Just another postย from Paulo Coelho.
Hope you like it as I do, Pals ๐
***
There was once a wave in the ocean, rolling along, enjoying the warmth of the sun and the swiftness of the breeze. It smiled at everything around it as it made its way toward the shore.
But then, it suddenly noticed that the waves in front of it, one by one, were striking against the cliff face, being savagely broken to pieces.
‘Oh God!’ it cried. ‘My end will be just like theirs. Soon I, too, will crash and disappear!’
Just then another wave passing by saw the first wave’s panic and asked :ย ‘Why are you so anxious? Look how beautiful the weather is, see the sun, feel the breeze…’
The first wave replied:ย ‘Don’t you see? See how violently those waves before us strike againts the cliff, look at the terrible way they disappear. We’ll soon become nothing just like them.’
‘Oh, but you don’t understand,’ the second wave said. ‘You’re not a wave. You’re a part of the ocean.’
***
So, you are not only a wave, you are a part of the ocean. Be proud! ๐
Sore mbak, sebelumnya mau bilang saya penggemar Coelho juga, sayang bahasa inggris masih belajar, jadi banyak yang ngga ngerti2…
Salam hangat mbak dari Malang.
Suaidi Bakhtiar
Agen Pembalut Wanita Kain Yang Sehat, Aman dan Nyaman.
Jl. Gajayana Gang 1 no. 743 B Dinoyo, Kota Malang
HP : 0856 4960 8915 | Fleksi : 0341 549 6281 | pembalutwanitaonline@yahoo.com
http://www.pembalutwanitaonline.wordpress.com
LikeLike
Waah…samma dunk, kita belajar sama2 ya mas ๐
Salam kenal jg, terima kasih sudah berkenan mampir..
LikeLike
bahasa Coelho emang selalu indah, mengibaratkan sesuatu dengan perumpamaan sehingga memiliki arti yang dalam. Sebuah motivasi, bahwa kita nggak hanya satu individu saja, tapi bagian dari alam semesta. Keren..
LikeLike
Iyaa…. keren bgt emang dia..
LikeLike
Suka fotonya Orin, baca postingnya harus nyari kamus dulu nih…
๐
LikeLike
Itu di tanah lot Bu Ir, ombak dan karangnya memang kereeen. He he, yuuuk, buka kamus yuks ๐
LikeLike
samaan, ngikutin blognya pak Paul…
meskipun kadang nggak ngerti maksudnya, musti pelan2 bacanya
jadi bisa konsultasi sama Orin nih…
LikeLike
Asyik…asyik… BunMon suka jg. Orin baru selesai baca Eleven minutes-nya dia lho Bun ๐ *sok pamer haha*
LikeLike
aku belum punya Rin ….he..he…
LikeLike
Mau pinjem Bun? *wink…wink… ;)*
LikeLike
Dalem banget bahasanya. Kadang kita memang egois dan takmengerti siapa kita sebenarnya. Dan ombak–meski besarnya begitu menakutkan–ternyata hanyalah bagian dari samudera. Dan kita–sebagai individu yang sering merasa besar–ternyata hanyalah bagian dari makhluk Allah yang jumlahnya takterhitung lagi. Apalah kita di hadapan Sang Maha kecuali berusaha menjadi makhluk yang bertakwa?
LikeLike
Iya Bang, kita setara dengan sepercik debu yang menempel di pepohonan dalam alam semesta ini..
LikeLike
hehehe *nyengir dulu*
sebenernya sedikit kurang ngerti dgn apa yg dimaksud dgn post diatas, tp setelah direka2, diteliti, dan dibaca berkali2, saya ternyata pernah baca post ini dalam bahasa indonesianya. tp lupa dmn. hehehe
iya yah, kita ini merupakan bagian dari alam semesta yg besar ini, ga hanya manusia (ombak kalo di post tersebut) ๐
LikeLike
Mari nyengir bersama2, Put hihihih…. Ooh, ada versi bhs Indonesianya jg toh. Tadinya berniat (sok2an) nerjemahin, tapi kok malah jd wagu *bilang aj ga bisa nerjemahin yak :P*
LikeLike
mmm … Ok …
(trainer sok ngerti)
LikeLike
Aaah…om trainer mah pasti lebih banyaaak bacaan yg beginih ๐
LikeLike
Jadi ini maksudnya kita harus berbangga atau rendah hati ya mbak? *agak bingung…
LikeLike
Hmm… (menurut saya) dua2nya Prim, bangga sekaligus rendah hati karena menjadi ‘bagian’ dari alam semesta. Hadeuuh, susah ngejelasinnya ternyata hihihi… Semoga tambah bingung ya *lho?* ๐
LikeLike
suka banget ama coelho karena dia orang brazil.. *walaaah, ga nyambung yak?*
LikeLike
hahahaha….aya2 wae mba Hil ๐
LikeLike