[BeraniCerita#1] Sekali Ini Saja

February 7, 2013 § 14 Comments

Hai, masih inget gue ‘kan? Gue Harris, selingkuhannya Tio dan kemudian nge-gebetin si El itu lho.

Kenapa gue masih saja menceritakan kehidupan pribadi gue di blog ini setelah kejutan yang mengejutkan itu. Karena setelah gue pikir-pikir, mungkin seharusnya gue berterima kasih sama si Orin karena telah berbaik hati menampung curhatan geje seorang gue yang notabene bukanlah siapa-siapa ini.

Malah, gue sempat mengajukan proposal sama dia (si Orin maksud gue), untuk membuat page khusus soal curhatan gue. Tapi yaa lo tahu sendiri lah, dia itu kadang seenak udelnya sendiri, tidak suka diatur-atur, jadi doain saja proposal gue disetujui. Errr… prolog  gue terlalu panjang ya, maafkan.

Tadinya gue ingin bercerita kenapa gue bisa ‘sakit’ seperti ini, tapi rasanya gue belum siap berbagi, jadi mari kita simpan cerita itu untuk kapan-kapan ya. Yang perlu lo tahu adalah, gue tahu betul kalau gue salah, gue tahu apa yang gue lakukan ini tidak dibenarkan oleh agama, oleh negara, oleh masyarakat, oleh hukum alam, oleh apapun.

Gue mengerti, saat Tuhan menciptakan siang dan malam, hitam dan putih, manis dan pahit, hidup dan mati, dan sebagainya dan seterusnya, maka gue juga akan mencintai seorang wanita, seperti seharusnya. Tapi…

“Hai Bro, lo jadi kencan sama si Ara?” Ish…si Ronald mengganggu kontemplasi gue. Tidak perlu lah gue ceritakan siapa si Ronald, dia hanya tokoh figuran tidak penting yang numpang sekelebat lewat di hidup gue.

“Iya… sono dah lo ga usah ganggu gue.” jawab gue asal, yang berhasil mengusir Ronal dalam definisi yang sebenarnya setelah dia tertawa. Oke, dia menertawakan gue tepatnya, lengkap dengan ciye-ciye yang sumpah tidak penting itu.

Ara? Kalau yang ini harus kudu wajib gue ceritain. For your information dia ini kaum hawa ya, dan sejauh ini, dia nih satu-satunya cewek yang gue suka. ‘Suka’ di sini artinya persis seperti yang lo kira, gue naksir sama dia! Entah koprol berapa kali gue saat menyadari hal itu, sekali ini saja, gue suka sama seseorang yang seharusnya. Wajar dong ya kalau gue hepi berat.

Lo tahu Titi Sjuman? Nah, buat gue, si Ara ini sebelas dua belas sama dia, minus keterampilan nge-drum tentunya ya. Fisiknya aseli mirip, jadi tidak perlu lah ya gue jelaskan lebih detil, walaupun menjadikan gue seperti Wong Aksan sama sekali bukanlah rencana gue. Dan kabarnya mereka akan bercerai kan ya? Titi Sjuman sama Wong Aksan itu maksud gue. Ah… abaikan. Yang penting, malam ini, gue akan nekat nembak si Ara buat jadi pacar gue. Setelah 2 kali nonton bareng dan 3 kali mau diajak dinner, gue pikir itu cukup sebagai proses pedekate.

“Hai Ris, udah lama?”

“Ngga apa-apa, Ra.” Yeah, gue memang suka ngga nyambung saking groginya kalau di depan Ara.

“Ada yang mau gue omongin nih Ris.”

“Oh? Kok sama sih? Gue juga.”

“Apa?”

“Lo dulu aja…”

“Oh gitu… Wiken besok lo ada acara ngga?” Eh? si Ara mau ngeduluin ngajak gue nge-date nih? Kalah jantan dong gue.

“Belom sih…”

“Anterin gue fitting baju ya, Ris. Bulan depan kan gue mau merit sama si Aryo..” Appaahh?

***

Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.

Note : 492 kata

PS : Yang mau ikutan sila klik banner di sebelah kanan yaa

About these ads

Tagged: ,

§ 14 Responses to [BeraniCerita#1] Sekali Ini Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [BeraniCerita#1] Sekali Ini Saja at Rindrianie's Blog.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 614 other followers

%d bloggers like this: