pas diminta untuk nyortirin lamaran kerjaan. emailnya pada kayak gitu semua.. nggak ada yang resmi. ckckck.. alay-alay gitu.
    padahal untuk urusan kerjaan.

    dulu saya untuk urusan kerjaan bela-belain bikin email yang baru loh!

    Like

  10. hiahahahhahahaa.. tetehhh.. huahahahahhahaa… kok iso kepikiran nulis begini. aku berhenti nulis pake email alay pas mau ngelamar part time jaman semester awal dulu, karena emang takut dikira gak serius.. mossok mau pake email ‘ndutitem’ (gak banget kan?? ntar dikira aku gendut dan hitam..padahal hitam nya iyah, hahahhaha)

    but, terimakasih info nya teh. udah diingetin lagi buat menyimpan jauh-jauh email ituuuu buat ngelamar kerjaan hehehehehhe

    Like

  11. Urusan alamat email ini tidak sepele lho

    Betul Rin …
    Apalagi jika ini untuk melamar pekerjaan …

    Kalau saya melihat alamat e mail seperti itu … didalam pikiran saya langsung berkelebat … aaaahhh ini orangnya pasti cemen nih …
    tipe-tipe pemuda tegongan gitu deeehhh …
    hehehe
    (walaupun itu selamanya tidak selalu benar)

    So …
    Pembaca yang lain … simak tulisan Orin ini …
    ini bener banget … jangan sok-sok alay dehhhh …

    Salam saya
    (pernah di bagian recruitment)

    Like

  12. hahaha.. ketawa dulu..

    klo aku sih karena masih gaptek, email dan semuanya tetep pke nama asli dan lengkap pulaa
    jadii Mbak Rin..
    klo besok di Newblogcamp suruh jawab kuis namaku, awas kalau salah wkwk…

    Like

    • Salam kenal juga Suci, terima kasih sudah mampir yaa… πŸ˜‰
      Saran saya sih diganti saja untuk keperluan melamar pekerjaan mah, toh yg sekarang msh bs dipakai. Gudlak neng.

      Like

  13. Dari pertama kali ngemail aku sudah pake nama ini namun tergantung layanan emailnya. Pokoknya yang ada sgharjono pasti aku yang punya **pamer at dunia** :mrgreen:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Like

  14. Huhuuuyyy, neraka jahanam?? Ngeri deh ekye πŸ™‚

    Yup, gw juga berusaha kalo untuk imel yang berhubungan dengan ngelamar kerja kudu yang sopan, at least tidak menggambarkan betapa kacrutnya si pemilik imel πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s