Weekly Photo Challenge : Urban

Kali ini bukan silent post seperti biasanya :)

Stasiun Cirebon

Kata ‘urban’ langsung mengingatkan saya pada istilah urbanisasi, definisinya masih sama kan ya? (kurleb) perpindahan penduduk dari desa ke kota? Maaf lho kalau salah (lagi males gugling), nilai IPS saya dulu memang menyedihkan *teringat ulangan sosiologi waktu kelas 2 yang cuma dapet nilai 4! hiks*.

Maka ingatan saya pun kembali ke Desember 2003 saat saya menjadi salah satu penduduk yang melakukan urbanisasi itu. Datang ke terminal Pulo Gadung yang hiruk pikuk-panas-berdebu-bau itu, untuk berpetualang mengadu nasib di Jakarta *tsaaaah*. Saat itu pun sudah ada spanduk yang kurang lebih berbunyi “Terima kasih untuk tidak mengajak pendatang baru ke Jakarta”, membuat saya dan sang teman -yang memang mengajak saya ke Jakarta-  tertawa karena merasa tersindir. Tapi sepertinya kejadian serupa terus berulang dengen pemeran-pemeran berbeda hingga 2012 ini ya :)

Mari kembali pada foto weekly challenge di atas.

Sebagai pendatang, mau tidak mau sesekali saya harus mudik alias pulang, apalagi saat Lebaran ya, ngapain coba Lebaran di kampung orang? hehehehe. Beberapa tahun terakhir, saya lebih memilih pulang ke Majalengka menggunakan kereta api. Walaupun itu artinya harus ke Cirebon dulu, dan masih 1 jam perjalanan lagi dengan angkutan umum untuk sampai di rumah, tapi -bagi saya- jauh lebih nyaman. Tidak bersentuhan dengan kemacetan yang mengular, bisa tidur-baca-duduk dengan leluasa (kalau beruntung dapet yang eksekutif), sehingga tetap ceria tiba di rumah ;)

Pengalaman naik bus, dari Pulo Gadung jam 5 sore, sampai rumah saat semua orang sedang sahur atawa sekitar jam 3 pagi. Ini rute-nya lewat Pantura, dan saya harus turun di Palimanan untuk kemudian ngojek hingga rumah karena sudah tidak ada si mobil elf jurusan Rajagaluh-Cirebon sepagi itu. Untuk kemudian diomelin mamah karena anak perempuannya ini kok suka nekat banget dan sok berani *ups* mihihihi.

Pernah juga naik mobil lewat Bandung, berangkat dari kostan di Rawamangun ba’da shubuh, sampai rumah pukul 4 sore. Mati gaya deh di jalan hihihihi. Padahal kalau bukan musim Lebaran, Jakarta-Majalengka itu ‘cuma’ (kurang lebih) 6 jam saja lho dengan mobil.

Pesawat? Hadeuuuh…bandaranya dimana??? Lagian sepertinya malah lebih ribet deh ya :P

Pulang dengan motor? Tahun 2009 lalu, pernah saya melakukannya. Bukan pas libur Lebaran sih, jadi jangan dibayangkan motor saya penuh tas besar dan kardus dengan 2 bambu tambahan di jok itu ya. Saya cuma ikut teman-teman kantor yang suka touring, kebetulan saat itu tujuannya ke rumah seorang peserta touring di Majalengka. Berangkat dari Jakarta sekitar pukul 9, dengan kecepatan santai 50-70 km/jam sampai di rumah saya sekitar pukul 4. Saya bawa sendiri lho ya bukan jadi boncenger, dan berhasil menuai omelan mamah dan berakhir si BeATy Boop saya itu dibawa pulang ke Jakarta oleh teman touring sementara saya naik bus hahahaha.

Maka saat diajak seorang teman naik kereta api, dan dari stasiun Jatinegara sampai stasiun Cirebon itu cuma 3 jam lebih sedikit, ditambah 1 jam perjalanan dari stasiun Cirebon ke rumah, takjub lah saya. Jadi heran juga kenapa tidak dari dulu saya ber-kereta api ria. Tapi kemudian ingat, sepertinya dulu saya juga cuma mampu ber-bus ria saja, wong harga tiket kereta satu kali jalan bisa 3 kali lipat harga ongkos bus kok hihihihi.

