Selingkuh
February 27, 2013 § 39 Comments
*Berikut adalah sinopsis sebuah cerpen*
***
Van, Kenapa sih cowok suka selingkuh?
Hah? SMS yang mencengangkan. Aku bingung bagaimana harus bereaksi. Apakah SMS itu dikirimkan padaku karena aku pernah… tapi pasti bukan begitu. Aku yakin Tasya betul-betul bertanya, dan sungguh mengharapkan jawaban. Tapi kenapa bertanya padaku?
“Andri dulu menggebu mengejar-ngejarku Van. Dan setelah akhirnya aku menyerah, bertekuk lutut atas cintanya, kenapa malah dia mencari cinta yang lain?”
Aku harus mengisi rongga paru-paruku hingga penuh sebelum menjawab. Entah kenapa aku merasa aku harus membela kaumku dalam urusan ini.
“Rasanya itu tidak relevan Sya.”
“Apanya?”
“Itu, pengejaran dan ketidakpuasan?”
“Tidak relevan bagaimana?”
“Lagipula, kenapa kau menyimpulkan begitu? Apa dasarnya”
“Menyimpulkan begitu bagaimana? Kau membuatku bingung Van.” Yes, memang itu tujuan pertanyaanku. Maksud terbesarku adalah menghindar dari pertanyaan itu, percakapan ini kalau mungkin, bahkan pertemuan ini jika aku tidak terlalu pengecut untuk berkata ‘tidak’ pada seorang Tasya.
Aku menyesap kopiku perlahan dalam diam, berharap Tasya membuat pertanyaan lain, atau pernyataan lain, atau topik lain mungkin? Walaupun sepertinya yang terakhir itu hanya mungkin terjadi di pikiranku saja.
“Kenapa kamu dulu selingkuh sama aku Van?” Sial, akhirnya keluar juga pertanyaan itu. Kenapa semua pertanyaan sulit selalu diawali dengan kata ‘kenapa’? Dan kenapa aku harus menjawab pertanyaan berkategori sulit ini? Arrrghhh…
“Sya, tidak perlu lagi kan membicarakan masa lalu kita?”
“Lia adalah wanita terbaik yang pernah aku tahu Van. Aku sempat berpikir dia betul-betul jelmaan bidadari, dia bahkan rela menerimamu kembali padahal jelas kamu berselingkuh denganku waktu itu, kan? Kenapa kamu mengkhianatinya Van?”
“Aku tidak mau menjawabnya Sya. Dan please…tidak perlu kamu ingatkan lagi akan ketololanku itu. Aku mencintai Lia, aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Titik.”
“Ah… Dan anehnya kita malah berteman baik setelah perselingkuhan yang panas itu ya?” Tasya tertawa lepas, sepertinya dia sudah gila. Dan sepertinya aku pun sudah se-gila dia. Bagaimana mungkin aku masih berteman baik dengan mantan selingkuhanku? Yang kini sedang diselingkuhi kekasihnya? Gila kuadrat!
“Mungkin itu karma Sya.”
“Karma?” Tasya tergelak terbahak, bahkan dia harus memegangi perutnya yang terguncang untuk meredakan tawanya. “Kenapa ini harus menjadi karmaku? Lantas apa karmamu, Van?”
“Hei, kamu yang selalu menggodaku waktu itu Sya.”
“Yeah, dan tidak ada seorang lelaki pun yang bisa bertahan dari godaan makhluk secantik Tasya. Iya kan Van?” Kembali Tasya terbahak. Apakah dia mabuk? Tapi aku baru tahu secangkir kopi bisa menghilangkan kewarasan.
“Sya, ini sudah malam. Aku tidak ingin Lia mengkhawatirkanku.
“Ya…ya…ya… Konon setelah berselingkuh, para pria berubah menjadi suami yang lebih baik.”
“Terserah apa katamu Sya.” Aku beranjak meninggalkan Tasya yang masih terbahak. Sepertinya dia sangat tergila-gila oleh si Andri ini. Jika dia memang bisa menaklukan semua lelaki, lantas kenapa tidak mencari Andri-Andri lain di luar sana?
“Van…” Tasya terpekik, berhenti tiba-tiba, membuatku juga berhenti melangkah.
“Kenapa?”
“Itu…. Itu Andri, Van?”
“Andri?” Aku belum pernah berjumpa dengan si Andri ini. Maka segera aku edarkan pandangan searah mata Tasya memandang. Mencari-cari sesosok pria yang seharusnya adalah Andri. “Mana Sya?”
“Itu Van, dia barusan masuk ke sana itu.” ujarnya seraya menunjuk ke sebuah restoran kecil dengan sebuah cangkir kopi besar menghiasi pintu masuknya, ‘Warung Blogger’ begitu sebuah lukisan nama di jendelanya. “Tapi… tapi dia masuk sama cowok…” lanjut Tasya lagi perlahan.
Hah?

Heuheu… Lg nongkrong ma tmn2nya di WB kali.. Jgn keburu mikir itu selingkuhannya ah…
___
iya…biasalah cewek, suka curigaan hehe
Hihihihi. tadi gw mikirnya langsung sama ama Mba Tt ini Rin. Parno banget si Tasya
___
hehe…kesannya memang begitu ya Dan
Oo begitcuuu yaaa…. curiga si sah2 saja (namanya jg kekasih tercinta…)…tapi menuduh jangannn ya … hehehe
Heheeee.. Akhirnya gitu banget Teh..
