Bukan Blogger Semusim

March 6, 2012 § 47 Comments

Bukan blogger semusim. Kok membaca kalimat ini saya merasa tersindir ya? ihiks :p

Saya memang cenderung moody. Saat ada inspirasi di kepala, menuliskannya hanya perlu 10-15 menit untuk kemudian ter-publish. Tapi kalau fakir ide dan atau malas, yaa…gitu deh, beberapa hari sang blog dibiarkan berdebu hihihihi.

Mungkin, itulah kenapa saya merasa sedikit tersindir dengan keyword “bukan blogger semusim” yang diberikan Pakdhe dalam kontes kali ini ya? Karena sepertinya saya tidak mau disebut sebagai seorang blogger yang musiman, yang hanya rajin di saat-saat tertentu saja, dalam kasus saya, hanya dalam musim ‘mood bagus’ :D

Maka, saya membuat (semacam) tips untuk diri saya sendiri, yang sudah saya lakukan walaupun tetap masih belum konsisten 100%, bagaimana agar terhindar dari sindrom blogger semusim ini.

1. Challenge yourself

Point ini betul-betul saya rasakan saat mengikuti tantangan #15HariNgeblog FF itu. Betapa energi dari sebuah tantangan ternyata bisa memacu saya untuk menulis walaupun apapun. Padahal dalam 15 hari itu, pasti banyak kesibukan-kesibukan di kantor, yang dalam kondisi ‘normal’ akan dengan mudahnya saya jadikan alasan untuk tidak ngeblog. Padahal dalam 15 hari itu ada weekend, dan saya biasanya tidak nge-net sama sekali hari Sabtu-Minggu. Padahal dalam 15 hari itu, ada saja hari dimana saya nge-blank tidak punya ide sama sekali, bayangkan betapa excitednya menuliskan sesuatu saat tidak punya ide! ha ha :P

Challenge yang lain misalnya saja Weekly Photo Challenge dari WordPress. Saat tak punya ide untuk dituliskan, sebuah foto pun bisa bercerita banyak, bukan? Terlepas dari tema-nya yang kadang sulit dan saya tidak memiliki foto untuk ditampilkan ya heuheu.

Tapi masih ada challenge berikutnya yang tidak kalah menarik. Mengikuti kontes ini itu yang diadakan sahabat-sahabat dunia maya! Hal ini selalu mampu memacu adrenalin untuk menuliskan sesuatu sesuai yang diminta shohibul kontes, dengan deadline yang sudah ditetapkan, seperti kontes KOTAK ini. Syukur-syukur akhirnya menang dan dapat hadiah ya. Alhamdulillah itu mah sesuatu :P

2. Niat Berbagi

Tips lain yang saya bisikkan ke saya sendiri saat tidak mood menulis adalah motivasi untuk berbagi. Mungkin mengikuti filosofi “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya” masih terlalu jauh bagi saya, karena rasanya masih terlalu sedikit manfaat yang bisa diambil dari tulisan-tulisan saya yang terkadang hanya geje dan curcol belaka itu.

Tapi bukankah sebuah niat baik akan berbuah kebaikan? Setidaknya saat saya berbagi kegalauan misalnya, teman-teman yang membaca bisa ikut-ikutan galau kan? *plaaaaak*. Intinya, dengan memiliki niat dan keinginan untuk berbagi, saya percaya ada kekuatan tak terlihat yang bisa membuat sebuah tulisan bernilai manfaat bagi yang membacanya, walaupun hanya sedikit, walaupun belum untuk semua orang.

3. Fun

Sudah tahu ya, kalau menulis bagi saya adalah wisata hati? Maka jangan salahkan saya jika saat merasa galau-sedih-marah saya akan menulis he he. Maksud saya, saat seseorang (blogger) melakukan sesuatu yang disenanginya (yaitu menulis), maka akan selalu menyenangkan alias fun baginya. Setuju? ;)

Apakah saya blogger semusim? Mmm…mudah-mudahan sih bukan ya :D

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.

Tagged:

§ 47 Responses to Bukan Blogger Semusim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bukan Blogger Semusim at Rindrianie's Blog.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,155 other followers

%d bloggers like this: