Si Kupi vs Si Juki

February 14, 2013 § 36 Comments

Senja yang ceria. Menunggu lampu merah di samping Juke berwarna putih.

“Yang…aku kepengen deh punya Juke, yang warna putih kayak mobil sebelah nih.”

“Honey…Juke mah mahaaal, nanti kita beli mobil yang murah aja ya. InsyaALLAH”

“Iiih…Sayang, kepengen kan ga berarti harus beli.”

“…”

“Jadi….nanti aku namain si Juki.”

“Honey mah semua-semua dinamain..”

Tergelak bersama sesaat sebelum lampu berkedip menjadi hijau, melaju bersama si Kupi meninggalkan sang juke warna putih yang menjadi impian.

***

Pagi yang sibuk. Jalanan macet menuju kantor. Si Kupi mengikuti motor-motor lain yang selap selip di antara mobil. Hingga kemudian, sebuah Juke -yang entah kenapa- berwarna putih dengan sengaja menabraknya. Si Kupi limbung, bertahan sekuat tenaga jangan sampai setang maupun body-nya menggores kedua mobil yang telah membuatnya seperti selapis keju dalam sandwich.

“Yang…tadi aku ditabrak. Sama Juke putih”

“Hah? Honey ngga apa-apa? Sekarang dimana? Ada yang luka ngga???”

“Udah di kantor. Aku ngga apa-apa, Si kupi juga ngga apa-apa.”

“Syukurlah… Honey nyalip atau gimana?”

“Itu lagi macet Yang… aku mengikuti arus, banyak yg lewat di depan Juke itu karena space-nya luas, trus pas aku yang lewat dia maju, dan nabrak deh.”

“Honey turun ngga?”

“Ngga…”

“Honey marahin supirnya ngga?”

“Ngga…”

“Kan Honey ngga salah.”

“Iya… si kupi nyentuh si juke-nya aja ngga, wong space-nya lebar.”

“Yang punya mobil minta maaf ngga?”

“Ngga…”

“Kok gitu sih, kepalanya nongol buat basa basi atau apaaa gitu…”

“Ngga…”

“Trus Honey ngapain?”

“Ya lanjut aja…”

“…”

“Sambil nangis..”

“…”

“Kalo suatu hari nanti aku bawa Juke-ku sendiri, aku ngga mau begitu ah.”

“Iya…”

“Nanti kalo kita jadi orang kaya, ngga boleh menyakiti hati orang yang baru punya motor kayak kita sekarang.”

“Iya…”

“Nanti kalo…”

“Honey…”

“Yawda Sayang met kerja yaa.”

“Iya…”

“Honey yakin ngga apa-apa?”

“Mmm…”

“Gpp kok sedih, marah, atau sakit hati.”

“Iya…”

“Tapi jangan lama-lama ya.”

“Iya…”

“Mungkin itu yang bawa supir, jadi ngga sopan.”

“Mungkin juga ya Yang.”

“Atau yang punya mobil baru punya mobil, jadi masih arogan.”

“…”

“Honey…”

“Ya?”

“Masih kepengen Juke?”

“Masih..”

“Ish…kirain udah ngga.”

“Wew… Sayang ngarep aku ga kepengen lagi yaa? Hayo ngakuuuu”

Terbahak bersama walaupun hanya bersenda lewat henpun. Hari tetap ceria, seperti seharusnya.

***

PS : Bukan fiksi, dan benar-benar terjadi  #eeaaaa qiqiqiqiqi :P

About these ads

§ 36 Responses to Si Kupi vs Si Juki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Si Kupi vs Si Juki at Rindrianie's Blog.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 612 other followers

%d bloggers like this: