Winter Dreams

December 8, 2011 § 41 Comments

Winter Dreams adalah judul novel karya Maggie Tiojakin yang baru saja saya selesaikan semalam.

Iyaa, Maggie yang pernah saya ceritakan di postingan ini. Maggie yang telah memilih saya menjadi salah satu muridnya dalam creative writing class yang dia adakan bersama fiksi lotus. Maggie yang berhasil membuat saya semakin ingin menulis sebuah novel (semoga keinginan ini tidak hanya omdo alias omong doang ya, tapi bisa betul-betul dilaksanakan) :P. Maggie yang mengenalkan saya pada Anton Chekov, Ernest Hemmingway, Ben Loory, Richard Bausch, Italo Calvino dan banyak sekali nama penulis besar dunia yang sebelumnya sangat asing bagi telinga saya.

Thanks for everything Mag!

Di bawah ini adalah suasana prosesi belajar kami di salah satu sudut Urban Kitchen – Plaza Indonesia yang dingin sangat, selama akhir pekan di November kemarin, tepatnya 6 kali pertemuan, karena ada 2 kali sabtu kelas diliburkan atas kesepakatan bersama karena satu dan lain hal. Baru berfoto-foto di hari terakhir belajar (27 November), saat mba Hetih Rusli -seorang editor Gramedia Pustaka Utama- sempat datang lagi untuk mengobrol ini itu.

I miss the class. Much…

Faye, saya, Maggie, Hetih

(barisan depan) Deste, Rieke, Vera

Hari minggu tanggal 4 Desember lalu, novel Winter Dreams ini dilaunching di Pasar Festival. Kami -para murid yang baik, kecuali Faye- tentu saja datang ke sana he he. Bagi saya pribadi ini adalah hal yang sama sekali baru, menyenangkan sekali berada di sana dan menyaksikan ‘kelahiran’ sebuah novel ke dunia :)

Alhamdulillah yaa..dapet novel gratis ;)

Terlepas dari saya mengenal sang penulis atau tidak (karena rasanya tidak mungkin mengenal seseorang hanya dengan 6 kali pertemuan bukan?), Winter Dreams adalah novel tanpa plot yang -menurut saya- sangat menarik.

Nicky F. Rompa -sang tokoh utama- merupakan sosok anti-hero yang berkarakter manusia biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Selalu ada konflik tentu saja, seperti kehidupan setiap manusia yang pasti diwarnai dengan masalah, begitu juga perjalanan Nicky. Akan tetapi ke-biasa-an perjalanan Nicky itu lah yang menjadikan novel ini luar biasa. Setidaknya saya jarang -kalau tidak dikatakan belum pernah- membaca novel berjenis seperti ini.

Terbagi dalam “lima buku” yang membagi stage kehidupan Nicky, novel ini bersetting mulai dari Jakarta, kemudian menuju dan berakhir di Boston. Pembaca juga disuguhkan pengalaman camping dan canoeing di Maine,hiruk pikuk New York, berlayar dengan kapal ke Provincetown, mengintip isi Museum of Fine Arts, pemandangan sungai Charles, hingga hebohnya Marathon Monday yang merupakan acara terbesar se-Massachusetts.

Tokoh-tokoh yang bersinggungan dengan kehidupan Nicky diantaranya adalah para imigran yang sangat beragam. Pemilik toko tempat Nicky bekerja Mr & Mrs. Fong adalah imigran asal Vietnam. Richard Klaus -pacar sepupunya Nicky dan menawarinya menjadi sopir limousine kemudian- lahir di Berlin. Ada juga Pollina si gadis Rusia bermata hijau yang memukau Nicky. Roomate Nicky -Dev Akhtar- adalah pria kelahiran Quetta-Pakistan yang besar di Westwood. Guru menulis Nicky -Artin Rucci- adalah keturunan Albania. Sementara Esmeralda de Luca Garcia (atau Esme) -kekasih Nicky- yang merupakan imigran ilegal (seperti juga Nicky)  berasal dari Culiacan, Meksiko. Dan banyak tokoh unik lain yang membuat kisah ini sangat berwarna.

Pengalaman membaca -dan juga menulis- memang personal. Maka apa yang kita alami saat membaca Winter Dreams, dan semua buku lainnya, pasti berbeda. Yang saya alami sesaat setelah saya membaca tulisan “SELESAI” di halaman 287 atas kisah Nicky adalah, merenungkan kembali perjalanan hidup saya sendiri. Mengingat-ingat episode kehidupan saya di awal 20an dulu, kenaifan saya, kenekatan saya, keingintahuan saya, keputusan-keputusan salah yang saya buat tapi entah kenapa tidak saya sesali, dan sebagainya dan seterusnya. Biasa saja mungkin ya, tapi berhasil membuat saya baru bisa tertidur pukul 1 untuk terbangun 3 jam kemudian :P. Karena belajar dari Nicky, seharusnya saya bisa lebih cepat mengerti ada beberapa hal yang saya inginkan tapi mungkin tidak bisa termiliki.

