Teawalk itu…
October 31st, 2011 § 59 Comments
Teawalk itu menyenangkan. Teawalk itu hijau menyegarkan. Teawalk itu cararangkeul bitis (baca : betis pegal). Teawalk itu selalu ngangenin. Apalagi jika teawalk bersama sahabat dunia maya, yang selama ini hanya bertegur sapa lewat kotak sebesar 14 inch, sesuatu lah pokoknya mah he he.
Sudah baca laporan Teh Nchi di postingan yang ini, bukan? Nah, ceritanya di postingan ini saya harus melanjutkan cerita Teh Nchie di sana.
Sedikit bercerita, kenapa saya begitu keukeuh dan menyengajakan pergi ke Bandung (dari Bekasi) hanya untuk sekedar kopdar + teawalk, adalah karena saya memang suka berpetualang di alam seperti itu, embel-embel silaturahim dengan para sahabat tentu saja menjadi nilai lain yang membuat saya bertambah ingin pergi.
Maka walaupun tanpa suami (tapi suami saya mengizinkan saya pergi kok
), walaupun harus merayu sohib gila saya untuk menemani ke sana, walaupun harus bangun jam 4 pagi demi mengejar bus jadwal jam 5, walaupun harus terkena macet di Bandung dan baru pulang ke rumah setengah 10 malam, walaupun muka saya terbakar hingga diledek teman-teman kantor dengan julukan ‘Orin rebus’, saya rela sodara-sodara *tsaaahhh…
Nah, silahkan dinikmati sebagian reportase-nya ya he he.
Setelah sarapan nasi liwet ditemani lalapan, sambel buatan Teh Nchie, ikan asin, tahu parongpong, tempe mendoan dan tumis buncis-tahu, kami bersiap-siap untuk ke menu utama, yaitu Teawalk di Taman Sukawana. Sebelum berangkat, sebagai ibu Pos yang baik, saya menyerahkan titipan surat dari Puteri, yang dibacakan di depan khalayak oleh Ibu-nya Fauzan
Ehem, masih banyak foto-fotonya, masih banyak juga cerita-cerita yang menyertainya, tapi apa daya harus tetap diakhiri kan ya he he. Tapi jangan khawatir, ikuti kelanjutan kisah teawalk ini di blognya mas Jier, nanti mampir ke sana ya teman-teman
Terima kasih Bu Dey, karena sudah menyediakan diri menjadi tuan rumah yang ramah bin baik hati, juga guide yang menyenangkan, dan mentraktir saya cimol (hehehehe). Terima kasih Teh Nchie, yang sudah membuat sambal uenak, dan menjadi teman bernarsis ria, maafkan tertular kegilaan sohib Orin ya (hihihihi). Terima kasih Abang, yang sudah ikut-ikutan menjepret Orin, obyek yang keren memang ya (hahahaha). Terima kasih mas Jier, yang sudah dengan senang hati membawa pulang makanan ke kostan (hohohoho).
Tidak ketinggalan, para pemeran pendamping dalam kopdar tea walk kali ini. Bapak Fikri yang sudah mengantar jemput. Fauzan yang lucu dan ceria. Olive yang selalu kabur saat difoto. Papa Olive sang fotografer. Ummi yang sudah membawakan tempe mentah. Kakak Bibin yang gi ngambek. Adek Anin yang selalu ramai, dan Mbah yang pandai membuat wayang
. Oh ya, juga sohib setia saya yang selalu kocak bin narsis, kapan2 kita berpetuang lagi ya Neng he he.
Sekian laporan hari ini teman, sampai jumpa di laporan kopdar berikutnya
Kopdar Besqi
October 24th, 2011 § 60 Comments
Meminjam istilahnya Putri, sabtu kemarin terlaksana sebuah kopdar warga Bekesong
di Bekasi Square, yang menurut Teh Lidya istilah kerennya ‘Besqi’ hehehe…
So, tanpa banyak basa basi, silahkan dinikmati saja laporannya di slide berikut ya
This slideshow requires JavaScript.
Siapa lagi nih blogger asal Bekasi? Kita kopdar yuuuuuks
Soto Ceker, Tali Asih + Kopdar, dan Permintaan Maaf
September 28th, 2011 § 46 Comments
Entah untuk yang ke berapa kali-nya, maafkan pemilihan judulnya ya teman
***
Ada yang bingung memilih menu untuk makan malam? Semoga penampakan yang satu ini bisa menjadi inspirasi ya *halah* hihihi.