Tapi, apapun moda transportasinya, yang penting aman dan selamat hingga tujuan kan ya ;)

About these ads

19 thoughts on “Weekly Photo Challenge : Urban

  1. inget waktu pertama ke jakarta dulu
    turun di jatinegara langsung ditangkep satpol pp dikira mau cari kerja di jakarta padahal emang iya
    besoknya langsung ke pak rt nembak ktp
    eh setelah punya ktp dki ga pernah sekalipun ditangkep
    ___
    Hah??? ditangkep satpol? huwaaaa…untungnya waku ga sampe begitu. tapi emang lgsg nembak ktp sih, Bekasi tapi hihihihi

  2. jadi orang rantauan, pasti ngerasain yg namanya mudik. Lah kalo jadi orang aseli sini?? kudu nyari yg punya kampung kali ya biar bisa ikutan mudik kayak Teteh? :D
    ___
    nanti nikah sm orang rantau Sarah, pasti jadi ngerasain mudik deh hohohoho

  3. Sofyan says:

    Mudik paling enak naik angkutan, seprti Bus dan Kereta, selain menghemat waktu bisa tidur dan menghemat tenaga :) , tapi yaitu tadi, kantong yang gak hemat hhehehe :D
    ___
    Iya Sof, kadang borosnya itu yg bikin males pulang hihihihi

  4. foto pertama emang urban banget. tapi foto kedua malah iklan blak-blakan itu mah hehehe….

    Kereta memang selalu asyik ditumpangi…cepat dan relatif murah. Relatif nyaman dan efektif pula :)
    ___
    heuheu…my first bike itu mas :D

  5. … dengan kecepatan santai 50-70 km/jam …
    OOrrrriiinnnnn !!!
    Itu kenceng lageeee …

    Salam saya
    ___
    Seringnya 50 km.jam kok Om, kecepatan 70 itu kalo pas lewat jalan sepiiiii bgt heuheu

  6. iya yang penting sih nyaman dan selamat dah… :)

    dulu pas kita awal2 pindah ke jakarta juga sering mudik ke sby dan kita nyobain macem2 transportasi juga. KA, pesawat, dan juga kapal laut! seru juga naik kapal laut… :)
    ___
    Aku kepengen deh mas naik kapal laut yg agak2 jauh jaraknya gituh, tapi mau kemana ya hihihihi

  7. RIn kalau mau naik kereta api executive turun di cirebon murah naiknya dari cikampek naik Harina jurusan bandung-semarang. aku aja lebarn ini cuma 205rb tiketnya. dibandingdari jakarta-semarang kan mahal banget. berangkat aja dari rumah mamah dicikampek gak apa2 kok :)
    ___
    Euh…meni riweuh atuh Teh kedah ka Cikampek heula mah hihihi.

  8. Waaaaw…dari jakarta ke majaengka naik beat? Panteslah dimarahin mama hehehe. Saya sih pernah naik motor dari Jogja ke Kebumen, tapi ya ngebonceng sih hehehe
    ___
    jadi boncenger pernah dari jakarta-cianjur-jakarta Bundit, dan aku lebih suka bawa sendiri, pegel deh dibonceng ituh he he

  9. Aduuuh, kalo naik motor sambil bawa banyak barang mah saya nggak sanggup Orin, berjam-jam pula perjalanannya…kalo naik bus, ka atau pesawat ok-lah…terus terang, akhir-akhir ini, saya lagi tergila-gila naik kereta api pagi… :D
    ___
    Pas pulang ke Bekasi lg naik kereta api pagi jg Bu Ir, jadwal jam 6, jadi biz shubuhan lgsg berangkat dr rumah, lanjut bobo di kereta hihihihi

  10. Akhirnya bisa bewe lagi ke sini. Mohon maaf lahir batin ya, Teh Orin :)

    Naik kereta.. hm, jadi ingat perjalanan Jogja-Bandung pp setelah 21 tahun ga sama sekali naik kereta :mrgreen:

    Bener kata Bunda Imelda, Teh.. naik kereta itu ada romansanya sendiri. Ga heran kan kalau ada lagu “Juwita Malam” atau juga “Sepasang Mata Bola” hihihi.. :lol:
    ___
    Maafin aku jg ya Phie…*cipika cipiki*
    heuheu…aku jg baru ngerasain naik kereta api pas pindah ke sini Phie, memang ada romansa tersendiri ya ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s