Just be Happy !

Kembali, tulisan berikut adalah tulisan yang saya posting untuk milis Mario Teguh Super Club, tepat 1 tahun yang lalu.

Membacanya kembali, mengingatkan diri ini bahwa apapun bagaimanapun, bahagia adalah masalah keputusan kita sendiri.

Seperti saat kita kecil dulu, yang selalu tersenyum ceria, selalu tertawa bahagia, selalu ‘hidup’.

So, I am happy  ! now and here, later and there, anytime and anywhere (lebay dot com) 😛

***

Semoga sapa sederhana saya kali ini, menjumpai Sahabat yang tengah bersemangat menjemput hak untuk berbahagia.

Sebuah topik sederhana tetapi syarat makna saya pelajari dari sebuah acara TV, “Hak untuk berbahagia”, demikian temanya. Bahasan sederhana yang mengingatkan kembali pada kita semua, bahwa setiap dari diri kita -tak terkecuali- berhak untuk merasakan kebahagiaan. Pertanyaannya, kapan dan bagaimana kita menjemputnya?

Kebahagiaan adalah masalah keputusan.

Hidup yang berbahagia adalah untaian dari keputusan-keputusan untuk berbahagia,

dari satu waktu ke waktu berikutnya

(Mario Teguh, Hak untuk Berbahagia)

Sahabat yang baik, sudahkah Anda memutuskan untuk berbahagia?

Seorang sahabat saya -yang biasanya kuat- suatu hari mengeluh pada saya, dengan mengirimkan sms bertanya pada saya “Bagaimana ya caranya melampiaskan kekesalan pada seseorang yang sangat menyebalkan? “. Lantas saya jawab pertanyaan itu dengan menyarankan beliau untuk bersuci, dan langsung ‘curhat’ pada Beliau Yang Maha Mendengar, mengadu padaNYA, meminta pada Beliau agar seseorang yang telah membuatnya super kesal itu dibukakan hatinya, untuk tidak membuat sahabat saya ini kesal lagi kemudian hari.

Saran yang ‘biasa’, walaupun itu adalah saran yang baik dan benar. Tapi saya bisa mengerti bukan saran yang seperti itu yang ingin didengar sahabat ini. Saya pun akhirnya menambahkan saran ‘becanda’ disamping nasehat ‘betulan’ tadi, dengan menyarankan pada beliau untuk berperang dengan bantal -yang tidak akan melawannya kembali- untuk melampiaskan kekesalannya.

Tak diduga sahabat saya ini membalas sms saya dengan,”Tidak ada bantal Rin, saya sedang hiking di gunung.” Yang -dengan masih bercanda- langsung saya jawab dengan “Bantalnya diganti pohon pisang saja, beres toh?”

Jam demi jam tak ada kabar dari sahabat saya, hingga malam tiba. Datanglah sms darinya, yang mengabarkan bahwa dia telah menumbangkan 3 buah pohon pisang sekaligus dalam latihan ‘kungfu shaolin’ yang saya sarankan. Lega, terpuaskan dan bahagia. Dia sungguh berterima kasih pada saya, yang telah membuatnya kembali tertawa karena telah berperang melawan pohon pisang !!

Sahabat yang damai hatinya,

Tidak bisa tidak saya tertawa membacanya, membayangkan sahabat saya ini memukul dan atau menendang sang pohon pisang yang tak berdaya sebagai target kekesalannya. Tapi yang membuat saya tidak menyesali nasehat ‘pohon pisang’ ini adalah, bahwa setelah kelelahan ‘berperang’, sahabat saya ini memutuskan untuk mengabaikan seseorang yang telah membuatnya kesal itu, berhenti marah dan berkeluh kesah, dan dia memilih untuk berbahagia. “Saat saya marah, sedih atau apapun, saya akan bisa langsung tersenyum saat ingat kejadian pohon pisang itu, Rin.” Begitu katanya.

Maka, saat saya menerima hadiah indah berupa omelan panjang lebar dari bos saya pagi tadi, saya putar kembali bayangan saya tentang sahabat saya yang berperang dengan pohon pisang itu. Dan sungguh luar biasa, saya masih tersenyum mendengarkan omelan beliau, mengabaikan gerutuannya begitu saja, terlebih karena memang bukan kesalahan saya yang telah membuatnya marah. Dan ternyata menjadi ‘pohon pisang’ bagi beliau menyenangkan juga lho.

So,

Waktu yang terbaik untuk berbahagia adalah sekarang.

Tempat terbaik untuk berbahagia adalah disini.

Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.

Hanya dalam 80 hari lagi saja, tahun ini akan berganti. Apa yang Anda tunggu untuk berbahagia? Apakah Anda sudah bergembira dalam rasa damai yang penuh dengan kesyukuran? Maka tak ada syarat apapun lagi, Anda berhak untuk berbahagia.

Jangan biarkan ketidakbahagiaan -yang berwujud kekhawatiran dan ketakutan- mengisi hati Anda. Bukankah jika kita khawatir, kita bisa berdoa dan memohon pertolongan Beliau Sang Maha Perkasa? Bukankah tak ada yang perlu ditakuti selain Beliau Yang Maha Mulia?

So, just be happy !!

**Photo Note : another picture of  my lil bro 🙂

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s