Kisah Nicky bisa dikatakan sama sekaligus berbeda dengan kehidupan saya (atau mungkin kehidupan manusia pada umumnya) yang tidak selalu berada di titik terendah ataupun melulu berbunga-bunga. Tapi kisah-kisah bittersweet itu tetap bermakna, mampu membuat saya menjadi seorang pembelajar, dan mensyukuri setiap yang terjadi -dan tidak terjadi- dalam kehidupan yang dititipkan Sang Maha Segala pada saya.

“Life has a strange sense of humor, and sometimes God makes up for it by working in mysterious ways” yang tertulis di salah satu bab membuat saya tersenyum. Dan saya sepakat bahwa “Waktu berlalu. Banyak hal yang akan berubah. Hidup terus bergulir seperti mimpi”.

Oh iya, teman-teman bisa membaca Behind the page-nya Maggie untuk novel ini di sini, Winter Dreams akan segera beredar di toko-toko buku mulai 15 Desember nanti, ada yang mau pinjam punya saya juga boleh kok, tapi sedikit keriting karena kemarin kami (saya, tas, dan si Kupi) basah kuyup kehujanan dalam perjalanan pulang :)

Belajar Menulis Fiksi

November 7, 2011 § 44 Comments

Entah di tulisan yang mana, ada sahabat yang berkomentar kurang lebih “Balik lagi ke sini belum ada postingan baru” di postingan tersebut. Bu Irma sang Bintang Timur pun pernah 3 kali berkomentar di postingan yang sama karena saya belum juga up date. Dan yang terbaru, adalah komen Mamin berikut :

Duh terharu deh, ternyata ada yaa yang menunggu-nunggu saya updet nulis, uhuk. Terima kasih banyak ya Temans ;)

Sebetulnya saat wiken saya memang jarang ber-internet ria di rumah, alasannya basi sih, mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci baju-menyeterika-mengepel dan sebagainya dan seterusnya itu, dan atau sibuk berleyeh-leyeh di hari libur. Tapi wiken yang baru saja berlalu sedikit berbeda, karena saya memiliki aktivitas yang sama sekali baru (belum pernah saya lakukan sebelumnya), dan kegiatan itu -walaupun sangat melelahkan- begitu menyenangkan bagi saya.

Aktivitas apa sih? Begini ceritanya.

Entah kapan, saya membaca sebuah pengumuman tentang diadakannya -semacam- pelatihan menulis di Facebook. Syarat untuk mendaftarkan diri hanyalah dengan mengirimkan sebuah cerpen fiksi ke sana. Maka pada tanggal 7 Oktober, terkirimlah cerpen saya yang berjudul Lelaki dalam Cermin itu. Kenapa si cerpen itu yang saya kirimkan? Tidak ada alasan khusus, hanya memang cerpen itu belum pernah saya coba kirimkan ke media, saat beberapa lainnya sempat saya kirim dan berakhir entah dimana he he.

Ekspektasi saya memang nothing to lose, trigger terbesar saya melakukan hal tersebut murni karena ingin mencoba hal-hal yang baru. Ndilalah, rupanya cerpen saya itu terpilih sebagai salah satu pemenang, dan berhak menjadi peserta Kelas Creative Writing gratis bersama Maggie Tiojakin bersama 4 orang pendaftar lainnya. Wah??

Sejujurnya, saya tidak tahu siapa itu Maggie Tiojakin sebelumnya. Saat mengetahui saya merupakan salah satu pemenang, barulah saya tanya pada mbah Gugel siapa itu Maggie dan ada apa dengan Fiksi Lotus? Jawaban yang saya terima cukup mencengangkan, karena Maggie rupanya¬† seorang penulis ‘besar’, dalam arti sebenarnya dan definisi konotatifnya *hehehe…sorry lho Mag, becanda* hihihihi.

Singkat cerita, untuk pertama kalinya, saya belajar menulis teman-teman! Yipppiiieee…

Saya belum pernah belajar bagaimana cara atau teknis menulis, untuk artikel biasa sekalipun, jadi terbayang kan betapa sulitnya saya tiba-tiba harus belajar menulis fiksi??? Aseli membuat saya berkeringat dingin dan mulas :p

Hmmm…belum banyak yang bisa saya ceritakan tentang pelatihan itu, karena ternyata banyak sekali hal-hal baru yang saya pelajari, yang belum pernah saya ketahui sebelumnya, kepala saya -literally- sangat penuh! Tapi itu sangat sangat sangat menyenangkan. Sekaligus juga mendebarkan, karena ternyata menulis -yang sebelumnya saya anggap ‘biasa’ saja- memiliki tanggung jawab, nilai, bahkan kekuatan besar yang tak terlihat. Ehem, berlebihan sepertinya ya, tapi setidaknya demikianlah yang sedang saya rasakan.

Semoga di kemudian hari saya bisa menulis -terutama fiksi- lebih baik lagi. Wish me luck Pals ;)

Have a great Monday^^

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Maggie Tiojakin at Rindrianie's Blog.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,155 other followers