Sukses ya Teh….
___
Itu belom sampe ending sih, kan cuma sinopsis hihihihi
astagfirullah ceritannya mbak orin itu ndak jauh2 dari jeruk ketemu jeruk, hahahah :p
tapi emang kok karma pasti ada
___
Ngga Niaaar…endingnya ga begitu kooook *spoiler* qiqiqi
ikut nyimak dl cerpen’a, kalo cerpen yg udah ditulis dari dulu bisa diikutin ga ya? hehe
___
sudah pernah publish di blog? kalo belum sih gpp, cerpen saya di atas juga ‘nemu’ di file draft naskah, entah kapan nulis pertama kalinya hehe
Tasya jangan curiga dulu.. itu si Andri jalan ama temen bloggernya.. mau bareng2 belajar SEO.
qiqiqi
___
Iya mak, si tasya suka cemburuan gitu sih ya
Ya elah, jalan sama cowok khan belum tentu pacaran. Wah kalo ini sih namanya si Tasya yang posesif
___
bisa..bisaaa… keknya si Tasya emang posesif ya
Si Andri ini bukan selingkuh dia mau kopdar bareng teman Blogger.nya…
___
hihihi…mudah2an sih begitu ya Mit
Seperti nya gak marah di selingkuhin karena suka selingkuh juga maksudnya?…ckckck…
trus ending nya gimana Riiiin…
suka ngasih harapan kosong gini sih sama pembaca teh…hihihi…
___
tenang Bi, yg ini mah hepi ending kok, kan biar seimbang cenha jiwanya
Oh ternyata……..?????
___
engga…enggaa…endingnya ga begitu kok kang hihihi
hemmm..selingkuh itu indah
___
seindah apa mister?
$e7 … indah dan perlu (/) … hihihi …
Mbak, sinopsisnya bikin penasaran nih…
___
heuheu…selamat penasaran ya mba Ren
huh, sayang ini hanya sinopsis, masih penasaran nih, Teh, kelanjutannya
___
iya Sarah, ini cuma 1/3nya hihihihi
Terbukti, kan?
Rumput tetangga emang lebih hijau! hihi
___
he he…
~ Rumput tetangga memang lebih hijau, tapi asal kamu tahu tagihan air, pupuk dan perawatannya pasti “Lebih Mahal” …
$indirannya samar2 … to the point aja : “Punya cew cantik –>
~ Perawatannya perlu ‘biaya tinggi …”
pengalaman pribadi ya brus?
cowok tipe gitu biasanya cowok playboy
___
mungkin jg yg ini luar biasa Dihas hehehe
kenapa cowok suka selingkuh..?
cowok kan juga manusia…
cewek juga manusia kan..?
berarti suka selingkuh juga…
*sambit panci…
oohh karma, kenapa kau dengan nya, xixixixiix :p
eeh mbak keren banget lho, mesti jeruk makan jeruk endingnnya kayak yang pas ff dulu itu juga gitu mahoo #upsss
Rugiiiii…endingnya gantung….*ambil sapu
bagus bgt teh!! diksi dan alurnya aku sukaaaa
kebawa alurnya serasa ada yang terpotong!
Dan ending-nya pun diumpetin ya, Rin
jadi ….sama cowo juga?
jeruk makan jeruk kah? *penapsaran*
tEh… Kenapa sih cowok suka selingkuh?
pertanyann yg baguskah? entah lah …
Namun yg pasti tentu banyak alasan n faktor …apa saja tuh?
menurut hematku ada ‘kesemtan dan niat si~cowok…:)
Apa tuh? wah, tanya aja sama rumput yg bergoyang or nanyanya harus 4 mata x ya? Hahahaha … maksudku agar RHS aja …
Teh, tapi benarkah ‘selingkuh artinya ‘selingan indah tapi utuh …?
entah iya entah tidak – entahlah!
ehm….itu baru sinopsis ya Rin? lalu endingnya….pasti lebih tajem lagi tembakannya ya… *penasaran*
Hah?
Masuk sama laki-laki?
Katanya, perasaan gak bisa bohong. Meski demikian, kadang perasaan juga bisa salah ya….
yeee, Andri kan lagi mau nonton bola bareng ma temen-temennya di WB … *eh
Karena kolom komennya ditutup, saya komen disini aja ya Teh
Sedang libur (an) menulis ya Mbak? jangan lupa kalau sudah balik oleh-oleh ya buat saya
mbak Yuni mampir donk ke gubuk ku …
saya sudah bangun dari ‘mati suri …
mbak Yuni cute…pengalaman pribadi? …cuman lirik2 tetangga …wekk …
… Konon katanya gitu … hahahah .:) …:P..
dah serius serius bacanya eh endingnya wkwkwkw
cucoook boo
jangan libur menulis, please!
nanti de kekurangan bahan bacaan.
tulisan orin keren2, de betah bolak balik kesini
biar de aja yang liburan hahahaha
sama temen cowok kok….