Awalnya saya tidak suka ceker. Kalau mamah memasak sop dengan ceker misalnya, ya tidak saya ambil, hanya memakan sayur-sayuran dan daging ayamnya saja (kalau ada). Mungkin ini karena doktrin salah yang banyak menyebar saat saya kecil dulu : “Jangan makan ceker ayam, nanti tulisan tangannya jelek (mirip ceker ayam)”. Padahal, makan atau pun tidak si ceker ayam ini, tulisan tangan saya memang jauh dari kategori bagus
Jadi entah kapan tepatnya, saya jadi cukup sering makan bahkan memasak sendiri si ceker ayam ini. Apalagi sekarang suami saya pun penggemar ceker, dan konon ceker ayam ini cukup bermanfaat untuk dikonsumsi. Sayang sekali saya belum menemukan datanya he he.
Lantas apa hubungannya Soto Ceker Pak Gendut yang -bagi saya- cukup maknyuss ini dengan Tali Asih?
Karena sabtu kemarin, saya berhasil mencegat Dhila -salah satu pemenang giveaway- yang baru pulang bertugas dari Kendari, untuk ketemuan di Soto Ceker. Saat Dhila mengirimkan email menginformasikan alamat tali asih, ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari daerah rumah kontrakan saya. Ya sudah, daripada sang tali asih dikirim, kenapa tidak sekalian bersilaturahim dengan berkopdar ria, bukan? Apalagi ternyata bonus dari kopdar ini adalah soto ceker dan jus stroberi gratisan ditraktir Dhila *ups* hihihihi. Makasih ya Neng
Lalu, permintaan maafnya untuk apa?
Untuk kesalahan saya karena masih belum juga mengirimkan tali asih bagi para pemenang lainnya. Semua hadiah sudah terkumpul, alamat-alamat sudah diprint, masalah datang saat prosesi bungkus membungkus. Si sendal jepang itu memang tidak ada kotaknya, sehingga saat disatukan dengan buku, bentuknya jadi jelek. Beginilah kalau jadi perfeksionis amatir
Sudah saya coba masukkan ke amplop besar dengan harapan mereka bisa bekerja sama dengan baik membentuk sebuah paket yang cantik, tapi masih belum bisa memuaskan hati. Mencari kotak yang pas akan menjadikannya sempurna, tapi karena ke-bising-an yang sedang saya alami, pencarian itu belum sampai kemana-mana.
Sabtu kemarin akhirnya saya berniat cuek bebek saja mengirimkan paket tali asih tak berbentuk itu. Tapi apalah daya, sejak pagi saya sudah harus ini itu sehingga tidak bisa ke kantor pos, baru kembali ke rumah sekitar jam 4 sore. JNE dekat rumah saya tidak buka di hari minggu, dia masih tutup saat saya berangkat kantor, dan sudah tutup saat saya pulang kantor. Beuh #_#
Maka, dari lubuk hati yang paling dalam, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya bagi para pemenang (kecuali Dhila tentu saja) karena saya belum sempat mengirimkan tali asih yang tidak seberapa itu. InsyaALLAH wiken ini saya selesaikan. Mohon bersabar ya teman-teman..
Kopdar MKG
September 21st, 2011 § 36 Comments
Yipppieee, setelah sekian lama, akhirnya saya bisa ber-kopdar ria lagi. Menyenangkan. Walaupun kopdarnya secapat kilat he he.
Tapiii….sepertinya terlalu basi untuk diceritakan kembali, karena partner kopdar saya sudah posting acara kopdar ini di blog masing-masing, jadi saya tidak akan bercerita lagi ah *pundung*.
Silahkan dinikmati saja ya foto narsis kami
This slideshow requires JavaScript.
Mba Tia, Mba Nia, Mba Fanny, kapan-kapan kita kopdar di MKG lagi yaa. Ada teman-teman blogger yang rumah atau kantornya sekitar MKG (baca : Mall Kelapa Gading) tidak? Kopdar yuuuuks
Happy Wednesday Pals
Tentang Kopdar
May 10th, 2011 § 44 Comments
Baiklah, sesuai permintaan para pembaca setia *halah*, saya akan mencoba menceritakan bagaimana serunya kopdar Pelangi hari minggu kemarin itu.
Akan tetapi, saking seru-nya dan banyak sekali yang ingin saya ceritakan, saya berkali-kali mengubah-menghapus-mengedit postingan ini, dan tetap merasa tidak puas akan pilihan kata dan kalimatnya.
Sehingga, saya memutuskan untuk menampilkan slide show dari beberapa foto yang berhasil tertangkap kamera saya sajah! hihihi…
This slideshow requires JavaScript.
Begitulah, kurang banyak sih fotonya ya
Tapi saya senang sekali, saya bisa berjumpa dengan banyak teman-teman yang sebelumnya hanya bisa saya kenal lewat tulisan-tulisannya di dunia maya itu. Dan lebih bersyukur kemudian, karena ternyata saya pun bisa berteman dengan para manusia berjiwa baik ini dalam kehidupan nyata.
Love you, Pals
PS : Om Enha dan ci Bubun mengatakan saya lebih ‘cantik’ (or whatsoever) aslinya daripada gambar yang terekam kamera, lho
Yaa… I take it as a compliment aja lah yaa hihihihi…
1st Kopdar, Nostalgia, dan Kartini Masa Kini (?)
April 25th, 2011 § 46 Comments
Postingan ini adalah (semacam) rangkuman selama wiken kemarin.
Cerita pertama, adalah sebuah pertemuan yang tidak bisa saya bayangkan sebelumnya. Hari Sabtu tanggal 23 itu, saya berkesempatan hadir dalam acara Kopdar!! Yep, it’s my 1st Kopdar. sodara-sodara, norak mungkin, tapi saya sangat sangat sangat senang sekali. Berjumpa dengan sahabat-sahabat yang selama ini hanya saya kenal di dunia maya, dan dalam 2 jam itu saya bisa melihat-bercipika cipiki-ngobrol ngalor ngidul-tertawa bersama secara nyata!
Berawal dari ‘woro-woro’ dari Kakaakin, yang mengabarkan beliau akan ke Jakarta dan Surabaya. Saya langsung mengirimkan email, memberitahukan nomor hape saya, lantas menunggu dalam cemas (lebay dot com
). Acaranya di Plangi a.k.a Plaza Semanggi, jam 1 siang di Foodcourt, begitu sms Kakaakin H-1.
Singkat cerita, saya berangkat bersama suami setelah sholat di rumah, tentu saja terlambat. Jam 1 lewat baru sampai di parkiran hihihihi. Setelah bertelepon-telepon menanyakan posisi pastinya, saya malah ‘dijemput’ beramai-ramai oleh Kakaakin, Dede, Kak Juli (iyaaa… aku mau manggil Kakak ajah *sigh), juga Mba Lidya dan Pascal. Mengharukan sekali
Setelah duduk, suami saya rupanya merasa menjadi seorang ‘alien’ di tengah hiruk pikuk para wanita-wanita, beliau pun kabur ke toko buku, sayangnya kamera beliau yang bawa, so postingan ini bukanlah hoax atau spam walaupun tanpa foto ya
Tak lama Kang Isro beserta istri datang, kemudian disusul Om Iksa (tentu dengan kamera-nya yang membuat saya mupeng), dan terakhir ada mas Didot dan istri, beliau satu-satunya blogger yang belum saya kenal sebelumnya.
Begitulah… Kopdar pertama saya itu, yang seru, yang ceria, yang tidak akan saya lupakan. Dan berharap akan ada kopdar-kopdar berikutnya dengan sahabat blogger lainnya. Amiiin.
Nostalgia? Ini adalah cerita berikutnya. Plangi adalah tempat saya dan suami ‘kencan’ pertama kalinya hohohoho… tepatnya 19 April 2009 lalu. Detailnya saya tuliskan kapan-kapan lah ya. Kemarin itu kami cukup seru bernostalgia, walaupun lelaki itu sedikit bete karena menunggu saya Kopdar dengan teman-teman blogger
Sudah 2 kali pasca menikah kami ke Plangi, dan kami masih saja mengomentari-mengkritik keadaan dan para pengunjung Plangi. Kemarin itu, kami melihat seorang lelaki tinggi besar yang digelendoti dengan mesra oleh seorang wanita berpashmina modis yang sedang mengantri lift. Suami saya langsung berkomentar,
Waaah… ceweknya pake jilbab kok pacarannya begitu sih.
Suami istri kaliii, suudzon aja.
Ga mungkiiiiin, kalau suami istri mah ngapain kayak gitu di mall, kan bisa di rumah.
Sini…sini…aku gelendoti Yang..
hahahaha… Suami saya tetap keukeuh pasangan itu masih pacaran. Saya terpaksa mengaku kalah karena rasanya tidak bisa bersikap sedemikian mesra seperti pasangan tadi di tengah hiruk pikuk mall seperti itu
Kartini masa kini (?) Entah wangsit apa yang menyapa Kang Isro, tapi saya ‘ujug-ujug’ ada dalam Kartini-Kartini masa kini stage 5 beliau. Rasa terima kasih saya tentunya untuk beliau yang telah mengobrak-abrik blog saya sedemikian rupa, sehingga menuduh saya bisa menulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang (Duh… overated banget lho Kang, aseli saya ngga bisaaa), bahkan memajang foto saya yang berperahu di sungai Cikaso. Speechless.
Tanda tanya dalam kurung (?) di akhir kalimat Kartini Masa Kini di atas, adalah murni pertanyaan saya untuk diri saya sendiri. Pantaskan seorang ‘saya’ disebut demikian? Sementara belum banyak yang saya lakukan untuk bangsa ini. Terima kasih Kang sudah membuat saya merenung..
Well, how was your weekend, Pals? Hope it’s great
Stop Press :
Ini dia oleh-oleh Kakaakin!! So bukan hoax yaa kopdar pertama saya ituh he he he.













